Mengurangi Gejala Menopause dengan Makan Buah dan Sayur

Torie Natalova 03 Desember 2018 06:54 WIB
menopause
Mengurangi Gejala Menopause dengan Makan Buah dan Sayur
Saat wanita mulai memasuki usia 40 atau 50 tahun, mereka harus bersiap menghadapi menopause. (Foto: Hector Bermudez/Unsplash.com)
Jakarta: Saat wanita mulai memasuki usia 40 atau 50 tahun, mereka harus bersiap menghadapi menopause yaitu proses berhentinya haid akibat perubahan hormon.

Rasa tidak nyaman akan muncul ketika masa menopause tiba seperti perubahan suasana hati, kenaikan berat badan, rasa panas hingga kedinginan.

Salah satu diet atau pola makan diyakini dapat mengurangi gejala yang dialami selama menopause.


Sebuah penelitian di Iran terhadap 400 wanita usia pertengahan 50 tahun, menemukan bahwa wanita yang makan banyak buah dan sayuran mungkin mengalami gejala mental dan menopause yang lebih sedikit daripada mereka yang makan lebih banyak makanan manis, lemak dan camilan yang tidak sehat.

Penelitian dilakukan pada wanita yang sudah melewati masa menopause, mendokumentasikan kebiasaan makan mereka dan pengalamannya selama mengalami perubahan seperti hot flushes, keringat di malam hari, masalah kandung kemih dan masalah sendi.


(Salah satu diet atau pola makan diyakini dapat mengurangi gejala yang dialami selama menopause. Foto: Jannis Brandt/Unsplash.com)

(Baca juga: Tiga Tahapan Menopause)

Dalam penelitian ditemukan bahwa wanita yang paling banyak mengonsumsi sayuran, terutama sayuran hijau, memiliki gejala yang lebih sedikit terkait menopause, dibanding wanita yang sedikit mengonsumsi buah dan sayuran.

Di sisi lain, wanita yang mengonsumsi makanan paling berlemak mengalami gejala menopause paling banyak baik secara mental maupun fisik. Obesitas, kurang olahraga, merokok, makan tinggi lemak, berkaitan erat dengan tingkat keparahan gejala menopause.

Buah-buahan dan sayuran mengandung lemak rendah dan merupakan sumber mikronutrien, antioksidan, membantu tubuh menurunkan peradangan dan menjaga berat badan tetap sehat selama menopause. 

Selain itu, karena buah dan sayuran kaya serat, mereka dapat menstabilkan metabolisme estrogen, mengurangi gejala menopause terutama perubahan suasana hati.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id