Jika Anda mengalami silent stroke, Anda mungkin tidak akan mengetahuinya kecuali Anda menjalani scan pada otak. (Foto: Marcelo Leal/Unsplash.com)
Jika Anda mengalami silent stroke, Anda mungkin tidak akan mengetahuinya kecuali Anda menjalani scan pada otak. (Foto: Marcelo Leal/Unsplash.com)

Hal yang Perlu Diketahui dari Silent Stroke

Rona stroke silent stroke
Sunnaholomi Halakrispen • 16 Februari 2020 08:00
Jakarta: Beberapa orang mengalami stroke tanpa menyadarinya, silent stroke tidak memiliki gejala yang mudah dikenali atau Anda tidak mengingatnya. Tetapi silent stroke menyebabkan kerusakan permanen di otak Anda. 
 
Jika Anda mengalami lebih dari satu silent stroke, Anda mungkin memiliki masalah pemikiran dan memori. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan stroke yang lebih parah.
 
Jika Anda mengalami silent stroke, Anda mungkin tidak akan mengetahuinya kecuali Anda menjalani scan pada otak dan dijelaskan adanya kerusakan yang muncul. Anda mungkin memiliki sedikit masalah memori atau sedikit kesulitan untuk berkeliling. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari WebMD, seorang dokter dapat melihat tanda-tanda silent stroke tanpa pengujian, namun tak semua dokter. 
 
Sebuah penelitian dilakukan terhadap orang paruh baya. Tanpa tanda-tanda stroke yang jelas, ditemukan bahwa sekitar 10 persen dari mereka memiliki kerusakan otak.
 
Hal yang Perlu Diketahui dari Silent Stroke
(Perubahan cara hidup Anda dapat membantu menurunkan peluang Anda terkena stroke dan penyakit jantung. Foto: Pexels.com)
 
Kerusakan yang terjadi ialah permanen, tetapi terapi bisa membantu merangsang bagian lain dari otak. Sehingga, Anda mendapatkan kembali sejumlah kemampuan yang telah melemah.
 
Peluang Anda terkena stroke meningkat jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau detak jantung tidak teratur. Namun, Anda bisa mencegahnya dengan sejumlah tindakan. 
 
Penekanannya, perubahan cara hidup Anda dapat membantu menurunkan peluang Anda terkena stroke dan penyakit jantung. Maka demikian, buatlah rencana untuk menerapkan kebiasaan sehat.
 
Di antaranya, perhatikan tekanan darah Anda dan kendalikan jika mulai terlalu tinggi. Kemudian, periksa kolesterol Anda secara rutin. Jaga juga gula darah Anda pada tingkat yang tepat.
 
Jika Anda merokok, berhentilah segera. Makan makanan sehat yang mencakup banyak buah-buahan segar, sayuran, dan biji-bijian. Kurangi lemak jenuh, misalnya, daging merah.
 
Selain itu, kurangi juga mengonsumsi garam dan gula. Jangan lupa untuk melakukan olahraga secara teratur agar kualitas fisik tetap terjaga. Lalu, pertahankan berat badan yang sehat.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif