FITNESS & HEALTH
Realita Bumil: Perut Makin Gede, BAB Malah Makin 'Malu-malu Kucing'
Yatin Suleha
Senin 11 Mei 2026 / 16:35
- Sembelit itu emang jadi salah satu keluhan yang paling sering bikin bumil curhatin.
- Ternyata, kondisi ini emang umum banget kok. Semua itu gara-gara perubahan hormon.
- Menurut data (ACOG) sekitar 11% sampai 38% bumil pasti pernah ngerasain fase "mampet" ini selama masa kehamilan.
Jakarta: Sembelit itu emang jadi salah satu keluhan yang paling sering bikin bumil curhatin. Rasanya tuh kayak lebih banyak habis waktu di kamar mandi tapi hasilnya nihil, perut berasa penuh banget, dan ujung-ujungnya bikin mood berantakan seharian.
Ternyata, kondisi ini emang umum banget kok. Semua itu gara-gara perubahan hormon yang lagi drastis dan janin yang makin tumbuh besar di dalam rahim.
Menurut data dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sekitar 11% sampai 38% bumil pasti pernah ngerasain fase "mampet" ini selama masa kehamilan.
Sejak awal kehamilan, hormon seperti progesteron meningkat dan membuat sistem pencernaan bekerja lebih lambat. Proses ini sebenarnya membantu tubuh menyerap lebih banyak nutrisi, untuk disalurkan kepada bayi.
Namun di sisi lain, perlambatan pencernaan juga membuat makanan lebih lama berada di usus sehingga memicu sembelit, bahkan sejak minggu kedelapan kehamilan.
Seiring bertambahnya usia kandungan, ukuran bayi yang semakin besar juga mulai menekan area usus. Akibatnya, proses pencernaan menjadi semakin tidak nyaman, termasuk saat mengonsumsi makanan dalam porsi kecil sekalipun.
(1).jpg)
(Sayuran tinggi serat sangat efektif melancarkan Buang Air Besar (BAB) karena membantu menambah volume feses dan melunakkannya, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Untuk membantu mengurangi sembelit, dilansir dari Parents, Marjorie Greenfield, MD, profesor asisten obstetri dan ginekologi di Case School of Medicine dan University Hospitals di Cleveland, serta penulis buku The Working Woman's Pregnancy Book, menyarankan untuk memperbanyak asupan serat agar pencernaan lebih lancar.
Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi lebih banyak buah segar, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Mengganti menu sarapan dengan sereal tinggi serat dan memperbanyak minum air putih, juga bisa membantu memperlancar BAB.
Jika sembelit masih terasa mengganggu, beberapa ibu hamil mungkin disarankan menggunakan pencahar ringan namun harus dikonsultasikan dahulu dengan dokter Mom.
Penggunaan obat pencahar stimulan sembarangan jangan sampai terjadi ya Moms, karena dapat memicu kontraksi.
Meski sembelit terasa tidak nyaman, kondisi ini umumnya tidak berbahaya bagi bayi. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, sembelit yang tidak ditangani dapat menyebabkan penyumbatan feses, yang membutuhkan penanganan tenaga kesehatan.
Walaupun kondisi tersebut bisa terasa menyakitkan dan membuat tidak nyaman, hal itu biasanya tetap tidak membahayakan janin di dalam kandungan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Ternyata, kondisi ini emang umum banget kok. Semua itu gara-gara perubahan hormon yang lagi drastis dan janin yang makin tumbuh besar di dalam rahim.
Menurut data dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sekitar 11% sampai 38% bumil pasti pernah ngerasain fase "mampet" ini selama masa kehamilan.
Sejak awal kehamilan, hormon seperti progesteron meningkat dan membuat sistem pencernaan bekerja lebih lambat. Proses ini sebenarnya membantu tubuh menyerap lebih banyak nutrisi, untuk disalurkan kepada bayi.
Namun di sisi lain, perlambatan pencernaan juga membuat makanan lebih lama berada di usus sehingga memicu sembelit, bahkan sejak minggu kedelapan kehamilan.
Seiring bertambahnya usia kandungan, ukuran bayi yang semakin besar juga mulai menekan area usus. Akibatnya, proses pencernaan menjadi semakin tidak nyaman, termasuk saat mengonsumsi makanan dalam porsi kecil sekalipun.
Cara meredakan sembelit saat hamil
(1).jpg)
(Sayuran tinggi serat sangat efektif melancarkan Buang Air Besar (BAB) karena membantu menambah volume feses dan melunakkannya, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Untuk membantu mengurangi sembelit, dilansir dari Parents, Marjorie Greenfield, MD, profesor asisten obstetri dan ginekologi di Case School of Medicine dan University Hospitals di Cleveland, serta penulis buku The Working Woman's Pregnancy Book, menyarankan untuk memperbanyak asupan serat agar pencernaan lebih lancar.
Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi lebih banyak buah segar, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Mengganti menu sarapan dengan sereal tinggi serat dan memperbanyak minum air putih, juga bisa membantu memperlancar BAB.
Jika sembelit masih terasa mengganggu, beberapa ibu hamil mungkin disarankan menggunakan pencahar ringan namun harus dikonsultasikan dahulu dengan dokter Mom.
Penggunaan obat pencahar stimulan sembarangan jangan sampai terjadi ya Moms, karena dapat memicu kontraksi.
Kapan harus menghubungi tenaga kesehatan?
Meski sembelit terasa tidak nyaman, kondisi ini umumnya tidak berbahaya bagi bayi. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, sembelit yang tidak ditangani dapat menyebabkan penyumbatan feses, yang membutuhkan penanganan tenaga kesehatan.
Walaupun kondisi tersebut bisa terasa menyakitkan dan membuat tidak nyaman, hal itu biasanya tetap tidak membahayakan janin di dalam kandungan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)