FITNESS & HEALTH

Lagi Hamil Terus Katanya Ciri-cirinya Cowok? Cek Faktanya Yuk

Yatin Suleha
Jumat 27 Maret 2026 / 07:05
Ringkasnya gini..
  • Gejala yang paling sering dikaitkan dengan jenis kelamin bayi adalah mual dan muntah.
  • Perbedaan gejala selama kehamilan sebenarnya masih belum sepenuhnya dipahami.
  • Artinya, meskipun tubuh ibu dan bayi saling terhubung, belum ada penjelasan pasti.
Jakarta: Selama kehamilan, banyak mitos yang beredar di masyarakat, termasuk soal cara menebak jenis kelamin bayi hanya dari gejala yang dirasakan. 

Mulai dari mual berlebihan, ngidam makanan tertentu, hingga perubahan kondisi kulit, sering dikaitkan dengan kemungkinan bayi laki-laki atau perempuan. 

Tidak sedikit, yang penasaran dan mencoba mencocokkan pengalaman pribadi dengan berbagai “tanda” tersebut.

Meski terdengar menarik, penting untuk memahami apakah hal ini benar-benar didukung oleh ilmu medis, atau hanya sekadar kepercayaan yang sudah turun-temurun.
   

Apakah gejala kehamilan bisa menunjukkan jenis kelamin bayi?


Beberapa mitos menyebutkan, bahwa gejala tertentu selama kehamilan bisa menjadi petunjuk jenis kelamin bayi. Misalnya, jika sering mengalami mual dan muntah, menginginkan makanan manis, atau mengalami perubahan suasana hati dan jerawat, hal ini sering dikaitkan dengan kehamilan bayi perempuan.

Sebaliknya, jika mual terasa ringan atau hampir tidak ada, lebih sering menginginkan makanan asin, serta kondisi kulit tetap bersih, banyak yang percaya bahwa bayi yang dikandung adalah laki-laki.
 

Apa kata para ahli?



(Perbedaan gejala selama kehamilan sebenarnya masih belum sepenuhnya dipahami. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)

Gejala yang paling sering dikaitkan dengan jenis kelamin bayi adalah mual dan muntah. 

“Yang paling menonjol adalah bahwa kehamilan dengan bayi perempuan menyebabkan mual dan muntah, yang jauh lebih parah dibandingkan kehamilan dengan bayi laki-laki,” kata Layan Alrahmani, M.D., seorang dokter kandungan bersertifikat, spesialis kedokteran maternal-fetal, dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter.

Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa ibu, yang mengandung bayi perempuan cenderung lebih sering mengalami mual dan muntah, dibandingkan dengan yang mengandung bayi laki-laki. Hal ini membuat banyak orang merasa pengalaman tersebut cukup akurat sebagai “petunjuk”.

Namun, di luar gejala tersebut, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa tanda-tanda lain seperti ngidam, perubahan suasana hati, atau kondisi kulit bisa digunakan untuk menentukan jenis kelamin bayi.
   

Kenapa gejala bisa berbeda?


Perbedaan gejala selama kehamilan sebenarnya masih belum sepenuhnya dipahami. “Pada suatu waktu tertentu, sekitar 10% DNA yang mengambang bebas dalam darah ibu sebenarnya berasal dari bayi. Jadi ada banyak campuran darah, tetapi kami masih belum yakin apa yang menyebabkan gejala yang berbeda,” katanya. 

Artinya, meskipun tubuh ibu dan bayi saling terhubung, belum ada penjelasan pasti mengapa gejala bisa berbeda pada setiap kehamilan, termasuk antara kehamilan bayi laki-laki dan perempuan.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH