FITNESS & HEALTH

Upgrade Ilmu Bumil: Mengenal Tes NIPT Biar Gak Overthinking Soal Janin

Yatin Suleha
Senin 06 April 2026 / 19:00
Ringkasnya gini..
  • NIPT atau tes prenatal noninvasif merupakan tes darah yang digunakan untuk melakukan skrining, terhadap sindrom Down.
  • Tes ini juga dikenal sebagai skrining DNA bebas sel atau cell-free DNA (cfDNA).
  • Dokter biasanya membantu menentukan jenis tes yang paling sesuai, tergantung kondisi kesehatan yang ingin diperiksa pada janin.
Jakarta: Tes prenatal memang sering terasa tidak nyaman, tetapi pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam masa kehamilan. Salah satu tes yang cukup banyak dibicarakan oleh calon ibu adalah NIPT.

Melalui pemeriksaan darah sederhana, tes ini dapat memberikan informasi tentang kemungkinan gangguan kromosom pada janin. Selain itu, tes NIPT juga bisa menunjukkan jenis kelamin bayi lebih awal.

Dilansir dari BabyCenter, NIPT atau tes prenatal noninvasif merupakan tes darah yang digunakan untuk melakukan skrining, terhadap sindrom Down serta beberapa kelainan kromosom lainnya.

Tes ini juga dikenal sebagai skrining DNA bebas sel atau cell-free DNA (cfDNA), karena memeriksa potongan kecil DNA dari plasenta yang masuk ke aliran darah ibu.
 
Organisasi American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan agar semua pasien, tanpa memandang tingkat risiko, ditawari pilihan skrining genetik selama kehamilan, termasuk tes NIPT.


(Tes NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing) adalah skrining genetik aman melalui sampel darah ibu hamil (sejak usia 10 minggu) untuk mendeteksi risiko kelainan kromosom janin. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Saat ini tersedia berbagai merek tes NIPT, dan masing-masing tidak selalu memeriksa kondisi yang sama. Beberapa di antaranya adalah Harmony Test, Panorama Test, MaterniT21, UNITY Complete, serta Vistara Single-Gene NIPT.

Dokter biasanya membantu menentukan jenis tes yang paling sesuai, tergantung kondisi kesehatan yang ingin diperiksa pada janin.

“Sebagai tes skrining, tidak ada yang lebih baik dari NIPT,” kata Layan Alrahmani, M.D., seorang dokter kandungan bersertifikat dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter.
 

Manfaat NIPT


Tes NIPT dikenal sebagai prosedur yang sederhana, tetapi mampu memberikan informasi penting mengenai kondisi janin. Beberapa alasan yang membuat tes ini banyak dipilih antara lain:

1. Tidak invasif. Pemeriksaan hanya memerlukan sampel darah, yang diambil saat kunjungan prenatal rutin.

2. Aman untuk ibu dan janin. Prosedur ini tidak memiliki risiko seperti tes lain, misalnya Amniocentesis atau Chorionic Villus Sampling (CVS), yang memiliki kemungkinan kecil menyebabkan keguguran.

3. Hasil negatif memiliki tingkat akurasi tinggi. Walaupun hasil positif tetap memerlukan tes lanjutan untuk memastikan diagnosis, hasil negatif dapat memberikan rasa tenang bagi banyak calon ibu.

4. Bisa dilakukan sejak awal kehamilan. Tes ini sudah dapat dilakukan mulai usia kehamilan sekitar 10 minggu.

5. Masih dapat dilakukan hingga menjelang persalinan.

6. Hasil biasanya keluar cukup cepat. Umumnya dalam beberapa minggu, bahkan sering kali lebih cepat.

7. Dapat mengetahui jenis kelamin bayi. Jika diinginkan, tes ini bisa memberikan informasi apakah bayi yang dikandung laki-laki atau perempuan.

Meskipun tersedia untuk semua ibu hamil, tidak semua orang memilih menjalani tes ini. Sebagian orang khawatir hasil positif palsu dapat menimbulkan kecemasan yang tidak perlu.

Ada juga yang merasa tes tersebut tidak diperlukan, karena tetap akan melanjutkan kehamilan apa pun hasilnya.
 
Bagi perempuan yang memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan gangguan kromosom, hasil negatif dari tes NIPT sering memberikan rasa lega.

Kelompok ini termasuk ibu hamil berusia 35 tahun ke atas, ibu yang sebelumnya pernah melahirkan bayi dengan kelainan kromosom, atau mereka yang memiliki hasil tes prenatal lain yang menunjukkan kemungkinan adanya masalah.

 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH