Berikut ini adalah tips untuk menangani sakit kepala yang disebabkan oleh alat kontrasepsi. (Foto: Pexels.com)
Berikut ini adalah tips untuk menangani sakit kepala yang disebabkan oleh alat kontrasepsi. (Foto: Pexels.com)

Tips Penanganan Saat Alat Kontrasepsi Sebabkan Sakit Kepala

Rona kesehatan keluarga berencana
Sunnaholomi Halakrispen • 23 Agustus 2020 08:00
Jakarta: Pemakaian alat kontrasepsi untuk keperluan KB (keluarga berencana) bisa menyebabkan sakit kepala ataupun tidak, tergantung pada masing-masing orang. Namun, apa yang dapat dilakukan jika menurut alat kontrasepsi membuat Anda sakit kepala?
 
Dikutip dari Medical News Today, sakit kepala biasanya bukan pertanda masalah medis yang serius. Namun, penting untuk menemui dokter tentang gejala baru apa pun yang Anda alami.
 
Sebab, seorang profesional medis atau tenaga kesehatan dapat mendiagnosis penyebab sakit kepala. Selain itu, juga membantu seseorang untuk memutuskan apakah jenis kontrasepsi tertentu dapat mengurangi frekuensi atau tingkat keparahannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat mengidentifikasi penyebab sakit kepala, ada baiknya membuat jurnal atau catatan mengenai sakit kepala. Sakit kepala mungkin tidak terkait dengan kontrasepsi hormonal, atau mungkin terjadi akibat penurunan estrogen yang tiba-tiba, bukan karena efek samping pil. Juga kapan terjadinya sakit kepala mulai.
 
Jurnal yang telah dibuat itu bisa dipelajari untuk memahami perkembangan diri. Selain itu, mencatat sakit kepala selama satu siklus menstruasi penuh juga dapat memberi dokter gambaran gejala yang lengkap.
 
 

 
Di sisi lain, Holly Ernst, P.A menulis sangat jarang sakit kepala bisa menandakan masalah yang mengancam jiwa, seperti stroke. Namun, Anda perlu mencari perawatan medis darurat ketika muncul sakit kepala yang sangat parah dan berbeda dari sakit kepala sebelumnya. 
 
Kemudian, ketika terjadi dengan kebingungan atau kehilangan kesadaran. Juga saat sakit kepala disertai dengan kelumpuhan wajah atau senyum yang bengkok.
 
Perhatikan juga ketika terjadi dengan kelemahan atau kesulitan mengangkat kedua lengan. Bagi orang yang mengalami migrain dan peningkatan risiko stroke, gejala tambahan mungkin memerlukan perawatan darurat. Pastikan kepada dokter tentang detail kondisi Anda.
 
Sementara itu, bagi penderita migrain penting untuk mempertimbangkan risiko dan manfaat kontrasepsi hormonal. Banyak orang lebih suka menggunakan pil yang hanya mengandung progestin. Bebas dari estrogen, mereka tidak membawa risiko yang sama. 
 
Sejumlah orang lainnya memilih pil yang mengandung estrogen tingkat rendah. Pil bebas estrogen dan rendah estrogen juga dapat menurunkan risiko efek samping lain.
 
Beberapa orang di Amerika Serikat salah mengira sakit kepala parah sebagai migrain. Maka, penting untuk menerima diagnosis dokter, agar dapat mengetahui pengobatan mana yang lebih baik. Sebelum memutuskan apa pun ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan Anda terdekat di rumah Anda.
 
(TIN)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif