FAMILY
Diet saat Hamil? Ini Fakta Penting yang Wajib Bumil Ketahui
A. Firdaus
Sabtu 28 Maret 2026 / 07:10
- Penting untuk dipahami bahwa kehamilan bukan waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan.
- Pola makan yang terlalu dibatasi justru bisa berdampak buruk.
- Diet rendah karbohidrat seperti keto atau Atkins sebaiknya dihindari.
Jakarta: Selama kehamilan, perubahan bentuk tubuh dan kenaikan berat badan, sering kali membuat ibu hamil merasa khawatir. Tidak sedikit yang tergoda untuk menjalani diet, agar berat badan tetap terkontrol.
Namun, penting untuk dipahami bahwa kehamilan bukan waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan secara sengaja. Pada fase ini, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal.
Pola makan yang terlalu dibatasi justru bisa berdampak buruk, baik bagi ibu maupun bayi. Oleh karena itu, fokus utama selama kehamilan sebaiknya bukan pada penurunan berat badan, melainkan pada pola hidup sehat yang seimbang.
Dilansir dari BabyCenter, melakukan diet untuk menurunkan berat badan saat hamil tidak dianjurkan, apa pun kondisi berat badan sebelumnya. Membatasi asupan makanan dapat mengurangi jumlah kalori dan nutrisi penting, yang dibutuhkan untuk kehamilan yang sehat.
Selain itu, diet rendah karbohidrat seperti keto atau Atkins sebaiknya dihindari. Janin membutuhkan karbohidrat untuk tumbuh dan berkembang. Kondisi ketosis yang terjadi akibat diet tersebut, berpotensi membahayakan perkembangan bayi.
Selama kehamilan, berikut adalah cara terbaik adalah menjaga kenaikan berat badan tetap sesuai target, dengan pola hidup sehat:
Pilih makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang cukup.
Camilan tetap boleh dikonsumsi, asalkan bernutrisi dan tidak berlebihan.
Minum cukup air setiap hari, sekitar 8-10 gelas, untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Utamakan sumber seperti kacang-kacangan, buah, sayur, dan biji-bijian utuh dibandingkan karbohidrat sederhana, seperti roti putih atau nasi putih.
Pemantauan bersama tenaga medis, membantu memastikan kenaikan berat badan tetap dalam batas yang sehat.
Penurunan berat badan pada trimester kedua atau ketiga, bisa menjadi tanda adanya masalah tertentu, meskipun dalam beberapa kasus, bisa disebabkan oleh hal ringan seperti perubahan cairan tubuh.
Beberapa hal yang biasanya akan diperiksa oleh tenaga medis meliputi:
• Pola makan dan aktivitas harian.
• Keluhan seperti mual, nyeri ulu hati, kembung, atau sembelit yang bisa menurunkan nafsu makan.
• Kondisi emosional seperti depresi.
• Pertumbuhan janin dalam kandungan.
Segera periksakan diri jika terjadi penurunan berat badan secara tiba-tiba, misalnya sekitar 2-3 kg dalam waktu satu minggu.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Namun, penting untuk dipahami bahwa kehamilan bukan waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan secara sengaja. Pada fase ini, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal.
Pola makan yang terlalu dibatasi justru bisa berdampak buruk, baik bagi ibu maupun bayi. Oleh karena itu, fokus utama selama kehamilan sebaiknya bukan pada penurunan berat badan, melainkan pada pola hidup sehat yang seimbang.
Baca Juga :
Kopi + Lemon = Kurus? Cek Faktanya Sebelum FOMO!
Dilansir dari BabyCenter, melakukan diet untuk menurunkan berat badan saat hamil tidak dianjurkan, apa pun kondisi berat badan sebelumnya. Membatasi asupan makanan dapat mengurangi jumlah kalori dan nutrisi penting, yang dibutuhkan untuk kehamilan yang sehat.
Selain itu, diet rendah karbohidrat seperti keto atau Atkins sebaiknya dihindari. Janin membutuhkan karbohidrat untuk tumbuh dan berkembang. Kondisi ketosis yang terjadi akibat diet tersebut, berpotensi membahayakan perkembangan bayi.
Selama kehamilan, berikut adalah cara terbaik adalah menjaga kenaikan berat badan tetap sesuai target, dengan pola hidup sehat:
1. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
Pilih makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang cukup.
2. Memilih camilan sehat
Camilan tetap boleh dikonsumsi, asalkan bernutrisi dan tidak berlebihan.
3. Memenuhi kebutuhan cairan
Minum cukup air setiap hari, sekitar 8-10 gelas, untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
4. Memilih karbohidrat kompleks
Utamakan sumber seperti kacang-kacangan, buah, sayur, dan biji-bijian utuh dibandingkan karbohidrat sederhana, seperti roti putih atau nasi putih.
5. Memantau berat badan secara rutin
Pemantauan bersama tenaga medis, membantu memastikan kenaikan berat badan tetap dalam batas yang sehat.
Penurunan berat badan saat hamil dan tanda yang perlu diwaspadai
Penurunan berat badan pada trimester kedua atau ketiga, bisa menjadi tanda adanya masalah tertentu, meskipun dalam beberapa kasus, bisa disebabkan oleh hal ringan seperti perubahan cairan tubuh.
Beberapa hal yang biasanya akan diperiksa oleh tenaga medis meliputi:
• Pola makan dan aktivitas harian.
• Keluhan seperti mual, nyeri ulu hati, kembung, atau sembelit yang bisa menurunkan nafsu makan.
• Kondisi emosional seperti depresi.
• Pertumbuhan janin dalam kandungan.
Segera periksakan diri jika terjadi penurunan berat badan secara tiba-tiba, misalnya sekitar 2-3 kg dalam waktu satu minggu.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)