Subang: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Hasilnya juga sudah kelihatan dengan pertumbuhan populasi kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke belakang.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan pasar kendaraan listrik Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga April 2026, populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai sekitar 486 ribu unit.
Dari jumlah tersebut, kendaraan listrik roda dua mencapai sekitar 242 ribu unit, sedangkan kendaraan listrik roda empat sekitar 223 ribu unit. Sisanya berasal dari berbagai jenis kendaraan listrik lainnya.
Pertumbuhan kendaraan elektrifikasi juga terlihat pada pasar kendaraan roda empat. Pada semester I 2026, penjualan Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia mencapai sekitar 70 ribu unit, dengan pangsa pasar sekitar 16 persen.
Sementara itu, penjualan Hybrid Electric Vehicle (HEV) mencapai sekitar 40.400 unit, dengan pangsa pasar mendekati 10 persen.
Baca Juga:
Li Mega Facelift, Interiornya Disulap Jadi Ruang Tamu Berjalan
Menurut Agus peningkatan pangsa kendaraan elektrifikasi menunjukkan semakin kuatnya penerimaan konsumen Indonesia terhadap teknologi kendaraan rendah emisi.
“Besarnya pangsa kendaraan elektrifikasi menunjukkan penerimaan konsumen Indonesia terhadap teknologi kendaraan rendah emisi semakin kuat. Karena itu, pemerintah terus menghadirkan kebijakan afirmatif yang tidak hanya bertujuan membangun pasar, tetapi juga memperkuat struktur industri dan kapasitas produksi di dalam negeri,” jelas Agus dalam sambutannya pada peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia di Subang, Kamis (3/9/2026)..
BYD Resmikan Pabrik di Subang Jawa Barat
Di sisi lain, BYD baru saja meresmikan pabriknya di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi maksimal hingga 150.000 unit per tahun. Agus menyampaikan kehadiran fasilitas produksi BYD merupakan momentum strategis untuk membawa perkembangan kendaraan listrik di Indonesia dari fase pertumbuhan pasar menuju penguatan basis manufaktur dan pendalaman struktur industri di dalam negeri.
“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BYD atas kepercayaan dan komitmennya untuk berinvestasi serta mengembangkan kegiatan manufaktur kendaraan listrik di Indonesia. Kami sangat yakin BYD akan terus berkembang dan sukses di Indonesia,” kata Agus.
Subang: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan ekosistem
kendaraan listrik nasional. Hasilnya juga sudah kelihatan dengan pertumbuhan populasi kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke belakang.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan pasar kendaraan listrik Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga April 2026, populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai sekitar 486 ribu unit.
Dari jumlah tersebut, kendaraan listrik roda dua mencapai sekitar 242 ribu unit, sedangkan kendaraan listrik roda empat sekitar 223 ribu unit. Sisanya berasal dari berbagai jenis kendaraan listrik lainnya.
Pertumbuhan kendaraan elektrifikasi juga terlihat pada pasar kendaraan roda empat. Pada semester I 2026, penjualan Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia mencapai sekitar 70 ribu unit, dengan pangsa pasar sekitar 16 persen.
Sementara itu, penjualan Hybrid Electric Vehicle (HEV) mencapai sekitar 40.400 unit, dengan pangsa pasar mendekati 10 persen.
Menurut Agus peningkatan pangsa kendaraan elektrifikasi menunjukkan semakin kuatnya penerimaan konsumen Indonesia terhadap teknologi kendaraan rendah emisi.
“Besarnya pangsa kendaraan elektrifikasi menunjukkan penerimaan konsumen Indonesia terhadap teknologi kendaraan rendah emisi semakin kuat. Karena itu, pemerintah terus menghadirkan kebijakan afirmatif yang tidak hanya bertujuan membangun pasar, tetapi juga memperkuat struktur industri dan kapasitas produksi di dalam negeri,” jelas Agus dalam sambutannya pada peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia di Subang, Kamis (3/9/2026)..
BYD Resmikan Pabrik di Subang Jawa Barat
Di sisi lain, BYD baru saja meresmikan pabriknya di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi maksimal hingga 150.000 unit per tahun. Agus menyampaikan kehadiran fasilitas produksi BYD merupakan momentum strategis untuk membawa perkembangan kendaraan listrik di Indonesia dari fase pertumbuhan pasar menuju penguatan basis manufaktur dan pendalaman struktur industri di dalam negeri.
“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BYD atas kepercayaan dan komitmennya untuk berinvestasi serta mengembangkan kegiatan manufaktur kendaraan listrik di Indonesia. Kami sangat yakin BYD akan terus berkembang dan sukses di Indonesia,” kata Agus.
(UDA)