FITNESS & HEALTH
Kamu Lagi Worry Berat Badan Naik Pas Hamil, Padahal Itu Normal Gak Sih?
Yatin Suleha
Selasa 14 April 2026 / 18:40
- Wajar banget kok kalau para bumil merasa cemas pas lihat angka di timbangan naik turun.
- Hal kayak gitu emang umum banget terjadi. Tapi perlu diingat ya, masa kehamilan itu bukan waktu yang tepat buat diet.
- Fokus utamanya sekarang adalah gimana caranya biar tubuh tetap sehat dan janin dapat nutrisi yang cukup.
Jakarta: Wajar banget kok kalau para bumil merasa cemas pas lihat angka di timbangan naik turun. Hal kayak gitu emang umum banget terjadi. Tapi perlu diingat ya, masa kehamilan itu bukan waktu yang tepat buat diet atau usaha nurunin berat badan.
Fokus utamanya sekarang adalah gimana caranya biar tubuh tetap sehat dan janin dapat nutrisi yang cukup supaya perkembangannya gak terganggu.
Secara umum, menurunkan berat badan saat hamil tidak disarankan, berapa pun kondisi berat badan sebelumnya. Penurunan berat badan bisa membuat tubuh kekurangan asupan kalori dan zat gizi penting, yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang bayi.
Dilansir dari BabyCenter, para ahli juga menyebutkan bahwa menurunkan berat badan, dapat menghambat pertumbuhan janin.
Walaupun kelebihan berat badan saat hamil memang dapat meningkatkan risiko komplikasi tertentu, usaha untuk menurunkan berat badan justru bisa membawa risiko lain.
Di antaranya adalah bayi lahir dengan berat badan rendah (small for gestational age/SGA), serta kemungkinan kelahiran prematur.
Namun, jika berat badan justru turun di awal kehamilan, kondisi ini sering kali masih tergolong normal. Ada beberapa penyebab yang umum terjadi.

(Selama kebutuhan nutrisi terpenuhi dan kondisi tubuh tetap terjaga, perkembangan bayi biasanya akan berjalan dengan baik. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Salah satunya adalah mual di pagi hari atau morning sickness, yang biasanya muncul pada trimester pertama. Rasa mual dapat menurunkan nafsu makan, sementara muntah membuat tubuh kehilangan kalori.
Selain itu, tubuh yang memiliki cadangan lemak, terutama pada ibu dengan berat badan berlebih, bisa menjadi sumber energi tambahan. Oleh karena itu, sedikit penurunan berat badan di awal kehamilan umumnya tidak berbahaya.
Perubahan gaya hidup juga bisa berpengaruh. Mulai makan lebih sehat dan rutin beraktivitas fisik ringan saat hamil, dapat menyebabkan berat badan sedikit turun di awal.
Dalam kebanyakan kasus, penurunan berat badan di awal kehamilan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika penurunan terjadi cukup drastis atau disertai mual dan muntah yang parah, seperti pada kondisi hiperemesis gravidarum, sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis.
Intinya, selama kebutuhan nutrisi terpenuhi dan kondisi tubuh tetap terjaga, perkembangan bayi biasanya akan berjalan dengan baik.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Fokus utamanya sekarang adalah gimana caranya biar tubuh tetap sehat dan janin dapat nutrisi yang cukup supaya perkembangannya gak terganggu.
Secara umum, menurunkan berat badan saat hamil tidak disarankan, berapa pun kondisi berat badan sebelumnya. Penurunan berat badan bisa membuat tubuh kekurangan asupan kalori dan zat gizi penting, yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang bayi.
Dilansir dari BabyCenter, para ahli juga menyebutkan bahwa menurunkan berat badan, dapat menghambat pertumbuhan janin.
Walaupun kelebihan berat badan saat hamil memang dapat meningkatkan risiko komplikasi tertentu, usaha untuk menurunkan berat badan justru bisa membawa risiko lain.
Di antaranya adalah bayi lahir dengan berat badan rendah (small for gestational age/SGA), serta kemungkinan kelahiran prematur.
Namun, jika berat badan justru turun di awal kehamilan, kondisi ini sering kali masih tergolong normal. Ada beberapa penyebab yang umum terjadi.

(Selama kebutuhan nutrisi terpenuhi dan kondisi tubuh tetap terjaga, perkembangan bayi biasanya akan berjalan dengan baik. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Salah satunya adalah mual di pagi hari atau morning sickness, yang biasanya muncul pada trimester pertama. Rasa mual dapat menurunkan nafsu makan, sementara muntah membuat tubuh kehilangan kalori.
Selain itu, tubuh yang memiliki cadangan lemak, terutama pada ibu dengan berat badan berlebih, bisa menjadi sumber energi tambahan. Oleh karena itu, sedikit penurunan berat badan di awal kehamilan umumnya tidak berbahaya.
Perubahan gaya hidup juga bisa berpengaruh. Mulai makan lebih sehat dan rutin beraktivitas fisik ringan saat hamil, dapat menyebabkan berat badan sedikit turun di awal.
Dalam kebanyakan kasus, penurunan berat badan di awal kehamilan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika penurunan terjadi cukup drastis atau disertai mual dan muntah yang parah, seperti pada kondisi hiperemesis gravidarum, sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis.
Intinya, selama kebutuhan nutrisi terpenuhi dan kondisi tubuh tetap terjaga, perkembangan bayi biasanya akan berjalan dengan baik.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)