Masih banyak penyebab anak terserang diare, meski salah satunya adalah makanan. (Foto: Arwan Sutanto/Unsplash.com)
Masih banyak penyebab anak terserang diare, meski salah satunya adalah makanan. (Foto: Arwan Sutanto/Unsplash.com)

Penyebab Diare pada Balita

Rona diare
07 Januari 2019 15:31
Jakarta: Diare adalah salah satu penyakit yang sering dialami balita dan bisa terjadi kapan saja. Meski lazim ditemui pada bayi dan balita, diare bukan lagi penyakit yang bisa dianggap remeh.
 
Anggapan kuno kalau diare hanya terjadi karena anak makan makanan yang tidak bersih. Masih banyak penyebab anak terserang diare, meski salah satunya adalah makanan.
 
Virus yang bernama Rotavirus turut andil menyebabkan diare. Data WHO menyebutkan, 15 sampai 25 persen diare pada anak usia 6-24 bulan disebabkan oleh virus ini, dikutip dari BabyCenter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebaiknya orang tua bersabar dan lebih tenang menilai kondisi anaknya, pada dasarnya diare merupakan penyakit yang sembuh sendiri (self limiting disease), yang perlu dikhawatirkan dari diare adalah terjadinya dehidrasi.
 
Karena itu orang tua harus tahu tentang pencegahan dehidrasi dan tanda-tanda dehidrasi pada anak yang diare.
 
(Baca juga: Studi: Kakak Riskan Tularkan Flu pada Adik yang Masih Bayi)
 
Bayi dan balita yang diare membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan muntah.
 
Penyebab Diare pada Balita
(Bayi dan balita yang diare membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan muntah. Foto: janco Ferlic/Unsplash.com)
 
Pemberian cairan yang tepat dengan jumlah memadai merupakan modal utama mencegah dehidrasi. Cairan harus diberikan sedikit demi sedikit dengan frekuensi sesering mungkin.
 
Selain pemberian cairan, pemberian ASI maupun makanan pendamping ASI harus tetap dilanjutkan agar anak tidak jatuh dalam keadaan kurang gizi dan pertumbuhannya tidak terganggu.
 
Sebaliknya, larutan-larutan yang hiperosmoler karena kandungan gulanya tinggi tidak boleh diberikan, contohnya adalah teh yang sangat manis, soft drink serta minuman buah komersial yang manis.
 
Jika balita terkena diare, apakah butuh antibiotik dan antidiare? Antibiotik tidak rutin diberikan, karena saat ini lebih sering diberikan sejenis probiotik yang dicampurkan dalam cairan atau makanan anak.
 
Tujuan pemberian probiotik adalah memperbanyak kuman yang baik sehingga dapat mempersingkat episode diare.
 
Dan sejauh ini seperti dilansir dari Babycenter, pemberian obat antidiare pada anak dapat berisiko menimbulkan efek samping yang cukup berbahaya.
 
Risiko tersebut dapat berupa mual, muntah bahkan yang cukup berat, timbulnya ileus paralitik (gangguan pada usus) yang dapat berakibat sangat fatal, bahkan tidak jarang membutuhkan pembedahan. Untuk itu perlu konsultasi dengan dokter anak jika gejala tak membaik.
 

Maria Fransiska
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif