Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Hadiah OSN 2026 Turun Drastis, Mendikdasmen: Juara Dapat Prioritas di Beasiswa LPDP

Ilham Pratama Putra • 04 September 2026 16:42
Ringkasnya gini..
  • Abdul Mu'ti mengakui anggaran Puspresnas mengalami pengurangan signifikan, yang berdampak pada hadiah bagi siswa berprestasi.
  • Kemendikdasmen tengah mencari sumber pendanaan lain agar anggaran hadiah OSN dapat ditambah.
  • Mu'ti menekankan juara OSN juga mendapat prioritas beasiswa LPDP, yang dinilai memiliki manfaat dan nilai lebih besar dalam jangka panjang.
Jakarta: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengakui adanya pengurangan anggaran yang signifikan di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Kondisi tersebut berdampak pada nominal hadiah bagi para peraih prestasi pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026.

Untuk itu pemerintah tengah mencari skema baru agar anggaran untuk hadiah para siswa berprestasi dapat ditambah. Misalnya dengan mencari sumber pendanaan lain untuk siswa berprestasi

"Memang ada pengurangan anggaran yang signifikan untuk Puspresnas, tapi kami sedang mencari skema supaya anggarannya dapat digunakan dari sumber-sumber lain sehingga anggaran hadiahnya dapat ditambah," kata Mu'ti di Jakarta, Jumat 4 September 2026.
Belakangan, nominal hadiah OSN 2026 menjadi sorotan karena disebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hadiah bagi peraih medali emas yang sebelumnya mencapai Rp15 juta disebut kini hanya Rp3 juta. 

Sementara hadiah medali perak turun dari Rp10 juta menjadi Rp2 juta. Adapun hadiah untuk peraih medali perunggu turun dari Rp5 juta menjadi Rp1 juta.

Meski demikian, Mu'ti meminta penghargaan terhadap siswa berprestasi tidak hanya dilihat dari besaran uang hadiah yang diterima. Menurut dia, para juara kompetisi juga memiliki kesempatan mendapatkan prioritas dalam program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

"Jangan dilihat penghargaannya hanya dari sisi hadiahnya, ya. Karena mereka yang juara juga dapat prioritas untuk beasiswa dari LPDP yang itu menurut saya jauh lebih bermakna dari sebatas uang itu," ujar Mu'ti.

Menurut dia, nilai beasiswa yang dapat diperoleh para siswa berprestasi jauh lebih besar dan memberikan manfaat jangka panjang, jika dibandingkan uang pembinaan yang diterima setelah memenangkan kompetisi. "Tentu uang penting, tetapi beasiswa menurut saya jauh lebih penting dan itu nilainya sangat besar," jelas dia.

Mu'ti menegaskan keterbatasan anggaran bukan berarti pemerintah mengabaikan prestasi para pelajar Indonesia. Pemerintah, kata dia, tetap berupaya menyediakan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan prestasi di berbagai bidang.

"Ini memang bukan berarti kami tidak mendukung prestasi, tapi kami berusaha dengan dana yang memang sangat terbatas tetap bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak kita untuk berprestasi, untuk dapat meningkatkan kemampuannya," kata Mu'ti.

Mu'ti juga menyampaikan permohonan maaf apabila nominal hadiah yang diberikan belum sesuai dengan harapan para siswa dan masyarakat. "Dan mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar seperti yang diharapkan," pungkasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan