Jakarta: Upaya diplomasi Pemerintah Indonesia untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang tertahan di Selat Hormuz mulai menunjukkan perkembangan positif.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan pihaknya bersama Kemlu saat ini tengah mematangkan prosedur teknis agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat keluar dari zona konflik dengan aman.
“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Vega dikutip dari Antara, Sabtu (28/3).
Hingga kini, kedua kapal tanker tersebut masih berada di kawasan Teluk Arab atau Teluk Persia. Vega menegaskan keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama, termasuk keamanan fisik kapal dan muatannya.
Pertamina Pride diketahui dioperasikan untuk pemenuhan cadangan energi nasional, sementara Gamsunoro melayani distribusi energi bagi pihak ketiga.
Baca Juga :
Iran Paksa Tiga Kapal Kargo Putar Balik di Selat Hormuz
“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” tambah Vega.
Situasi di Selat Hormuz memanas setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak Februari lalu, yang sempat membuat jalur tersebut ditutup. Sejak saat itu, PIS dan Kemlu terus melakukan komunikasi diplomatik dengan otoritas di Teheran.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, memastikan koordinasi intensif melalui KBRI Teheran telah membuahkan hasil.
“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl.
Meski telah memperoleh sinyal positif, pemerintah belum memastikan waktu pasti kedua kapal tanker tersebut dapat keluar dari Selat Hormuz.
Jakarta: Upaya diplomasi Pemerintah Indonesia untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang tertahan di
Selat Hormuz mulai menunjukkan perkembangan positif.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan pihaknya bersama Kemlu saat ini tengah mematangkan prosedur teknis agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat keluar dari zona konflik dengan aman.
“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Vega dikutip dari Antara, Sabtu (28/3).
Hingga kini, kedua kapal tanker tersebut masih berada di kawasan Teluk Arab atau Teluk Persia. Vega menegaskan keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama, termasuk keamanan fisik kapal dan muatannya.
Pertamina Pride diketahui dioperasikan untuk pemenuhan cadangan energi nasional, sementara Gamsunoro melayani distribusi energi bagi pihak ketiga.
“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” tambah Vega.
Situasi di Selat Hormuz memanas setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak Februari lalu, yang sempat membuat jalur tersebut ditutup. Sejak saat itu, PIS dan Kemlu terus melakukan komunikasi diplomatik dengan otoritas di Teheran.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, memastikan koordinasi intensif melalui KBRI Teheran telah membuahkan hasil.
“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl.
Meski telah memperoleh sinyal positif, pemerintah belum memastikan waktu pasti kedua kapal tanker tersebut dapat keluar dari Selat Hormuz.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)