NEWSTICKER
Dr. dr. Sukamto, Sp.PD, K-AI. (Foto: Kumara/Medcom.id)
Dr. dr. Sukamto, Sp.PD, K-AI. (Foto: Kumara/Medcom.id)

Mengapa Gejala Hepatitis A Berbeda-beda pada Setiap Orang?

Rona hepatitis a
Kumara Anggita • 20 Desember 2019 14:19
Jakarta: Menurut Dr. dr. Sukamto, Sp.PD, K-AI, gejala hepatitis A sulit untuk diidentifikasi. Sebab, gejalanya mirip dengan hepatitis lain yang diakibatkan oleh virus.
 
Dokter Sukamto yang juga merupakan Direktur Pelayanan Sekunder dan Unggulan, Rumah Sakit Universitas Indonesia ini, mengatakan gejala hepatitis pada umumnya adalah deman, keletihan atau malaise, hilang nafsu makan, diare, mual, rasa tidak nyaman pada perut, dan sakit kuning (warna kulit dan sklera mata berubah kuning, urin gelap dan feses pucat).
 
"Tidak semua orang yang terinfeksi akan menunjukkan gejala-gejala tersebut. Orang dewasa lebih sering menampilkan gejala dibandingkan dengan anak-anak, dan keparahan penyakit akan meningkat pada kelompok usia lebih tua," ujar Dokter Sukamto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara Dr. Nina Dwi Putri, Sp.A-K, MSc, Spesialis Dokter Anak Rumah Sakit Universitas Indonesia menambahkan bahwa, perbedaan gejala tersebut terjadi karena berbagai faktor.
 
“Bergejala dan tak bergejala tergantung kekebalan tubuh masing-masing. Dilihat dari jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh, faktor berada di lingkungan dan lain-lain. Makin berada pada lingkungan, paparan (hepatitis A), makin tinggi virulesni, dan lain-lain, maka makin banyak dia bermanifestasi,” ungkap Dokter Nina.
 
Penyakit ini jarang bersifat fatal, namun bila sudah terjangkit, setidaknya Anda harus istirahat dalam waktu yang cukup lama. Ini karena masa inkubasi hepatitis A berentang 15-50 hari dan biasanya 14-28 hari.
 
Dokter Nina dan Dokter Sukamto sama-sama menganjurkan agar masyarakat mendapatkan vaksin hepatitis A.
 
“Vaksinasi memicu kekebalan spesifik di dalam tubuh seorang anak, sehingga mampu melawan penyakit-penyakit yang berbahaya, mencegah sakit berat, kecacaran, dan kematian serta mencegah penularan ke teman-teman disekitarnya," terang Dokter Nina.
 
Jadi vaksinasi selain bermanfaat untuk anak-anak juga bermanfaat untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang tua, adik, kakak dan anak-anak lain di sekitarnya. Vaksin Hepatitis A sudah dapat diberikan pada anak sejak usia dua tahun.
 
 “Vaksinasi hepatitis A adalah cara yang aman dan efektif untuk mencegah infeksi. Orang yang beresiko tinggi terkena hepatitis A dan orang yang berisiko tinggi mengalami konsekuensi negatif parah harus berdiskusi dengan dokter mengenai vaksinasi hepatitis A demi perlindungan diri,” ujar Dokter Sukamto.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif