Dari total tersebut, sebanyak 3,43 juta unit merupakan kendaraan energi baru atau new energy vehicles (NEV), meningkat 70 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 16 persen pada 2024, seperti dikutip dari Carnewschina.
10 Negara Tujuan Ekspor Kendaraan China 2025
Berikut daftar 10 negara pengimpor kendaraan China pada 2025:- Meksiko – 625.187 unit
- Rusia – 582.738 unit
- Uni Emirat Arab (UEA) – 571.937 unit
- Inggris (UK) – 335.551 unit
- Brasil – 322.076 unit
- Arab Saudi – 302.189 unit
- Belgia – 300.103 unit
- Australia – 297.382 unit
- Filipina – 256.681 unit
- Kazakhstan – 211.545 unit
Pada periode 2023–2024, pasar utama ekspor kendaraan China didominasi Rusia, Meksiko, Belgia, Australia, Arab Saudi, dan Inggris. Namun pada 2025 terjadi perubahan struktur pasar.
Baca Juga:
IMX Hub Bandung, Jadi Tempat Kongkow Penggemar Modifikasi Mobil
Meksiko naik ke posisi teratas sebagai negara tujuan ekspor terbesar. Sementara itu, ekspor ke Uni Emirat Arab meningkat signifikan dan bahkan sempat menempati posisi teratas pada Desember 2025. Kinerja ekspor ke Inggris juga tercatat positif, Australia relatif stabil, sedangkan Brasil mengalami penurunan secara tahunan.
10 Negara Pengimpor NEV China 2025
Dalam kategori kendaraan energi baru (NEV), berikut daftar 10 negara pengimpor terbesar:- Belgia – 284.921 unit
- Inggris (UK) – 231.181 unit
- Meksiko – 221.027 unit
- Brasil – 200.825 unit
- Filipina – 200.544 unit
- Uni Emirat Arab (UEA) – 191.946 unit
- Thailand – 151.633 unit
- Australia – 145.781 unit
- Indonesia – 126.536 unit
- India – 102.691 unit
Belgia menjadi pasar terbesar untuk NEV asal China, diikuti Inggris dan Meksiko. Menariknya, Thailand, Indonesia, dan India masuk dalam daftar 10 besar pengimpor NEV China meski tidak termasuk dalam 10 besar pengimpor kendaraan China secara keseluruhan.
Baca Juga:
Toyota 86 dari Indonesia Bakal Mejeng di Osaka Auto Messe 2026
Komposisi Ekspor: NEV Makin Dominan
Secara komposisi, kendaraan listrik murni menyumbang 28 persen dari total ekspor kendaraan China (naik 2 persen secara tahunan). Plug-in hybrid vehicle (PHEV) berkontribusi 13 persen (naik 8 persen), sementara hybrid konvensional sebesar 6 persen (naik 2 persen).Sebaliknya, kendaraan berbahan bakar bensin konvensional menyumbang 43 persen dari total ekspor, namun turun 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Data ini menunjukkan pergeseran struktur ekspor China menuju elektrifikasi, dengan pertumbuhan signifikan di segmen NEV.
Pola Musiman dan Dampak Tarif
Dalam beberapa tahun terakhir, ekspor kendaraan China menunjukkan pola musiman dengan volume lebih tinggi pada musim panas, berbeda dengan tren domestik.Pada Januari 2025, pertumbuhan ekspor tercatat kuat. Namun, periode Februari hingga April mengalami perlambatan akibat dampak tarif yang diberlakukan Amerika Serikat. Setelah itu, ekspor kembali pulih pada Mei hingga November.
Menjelang akhir tahun, terjadi dorongan ekspor mobil bekas pada Desember yang turut memperkuat capaian tahunan.
Secara keseluruhan, kinerja ekspor 2025 memperlihatkan diversifikasi pasar yang semakin luas dan akselerasi penetrasi kendaraan energi baru di berbagai negara, termasuk kawasan Asia Tenggara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News