FITNESS & HEALTH

Varian Covid 'Cicada' Muncul Lagi, Ini Fakta Terbarunya!

Yatin Suleha
Rabu 01 April 2026 / 17:17
Ringkasnya gini..
  • Nama Covid Cicada diambil dari siklus serangga jangkrik (cicada) yang “menghilang lalu kembali”.
  • Saat ini, varian Cicada belum mendominasi kasus di AS, tetapi dilaporkan menyumbang sekitar 30% infeksi covid di Eropa dalam beberapa bulan terakhir.
  • Varian ini kembali menjadi perhatian, karena pola kemunculannya yang unik serta jumlah mutasi yang cukup banyak.
Jakarta: Virus covid-19 terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Munculnya varian baru bukan lagi hal yang mengejutkan, karena virus memang bisa bermutasi untuk bertahan hidup. 

Setelah beberapa waktu terasa lebih terkendali, kini muncul kembali varian yang sempat terdeteksi sebelumnya, yaitu BA.3.2 atau yang dijuluki “Cicada”. Varian ini kembali menjadi perhatian, karena pola kemunculannya yang unik serta jumlah mutasi yang cukup banyak. 

Meski belum menyebabkan lonjakan besar secara global, informasi mengenai karakteristik, penyebaran, hingga efektivitas vaksin terhadap varian ini tetap penting untuk dipahami agar bisa lebih waspada tanpa panik berlebihan.
   

Mengapa disebut varian Cicada?


Varian BA.3.2 pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada akhir 2024, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). Setelah sempat mereda, varian ini kembali muncul sekitar satu tahun kemudian dan mulai menyebabkan infeksi di Amerika Serikat.

Pola kemunculannya yang “menghilang lalu kembali” ini, dianggap mirip dengan siklus serangga jangkrik (cicada), sehingga muncul julukan tersebut. 

Saat ini, varian Cicada belum mendominasi kasus di AS, tetapi dilaporkan menyumbang sekitar 30% infeksi covid di Eropa dalam beberapa bulan terakhir.
 

Apa yang membedakan Cicada dari varian sebelumnya?


Para peneliti menemukan bahwa varian ini memiliki sekitar 70 hingga 75 mutasi baru pada protein spike, yaitu bagian virus yang menjadi target sistem kekebalan tubuh.

Jumlah mutasi ini lebih banyak dibandingkan varian yang beredar sejak 2023. Meski begitu, Cicada masih termasuk dalam kelompok Omicron yang pertama kali muncul pada 2021, sehingga masih memiliki kemiripan dengan varian-varian terbaru lainnya.

Dilansir dari Time.com, varian Cicada telah terdeteksi di lebih dari 20 negara bagian di Amerika Serikat. 

Namun, data penyebaran saat ini tidak seakurat sebelumnya karena banyak orang menggunakan tes mandiri dan pelaporan kasus tidak lagi seketat dulu. Hal ini membuat angka sebenarnya kemungkinan lebih sulit dipastikan.
 

Apakah vaksin masih efektif?



(Nama Covid Cicada diambil dari siklus serangga jangkrik (cicada) yang “menghilang lalu kembali”. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)

Karena masih bagian dari keluarga Omicron, vaksin covid yang telah diperbarui, terutama yang menargetkan varian seperti JN.1, masih memberikan perlindungan terhadap BA.3.2. Namun, tingkat perlindungannya kemungkinan tidak sekuat sebelumnya.

Menurut dr. William Schaffner dari Vanderbilt University Medical Center, perlindungan yang ada saat ini tidak hilang sepenuhnya, tetapi menjadi lebih terbatas. 

Studi laboratorium yang dikutip CDC juga menunjukkan bahwa varian ini mampu menghindari sebagian perlindungan dari vaksin.

Di sisi lain, penurunan angka vaksinasi juga menjadi perhatian. Banyak kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan individu dengan daya tahan tubuh lemah belum memperbarui vaksinasi mereka. 

Data CDC menunjukkan bahwa kasus rawat inap meningkat pada akhir Desember hingga awal Januari, terutama pada kelompok usia 75 tahun ke atas.

Vaksin covid sendiri berfungsi utama untuk mencegah kondisi parah hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit, bukan sepenuhnya mencegah infeksi ringan.
 

Gejala varian Cicada


Gejala yang ditimbulkan tidak jauh berbeda dari varian covid sebelumnya. Dilansir dari Time.com, berikut adalah gejala gejalanya.

• Sakit tenggorokan
• Demam atau menggigil
• Sakit kepala
• Batuk
• Nyeri otot
• Hidung berair

Karena gejalanya mirip flu biasa, cara paling akurat untuk memastikan infeksi tetap melalui tes covid. Umumnya, gejala berlangsung beberapa hari hingga sekitar satu minggu.

 

Apakah varian ini lebih berbahaya?


Belum ada kepastian apakah Cicada menyebabkan penyakit, yang lebih parah dibandingkan varian sebelumnya. Para ahli masih membutuhkan lebih banyak data untuk memahami dampaknya secara menyeluruh. 

Selain itu, belum diketahui apakah varian ini akan menjadi dominan di masa mendatang, meskipun kemampuannya menghindari sistem imun menjadi salah satu hal yang terus diteliti.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH