Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Electric PLN Mobile dalam persaingan menuju grand final Proliga musim ini.
Dilansir Antara, pemain asing Neriman Ozsoy menjadi motor serangan Electric PLN dengan mencetak 28 angka, ditambah Kara Jane Bajema mencetak 25 angka dan Ersandrina Devega menambah 11 angka.
Ofisial tim Jakarta Electric PLN Mobile Tibparat Kaewsai mengatakan Pertamina Enduro merupakan tim tangguh yang diperkuat pemain-pemain berkelas, baik asing maupun lokal.
"Mereka sebenarnya diperkuat tiga pemain asing, yakni (Irina) Voronkova, Wilma Salas, dan Megawati, tetapi kami punya cara untuk meredam serangan mereka," kata Tibparat, yang menyebut pemain Timnas Indonesia Megawati Hangestri memiliki kualitas sekelas pemain asing.
Menurut ia, timnya bisa menang karena mampu mengatur tempo permainan dan tidak banyak melakukan kesalahan. "Kami tidak hanya mengandalkan pemain asing, tetapi pemain lokal juga bermain bagus," imbuhnya.
Sempat kalah pada set pertama, anak-anak Electric PLN bangkit pada set kedua dengan membenahi pertahanan, terutama blok untuk meredam serangan Voronkova dan Salas. Hasilnya, mereka menang 25-22.
Pada set ketiga, Afra Hasna dan kawan-kawan selalu tertinggal dalam perolehan angka hingga 19-21, namun berhasil membalikkan keadaan untuk unggul 23-22 dan akhirnya kembali menang 25-23.
Jakarta Pertamina Enduro tidak menyerah. Tim asuhan Bulent Karslioglu ini bermain lebih menekan lewat trio Voronkova, Salas, dan Megawati hingga menang 25-21.
Akan tetapi, kebangkitan Pertamina Enduro tidak berlanjut pada set penentuan. Justru tim Electric PLN yang menguasai permainan dengan unggul 8-4 dan tidak terkejar hingga menutup laga dengan skor 15-11.
"Kami banyak melakukan kesalahan, bahkan ada delapan kesalahan dilakukan pemain dalam satu set. Dalam pertandingan penting seperti final four ini, sedapat mungkin tidak banyak melakukan kesalahan kalau ingin menang," kata Bulent.
Mengenai penampilan Irina Voronkova yang baru bergabung dengan tim hanya beberapa jam sebelum pertandingan, Bulent mengatakan pemain asal Rusia itu masih perlu adaptasi setelah bermain maraton selama tiga hari beruntun pada laga final Liga Voli China.
Kendati baru bergabung dan tidak sempat berlatih bersama timnya, Voronkova seperti tidak kelelahan dan menjadi top skor bagi Pertamina Enduro dengan mencetak 33 angka. Sementara Megawati Hangestri dan Wilma Salas masing-masing membukukan 22 angka.
"Masih ada lima pertandingan lagi dan kami akan berbenah untuk menghadapi laga berikutnya. Kami tetap optimis bisa menembus grand final," kata Manajer tim Jakarta Pertamina Enduro Widi Triyoso.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News