KULINER
The Real Kitchen Secret: Kapan Harus Pakai Stock atau Broth? Cek Biar Gak Zonk!
Yatin Suleha
Senin 06 April 2026 / 08:05
- Chicken stock dan chicken broth sering jadi kunci rahasia, di balik masakan yang terasa lebih gurih, hangat, dan kaya rasa.
- Mulai dari sup, tumisan, hingga saus, pemilihan yang tepat bisa memengaruhi hasil akhir masakan.
- Berikut panduan lengkap chicken stock dan chicken broth.
Jakarta: Chicken stock dan chicken broth sering jadi kunci rahasia, di balik masakan yang terasa lebih gurih, hangat, dan kaya rasa. Meski terlihat mirip, keduanya punya fungsi yang sedikit berbeda, saat digunakan dalam berbagai hidangan.
Mulai dari sup, tumisan, hingga saus, pemilihan yang tepat bisa memengaruhi hasil akhir masakan. Selain itu, cara penyimpanan dan pengolahan juga penting agar kualitas rasa tetap terjaga.
Supaya tidak bingung lagi, dilansir dari Better Homes & Gardens, berikut panduan lengkap yang lebih mudah dipahami untuk menggunakan, menyimpan, hingga membuat chicken stock dan chicken broth sendiri di rumah.
“Secara umum, chicken stock dan chicken broth dapat digunakan secara bergantian. Namun, ada saat-saat, di mana lebih menguntungkan untuk memilih salah satunya,” akui Meggan Hill, chef eksekutif dan CEO Culinary Hill.
Stock dibuat dari rebusan tulang (seringkali dipanggang dulu) yang menghasilkan cairan kental kaya gelatin, cocok untuk dasar saus.
Broth dibuat dari rebusan daging dan sayuran, menghasilkan kuah lebih encer, ringan, dan aromatik yang sering langsung diminum atau jadi kuah sup.
(1).jpg)
(Manfaat utama chicken bone broth meliputi meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mendukung kesehatan pencernaan, meredakan peradangan, meningkatkan kualitas tidur, serta menjaga kesehatan kulit dan sendi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Ingin rasa ayam terasa lebih dominan dalam hidangan. Untuk hasil yang lebih kaya dan gurih, Lauren Grant-Vose dari Zestful Kitchen menyarankan penggunaan chicken stock, misalnya dalam sup mie ayam atau hidangan berbasis biji-bijian, seperti sosis dan couscous.
Perlu diingat, chicken stock biasanya tidak mengandung natrium sebanyak chicken broth, jadi bumbu mungkin perlu disesuaikan.
Ayam hanya berperan sebagai pelengkap rasa. Grant-Vose menyarankan chicken broth untuk sup bening, atau hidangan dengan cita rasa ringan, seperti lauk sayuran atau masakan dengan saus ringan, di mana rasa ayam tidak perlu terlalu dominan.
Jika salah satu tidak tersedia, keduanya tetap bisa saling menggantikan. Namun, penting untuk menyesuaikan kekentalannya.
“Perhatikan konsistensinya. Resep yang membutuhkan kaldu mungkin memerlukan sedikit tambahan stok atau bahkan air untuk mengencerkannya sedikit jika kamu menggunakan stok sebagai gantinya,” saran Grant-Vose.
Pada akhirnya, penggunaan bisa disesuaikan dengan selera atau bahan yang tersedia. Varian rendah natrium juga bisa jadi pilihan praktis untuk dijadikan dasar berbagai masakan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Mulai dari sup, tumisan, hingga saus, pemilihan yang tepat bisa memengaruhi hasil akhir masakan. Selain itu, cara penyimpanan dan pengolahan juga penting agar kualitas rasa tetap terjaga.
Supaya tidak bingung lagi, dilansir dari Better Homes & Gardens, berikut panduan lengkap yang lebih mudah dipahami untuk menggunakan, menyimpan, hingga membuat chicken stock dan chicken broth sendiri di rumah.
Cara menggunakan chicken stock dan chicken broth
“Secara umum, chicken stock dan chicken broth dapat digunakan secara bergantian. Namun, ada saat-saat, di mana lebih menguntungkan untuk memilih salah satunya,” akui Meggan Hill, chef eksekutif dan CEO Culinary Hill.
Stock dibuat dari rebusan tulang (seringkali dipanggang dulu) yang menghasilkan cairan kental kaya gelatin, cocok untuk dasar saus.
Broth dibuat dari rebusan daging dan sayuran, menghasilkan kuah lebih encer, ringan, dan aromatik yang sering langsung diminum atau jadi kuah sup.
1. Gunakan chicken stock jika…
(1).jpg)
(Manfaat utama chicken bone broth meliputi meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mendukung kesehatan pencernaan, meredakan peradangan, meningkatkan kualitas tidur, serta menjaga kesehatan kulit dan sendi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Ingin rasa ayam terasa lebih dominan dalam hidangan. Untuk hasil yang lebih kaya dan gurih, Lauren Grant-Vose dari Zestful Kitchen menyarankan penggunaan chicken stock, misalnya dalam sup mie ayam atau hidangan berbasis biji-bijian, seperti sosis dan couscous.
Perlu diingat, chicken stock biasanya tidak mengandung natrium sebanyak chicken broth, jadi bumbu mungkin perlu disesuaikan.
2. Gunakan chicken broth jika…
Ayam hanya berperan sebagai pelengkap rasa. Grant-Vose menyarankan chicken broth untuk sup bening, atau hidangan dengan cita rasa ringan, seperti lauk sayuran atau masakan dengan saus ringan, di mana rasa ayam tidak perlu terlalu dominan.
Jika salah satu tidak tersedia, keduanya tetap bisa saling menggantikan. Namun, penting untuk menyesuaikan kekentalannya.
“Perhatikan konsistensinya. Resep yang membutuhkan kaldu mungkin memerlukan sedikit tambahan stok atau bahkan air untuk mengencerkannya sedikit jika kamu menggunakan stok sebagai gantinya,” saran Grant-Vose.
Pada akhirnya, penggunaan bisa disesuaikan dengan selera atau bahan yang tersedia. Varian rendah natrium juga bisa jadi pilihan praktis untuk dijadikan dasar berbagai masakan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)