FITNESS & HEALTH
Drama Gatal Parah Pas Hamil Kenali PUPPP & Prurigo Biar Gak Panik
Yatin Suleha
Jumat 27 Maret 2026 / 22:01
- Rasa gatal selama kehamilan memang cukup umum terjadi, tetapi dalam beberapa kasus, gatal bisa muncul dengan intensitas yang lebih tinggi.
- Kondisi ini sering membuat tidak nyaman, bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari maupun waktu istirahat.
- Untuk mengatasi gatal ringan, langkah paling dasar adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Jakarta: Rasa gatal selama kehamilan memang cukup umum terjadi, tetapi dalam beberapa kasus, gatal bisa muncul dengan intensitas yang lebih tinggi dan disertai ruam atau benjolan di kulit.
Kondisi ini sering membuat tidak nyaman, bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari maupun waktu istirahat.
Banyak ibu hamil, yang awalnya mengira gatal hanya disebabkan oleh kulit kering atau perubahan hormon, padahal ada beberapa kondisi kulit khusus yang bisa muncul selama kehamilan.
Dua di antaranya adalah PUPPP dan prurigo kehamilan, yang meskipun tidak berbahaya bagi bayi, tetap perlu dikenali agar bisa ditangani dengan tepat.
Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy atau yang lebih dikenal sebagai PUPPP, merupakan kondisi ruam gatal yang ditandai dengan munculnya benjolan kemerahan di kulit. Menurut Jessica J. Krant, MD, kondisi ini biasanya muncul di area perut, paha, bokong, atau lengan.
PUPPP sering kali dimulai dari area stretch mark, kemudian bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kondisi ini dialami sekitar 1 dari 160 ibu hamil, dan lebih sering terjadi pada kehamilan pertama atau saat mengandung bayi kembar.
Meskipun terasa sangat mengganggu, PUPPP tidak berbahaya bagi janin dan tidak menimbulkan efek samping serius. Namun, rasa gatalnya bisa cukup intens, sehingga biasanya dokter akan memberikan obat anti-gatal, untuk membantu meredakan keluhan.
(2).jpg)
(Perut ibu hamil gatal umumnya normal disebabkan oleh peregangan kulit seiring membesarnya rahim. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Selain PUPPP, kondisi lain yang juga bisa menyebabkan gatal adalah Prurigo kehamilan. Ciri khasnya adalah munculnya benjolan kecil, yang terasa gatal dan menyerupai gigitan serangga.
Benjolan ini bisa muncul di berbagai bagian tubuh, tidak terbatas pada satu area saja.
Prurigo kehamilan diduga berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh, yang menjadi lebih aktif selama masa kehamilan. Kondisi ini bisa datang dan pergi dalam waktu yang cukup lama, bahkan bisa berlanjut hingga setelah melahirkan.
Sama seperti PUPPP, prurigo tidak membahayakan ibu maupun bayi, tetapi tetap perlu penanganan untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Biasanya, dokter akan menyarankan penggunaan obat anti-gatal, untuk membantu meredakan gejalanya.
Untuk mengatasi gatal ringan, langkah paling dasar adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi, baik dari dalam maupun luar. Menggunakan pelembap yang lembut dan tanpa pewangi, bisa membantu menenangkan kulit yang sensitif.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, menambahkan oatmeal mentah atau baking soda ke dalam air mandi hangat, dapat membantu meredakan rasa gatal.
Selain itu, disarankan untuk menghindari mandi air panas, dan memperbanyak minum air putih agar kulit tetap lembap.
Dilansir dari Parents, untuk kondisi seperti PUPPP atau prurigo, penggunaan krim anti-gatal yang dijual bebas bisa membantu, tetapi tetap perlu mengikuti anjuran dokter, terutama jika menggunakan krim steroid.
Hidrokortison ringan (1%) umumnya dianggap aman selama kehamilan, namun penggunaan berlebihan krim kortikosteroid dengan dosis tinggi perlu dihindari, karena berpotensi memengaruhi berat badan lahir bayi.
Dalam kasus yang lebih serius, seperti gangguan hati atau kondisi autoimun tertentu, dokter dapat meresepkan obat khusus untuk mengontrol gejala.
Meski begitu, sebagian besar kondisi kulit selama kehamilan biasanya akan membaik dengan sendirinya, setelah proses persalinan selesai.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Kondisi ini sering membuat tidak nyaman, bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari maupun waktu istirahat.
Banyak ibu hamil, yang awalnya mengira gatal hanya disebabkan oleh kulit kering atau perubahan hormon, padahal ada beberapa kondisi kulit khusus yang bisa muncul selama kehamilan.
Dua di antaranya adalah PUPPP dan prurigo kehamilan, yang meskipun tidak berbahaya bagi bayi, tetap perlu dikenali agar bisa ditangani dengan tepat.
Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy (PUPPP)
Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy atau yang lebih dikenal sebagai PUPPP, merupakan kondisi ruam gatal yang ditandai dengan munculnya benjolan kemerahan di kulit. Menurut Jessica J. Krant, MD, kondisi ini biasanya muncul di area perut, paha, bokong, atau lengan.
PUPPP sering kali dimulai dari area stretch mark, kemudian bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kondisi ini dialami sekitar 1 dari 160 ibu hamil, dan lebih sering terjadi pada kehamilan pertama atau saat mengandung bayi kembar.
Meskipun terasa sangat mengganggu, PUPPP tidak berbahaya bagi janin dan tidak menimbulkan efek samping serius. Namun, rasa gatalnya bisa cukup intens, sehingga biasanya dokter akan memberikan obat anti-gatal, untuk membantu meredakan keluhan.
Prurigo kehamilan
(2).jpg)
(Perut ibu hamil gatal umumnya normal disebabkan oleh peregangan kulit seiring membesarnya rahim. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Selain PUPPP, kondisi lain yang juga bisa menyebabkan gatal adalah Prurigo kehamilan. Ciri khasnya adalah munculnya benjolan kecil, yang terasa gatal dan menyerupai gigitan serangga.
Benjolan ini bisa muncul di berbagai bagian tubuh, tidak terbatas pada satu area saja.
Prurigo kehamilan diduga berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh, yang menjadi lebih aktif selama masa kehamilan. Kondisi ini bisa datang dan pergi dalam waktu yang cukup lama, bahkan bisa berlanjut hingga setelah melahirkan.
Sama seperti PUPPP, prurigo tidak membahayakan ibu maupun bayi, tetapi tetap perlu penanganan untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Biasanya, dokter akan menyarankan penggunaan obat anti-gatal, untuk membantu meredakan gejalanya.
Cara mengatasi gatal saat hamil
Untuk mengatasi gatal ringan, langkah paling dasar adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi, baik dari dalam maupun luar. Menggunakan pelembap yang lembut dan tanpa pewangi, bisa membantu menenangkan kulit yang sensitif.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, menambahkan oatmeal mentah atau baking soda ke dalam air mandi hangat, dapat membantu meredakan rasa gatal.
Selain itu, disarankan untuk menghindari mandi air panas, dan memperbanyak minum air putih agar kulit tetap lembap.
Dilansir dari Parents, untuk kondisi seperti PUPPP atau prurigo, penggunaan krim anti-gatal yang dijual bebas bisa membantu, tetapi tetap perlu mengikuti anjuran dokter, terutama jika menggunakan krim steroid.
Hidrokortison ringan (1%) umumnya dianggap aman selama kehamilan, namun penggunaan berlebihan krim kortikosteroid dengan dosis tinggi perlu dihindari, karena berpotensi memengaruhi berat badan lahir bayi.
Dalam kasus yang lebih serius, seperti gangguan hati atau kondisi autoimun tertentu, dokter dapat meresepkan obat khusus untuk mengontrol gejala.
Meski begitu, sebagian besar kondisi kulit selama kehamilan biasanya akan membaik dengan sendirinya, setelah proses persalinan selesai.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)