FAMILY
Bumil Be Like: Jerawatan, Hidung Mampet, Mood Ikutan Berantakan
A. Firdaus
Kamis 14 Mei 2026 / 14:14
- Banyak ibu hamil mengeluhkan wajah yang tiba-tiba lebih mudah berjerawat.
- Prevalensi mimisan pada ibu hamil mencapai 20,3%.
- Tenaga kesehatan biasanya menyarankan perawatan yang lebih lembut.
Jakarta: Kehamilan bukan hanya membawa perubahan pada bentuk tubuh, tetapi juga bisa memengaruhi kondisi kulit dan saluran pernapasan.
Banyak ibu hamil mengeluhkan wajah yang tiba-tiba lebih mudah berjerawat. Sementara sebagian lainnya mengalami hidung tersumbat, hingga mimisan tanpa sebab yang jelas.
Meski terasa mengganggu, kondisi ini ternyata cukup umum terjadi selama kehamilan, akibat perubahan hormon dan aliran darah dalam tubuh.
Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat produksi minyak di kulit meningkat, sehingga wajah lebih rentan mengalami jerawat dan noda. Pada sebagian ibu hamil, kondisi ini bahkan terasa seperti mengalami PMS berkepanjangan selama berbulan-bulan.
Meski banyak produk jerawat dijual bebas di pasaran, penggunaannya selama kehamilan tetap perlu diperhatikan. Beberapa kandungan, seperti asam salisilat dan peroksida benzoil memang belum terbukti berbahaya bagi kehamilan, tetapi keamanannya juga belum dipastikan sepenuhnya melalui penelitian.
Sementara itu, obat jerawat resep seperti accutane atau isotretinoin diketahui berkaitan dengan risiko cacat lahir serius, sehingga tidak boleh digunakan selama kehamilan. Oleh karena itu, banyak ibu hamil memilih mengurangi penggunaan produk jerawat, berbahan aktif keras.
Tenaga kesehatan biasanya menyarankan perawatan yang lebih lembut, seperti pembersih wajah ringan dan masker tanah liat untuk membantu membersihkan pori-pori. Kabar baiknya, jerawat kehamilan umumnya mulai membaik setelah melahirkan atau ketika hormon tubuh kembali stabil.
Selain perubahan pada kulit, kehamilan juga bisa membuat hidung terasa lebih mudah tersumbat. Bahkan, sebagian ibu hamil mengalami mimisan lebih sering dibanding biasanya. Kondisi ini terjadi karena peningkatan aliran darah selama kehamilan, membuat pembuluh darah di hidung lebih sensitif dan mudah membengkak.
Menurut Laura Dean, MD, seorang dokter kandungan di Stillwater, Minnesota, “Pembengkakan tersebut mengurangi ruang untuk sirkulasi udara. Hidung kamu juga bisa semakin parah akibat kekeringan, yang lebih terasa di musim dingin.”
Data juga menunjukkan prevalensi mimisan pada ibu hamil mencapai 20,3%, jauh lebih tinggi dibandingkan 6,2% pada orang yang tidak hamil.
Untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman, penggunaan tetes hidung saline atau humidifier, dapat membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan. Menghirup uap hangat saat mandi, juga bisa membantu melegakan hidung yang tersumbat.
Meski cukup mengganggu, kondisi hidung mampet dan mimisan selama kehamilan umumnya akan membaik setelah persalinan, ketika hormon dan aliran darah tubuh kembali normal.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Banyak ibu hamil mengeluhkan wajah yang tiba-tiba lebih mudah berjerawat. Sementara sebagian lainnya mengalami hidung tersumbat, hingga mimisan tanpa sebab yang jelas.
Meski terasa mengganggu, kondisi ini ternyata cukup umum terjadi selama kehamilan, akibat perubahan hormon dan aliran darah dalam tubuh.
Baca Juga :
Rahasia di Balik Bumil yang Gampang Ngompol
Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat produksi minyak di kulit meningkat, sehingga wajah lebih rentan mengalami jerawat dan noda. Pada sebagian ibu hamil, kondisi ini bahkan terasa seperti mengalami PMS berkepanjangan selama berbulan-bulan.
Meski banyak produk jerawat dijual bebas di pasaran, penggunaannya selama kehamilan tetap perlu diperhatikan. Beberapa kandungan, seperti asam salisilat dan peroksida benzoil memang belum terbukti berbahaya bagi kehamilan, tetapi keamanannya juga belum dipastikan sepenuhnya melalui penelitian.
Sementara itu, obat jerawat resep seperti accutane atau isotretinoin diketahui berkaitan dengan risiko cacat lahir serius, sehingga tidak boleh digunakan selama kehamilan. Oleh karena itu, banyak ibu hamil memilih mengurangi penggunaan produk jerawat, berbahan aktif keras.
Tenaga kesehatan biasanya menyarankan perawatan yang lebih lembut, seperti pembersih wajah ringan dan masker tanah liat untuk membantu membersihkan pori-pori. Kabar baiknya, jerawat kehamilan umumnya mulai membaik setelah melahirkan atau ketika hormon tubuh kembali stabil.
Selain perubahan pada kulit, kehamilan juga bisa membuat hidung terasa lebih mudah tersumbat. Bahkan, sebagian ibu hamil mengalami mimisan lebih sering dibanding biasanya. Kondisi ini terjadi karena peningkatan aliran darah selama kehamilan, membuat pembuluh darah di hidung lebih sensitif dan mudah membengkak.
Menurut Laura Dean, MD, seorang dokter kandungan di Stillwater, Minnesota, “Pembengkakan tersebut mengurangi ruang untuk sirkulasi udara. Hidung kamu juga bisa semakin parah akibat kekeringan, yang lebih terasa di musim dingin.”
Data juga menunjukkan prevalensi mimisan pada ibu hamil mencapai 20,3%, jauh lebih tinggi dibandingkan 6,2% pada orang yang tidak hamil.
Untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman, penggunaan tetes hidung saline atau humidifier, dapat membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan. Menghirup uap hangat saat mandi, juga bisa membantu melegakan hidung yang tersumbat.
Meski cukup mengganggu, kondisi hidung mampet dan mimisan selama kehamilan umumnya akan membaik setelah persalinan, ketika hormon dan aliran darah tubuh kembali normal.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)