FITNESS & HEALTH

Rahasia di Balik Bumil yang Gampang Ngompol

Yatin Suleha
Senin 11 Mei 2026 / 13:09
Ringkasnya gini..
  • Pernah enggak sih lagi asyik ketawa, bersin, atau tiba-tiba gerak, eh malah "bocor" dikit?
  • Tenang, Mom, kamu nggak sendirian kok! Kebocoran urine saat hamil itu emang sering banget terjadi.
  • “Saat hamil, hormon tertentu memberi sinyal pada otot panggul untuk rileks, agar kamu dapat melahirkan bayi,” jelas dr. Greenfield.
Jakarta: Pernah enggak sih lagi asyik ketawa, bersin, atau tiba-tiba gerak, eh malah "bocor" dikit? Tenang, Mom, kamu nggak sendirian kok! Kebocoran urine saat hamil itu emang sering banget terjadi meskipun jarang dibahas karena bikin malu. 

Tapi jujurly, ini normal banget karena tubuh kita lagi banyak berubah buat persiapan lahiran nanti. Menurut dr. Marjorie Greenfield dari Case School of Medicine, hormon kehamilan itu emang bikin otot dasar panggul kita jadi lebih rileks. 

Tujuannya baik kok, biar tubuh kita siap dan lentur pas proses melahirkan nanti. Jadi, enggak perlu overthinking ya!
 
“Saat hamil, hormon tertentu memberi sinyal pada otot panggul untuk rileks, agar kamu dapat melahirkan bayi,” jelas dr. Greenfield.

Kondisi tersebut membuat ibu hamil, lebih mudah mengalami inkontinensia urin atau kebocoran urin ringan. Selain pengaruh hormon, ukuran bayi yang semakin besar pada trimester kedua juga mulai menekan kandung kemih, yang berada tepat di depan rahim. Akibatnya, kandung kemih menjadi lebih sensitif dan mudah bocor, meski hanya mendapat tekanan kecil.
 

Cara mengurangi kebocoran urine saat hamil


Salah satu cara yang paling sering disarankan, untuk membantu mengurangi kebocoran urin adalah melakukan latihan Kegel. Latihan ini dilakukan dengan mengencangkan otot dasar panggul, seperti sedang menahan buang air kecil.

Latihan Kegel dapat dilakukan sekitar 10 kali dalam satu set dan diulang beberapa kali sehari, untuk membantu memperkuat otot di sekitar kandung kemih.

Selain itu, dr. Greenfield juga menyarankan, agar ibu hamil rutin ke toilet setiap satu hingga dua jam, supaya kandung kemih tidak terlalu penuh. 


(Mengompol saat tertawa terbahak-bahak, batuk, atau bersin saat hamil adalah kondisi normal yang disebut stress incontinence. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Jika kebocoran mulai sering terjadi menjelang akhir kehamilan, penggunaan pantyliner atau pembalut tipis, juga bisa membantu menyerap urin yang keluar sedikit demi sedikit.

Dalam beberapa kasus, terapi fisik untuk otot dasar panggul, juga dapat menjadi pilihan untuk membantu mengatasi kelemahan otot, yang menyebabkan kebocoran urin selama kehamilan.
   

Kapan harus memeriksakan diri?


Meski umum terjadi, kebocoran urine tetap perlu diperhatikan jika kondisinya semakin parah, mulai disertai rasa nyeri, dan sensasi terbakar saat buang air kecil.

Keluhan tersebut bisa menjadi tanda infeksi kandung kemih atau infeksi saluran kemih (UTI), sehingga pemeriksaan ke tenaga kesehatan penting dilakukan, agar kondisi bisa segera ditangani dengan tepat.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH