Menurut American Cancer Society, menstruasi yang menjadi lebih lama dan berat, dan perdarahan vagina yang abnormal, dapat menjadi tanda-tanda kanker serviks. (Foto: Alexander Dummer/Pexels)
Menurut American Cancer Society, menstruasi yang menjadi lebih lama dan berat, dan perdarahan vagina yang abnormal, dapat menjadi tanda-tanda kanker serviks. (Foto: Alexander Dummer/Pexels)

Penyebab Adanya Gumpalan Darah saat Menstruasi

Rona haid
Raka Lestari • 03 Juli 2019 17:20
Meski gumpalan darah keluar saat menstruasi merupakan hal yang umum, ada kalanya Anda mesti cari tahu ketika gumpalan darah itu terlalu banyak keluar. Mungkin saja berpotensi adanya masalah kesehatan, seperti gara-gara fibroid dan polip.
 

Jakarta: Gumpalan darah yang keluar saat menstruasi merupakan hal yang wajar terjadi. Biasanya berbentuk padat, seperti agar-agar, dengan warna merah yang gelap atau cerah.
 
Situasi ini terjadi tatkala menstruasi sedang banyak-banyaknya. Dan, meskipun gumpalan darah yang keluar saat menstruasi terlihat seperti sesuatu yang membahayakan, sebaiknya Anda tidak perlu panik karena pada umumnya itu hanyalah darah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Gumpalan darah tergantung pada ukuran, frekuensi dan kram atau nyeri yang menyertai pada umumnya hal yang normal," ujar Jane van Dis, Kebidanan atau ginekologi dan direktur medis, Maven Clinic.
 
Jika Anda mendapati gumpalan darah yang sangat banyak setiap menstruasi, sebaiknya periksakan ke dokter. Mungkin saja berpotensi adanya masalah kesehatan seperti di bawah ini:

Fibroid dan polip pada uterus

Fibroid uterus adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam Rahim. Terkadang itu bisa menyebabkan rasa sakit fisik pada perut dan selama aktivitas seksual, tekanan pada kandung kemih, dan periode menstruasi yang berat dan lama.
 
Sedangkan polip merupakan pertumbuhan kecil dan lunak pada lapisan uterus yang dapat menjadi ganas dalam beberapa kasus. Kondisi ini juga menyebabkan terjadinya gumpalan darah ketika menstruasi dan siklus menstruasi yang tidak teratur.

Alat kontrasepsi

"Ketika mengalami perubahan hormonal misalnya metode kontrasepsi baru atau penghentian metode kontrasepsi hormonal, itu dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi, yang mengakibatkan peningkatan gumpalan," terang van Dis.
 
Ia mengatakan bahwa hampir setiap jenis KB dapat menyebabkan beberapa orang mengalami peningkatan perdarahan menstruasi.

Lesi pra kanker atau kanker

"Kadang-kadang lesi prakanker atau kanker pada rahim dan serviks dapat menyebabkan peningkatan aliran darah dan gumpalan," ujar van Dis.
 
Menurut American Cancer Society, menstruasi yang menjadi lebih lama dan berat, dan perdarahan vagina yang abnormal, dapat menjadi tanda-tanda kanker serviks.
 
"Paling sering, peningkatan perdarahan dengan gumpalan darah bersifat jinak. Tetapi Anda tidak bisa tahu pasti sampai Anda berkonsultasi dengan bidan dan ginekologi Anda, jadi pastikan untuk memeriksanya jika perdarahan baru-baru terjadi dan berat," terang van Dis.

Gumpalan darah abnormal

"Penyebab pembekuan darah yang jarang adalah gangguan pendarahan, seperti penyakit von Willebrand," catat van Dis.
 
Gangguan ini umumnya turun temurun, dan mungkin melibatkan gejala lain. Seperti sering memar dan mimisan. Untungnya, kondisi ini dapat dikontrol dengan obat-obatan.
 
Mengenal Gejala Fisik & Emosional Saat PMS

 
(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif