Peneliti menyebutkan, makanan sehat dapat membantu pengobatan penderita HIV dan diabetes tipe 2.
Menurutnya, program diet ini dirancang untuk mengevaluasi apakah penderita mendapatkan pengobatan medis yang tepat, serta gizi komprehensif yang dapat meningkatkan kesehatan penderita.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
(Baca juga: Rapid Test, Strategi Pencegahan Penyebaran HIV)

"Kami melihat kemajuan yang cukup signifikas dalam asupan makanan yang dijaga dan hasilnya yang berkenaan dengan tiga mekanisme yang mana kami telah anjurkan. Sebab, makanan yang tidak aman dapat berefek pada nutrisi, kesehatan mental, dan perilaku pada penderita HIV dan diabates," kata Kartika Palar dari University of California, San Francisco.
"Kami melihat perbaikan dalam hal depresi-suatu tekanan yang dimiliki oleh penderita diabetes, seimbang antara asupan makanan dan kesehatan juga pengobatan HIV," tambah Palar.
Dalam studinya, peneliti melibatkan 52 peserta yang menerapkan kontrol gula maksimal, mengurangi jumlah kunjungan rawat inap.Selain itu, peneliti juga mengamati asupan makanan yang dikonsumsi oleh peserta selama enam bulan. Bagi penderita HIV, peneliti melihat kecenderungan kepatuhan menjalani terapi antiretroviral meningkat 47-70 persen.
Kemudian, tim peneliti memberikan peserta daftar asupan makanan berdasarkan diet mediterania dua kali dalam seminggu.
Daftar makanan pada umumnya diisi dengan buah-buahan segar, sayuran, protein tanpa lemak, lemak sehat seperti minyak zaitun, dan biji-bijian.
"Studi ini menyoroti peranan penting dari dukungan organisasi-komunitas berbasis makanan, yang bisa memainkan peranan dan dukungan bagi manusia lainnya terutama bagi populasi yang sakit kronis yang sangat berjuang untuk mendapatkan kebutuhan dasarnya," kata peneliti senior Sheri Weiser.
"Studi ini menyoroti peran penting organisasi pendukung yang berbasis makanan di masyarakat, dan ini dapat mendukung kesehatan dan kesejahteraan para penderita yang sakit kronis yang berjuang untuk membeli kebutuhan dasar yaitu makanan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
