Manfaat Rutin Berjalan Kaki Pasca Stroke

Sri Yanti Nainggolan 21 September 2018 16:59 WIB
stroke
Manfaat Rutin Berjalan Kaki Pasca Stroke
Mempertahankan atau meningkatkan aktivitas fisik seperti berjalan saat usia senja dapat meningkatkan kesehatan elektrik jantung. (Foto: Renata Fraga/Unsplash.com)
Jakarta: Aktivitas fisik secara rutin disarankan bagi mereka yang pernah mengalami stroke, yang umumnya didominasi usia lansia. Tak perlu olahraga serius, bahkan berjalan kaki secara teratur tiap hari dapat menurunkan risiko kerusakan akibat gangguan saraf tersebut. 

Tak hanya mudah dan murah, berikut adalah beberapa bukti bahwa berjalan kaki memberi banyak manfaat kesehatan bagi mereka yang pernah mengalami stroke.

1. Fungsi otak lebih baik
Sebuah studi dari Universitas Boston menyatakan bahwa berjalan berhubungan dengan peningkatan fungsi otak dan memori pada lansia, yang merupakan ciri pada penyakit Alzheimer. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan yang berkaitan dengan usia dalam kinerja memori dan aktivitas otak sangat tergantung pada tingkat kebugaran individu. 


Orang lansia yang berjalan memiliki tingkat kebugaran jantung, kinerja ingatan, dan pola aktivitas otak yang lebih baik dibandingkan teman sebaya yang jarang bergerak. 

(Baca juga: Enam Gejala Stroke yang Seringkali Diabaikan)


(Mempertahankan atau meningkatkan aktivitas fisik seperti berjalan saat usia senja dapat meningkatkan kesehatan elektrik jantung dan menurunkan risiko serangan jantung. Foto: Arturo Castaneyra/Unsplash.com)

2. Risiko Alzheimer lebih kecil
Hasil analisis yang dilakukan oleh UCLA menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fisik seperti berjalan berkorelasi dengan volume otak yang lebih besar di lobus frontal, temporal, dan parietal termasuk hippocampus. Individu yang mengalami peningkatan aktivitas fisik berisiko 50 persen lebih kecil terkena demensia Alzheimer.

3. Turunkan risiko osteoarthritis
Kurangnya berjalan adalah salah satu faktor risiko utama osteoarthritis, sejenis radang sendi yang lebih sering terjadi pada orang tua karena pemakaian jangka panjang dan robeknya tulang rawan di ujung tulang yang membentuk persendian, terutama sendi yang menahan beban seperti lutut.

4. Irama jantung teratur
Mempertahankan atau meningkatkan aktivitas fisik seperti berjalan saat usia senja dapat meningkatkan kesehatan elektrik jantung dan menurunkan risiko serangan jantung. 

Sebuah penelitian dari Harvard School of Public Health di Boston menemukan bahwa orang-orang yang berjalan lebih cepat dan memiliki waktu luang yang lebih aktif secara fisik cenderung memiliki irama jantung yabg teratur dan variabilitas detak jantung lebih besar daripada mereka yang kurang aktif.

5. Memadatkan tulang
Latihan aerobik seperti berjalan kaki dapat membantu mengurangi peradangan pada sendi, nyeri dan nyeri dan juga meningkatkan kepadatan mineral tulang dari tulang belakang pada wanita pascamenopause.





(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id