FITNESS & HEALTH
Operasi Lancar tapi Mental Down? Wajib Kenali Depresi Pasca-Operasi
Yatin Suleha
Senin 27 Juli 2026 / 22:28
- Banyak orang biasanya cuma fokus sama penyembuhan luka jaitan atau kondisi fisik aja, padahal kesehatan mental setelah operasi itu sama pentingnya.
- Menurut psikolog Deborah Serani dari Psychology Today, wajar banget kalau kamu ngerasa cemas, takut, atau gampang moody.
- Jangan sepelekkan mental setelah operasi! Yuk, kenali tanda-tanda depresi pasca-bedah berikut!
Jakarta: Banyak orang biasanya cuma fokus sama penyembuhan luka jaitan atau kondisi fisik aja, padahal kesehatan mental setelah meja operasi itu sama pentingnya.
Menurut psikolog Deborah Serani dari Psychology Today, wajar banget kalau kamu ngerasa cemas, takut, atau gampang moody baik sebelum maupun sesudah operasi.
Sebelum naik meja operasi, biasanya dokter bakal ngajak kamu dan keluarga buat nimbang-nimbang untung-ruginya.
Di sini penting banget buat tahu faktor risiko (kayak punya riwayat diabetes, darah tinggi, atau gangguan mental yang bikin proses pemulihan jadi lebih PR) serta faktor ketahanan (kayak dukungan keluarga serumah atau support system yang kuat).
.jpg)
(Depresi pasca-operasi (atau post-surgery depression) adalah jenis depresi situasional yang bisa dialami seseorang setelah menjalani prosedur pembedahan atau operasi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Kondisi ini masuk dalam kategori depresi situasional yang bisa muncul setelah seseorang menjalani tindakan bedah. Gangguan ini gak selalu langsung datang pas selesai operasi, tapi bisa aja baru muncul sampai setahun kemudian kalau pengalaman operasinya ninggalin trauma tersendiri.
Meskipun sering banget dibahas di kasus operasi jantung atau tulang (ortopedi), kondisi ini sebenarnya bisa dialami siapa aja yang baru ngejalanin operasi besar.
Sayangnya, gejalanya sering gak disadari karena dianggap sebagai capek biasa pasca-operasi. Yuk, kenali beberapa tandanya di bawah ini:
- Suka ketiduran terus atau malah susah tidur (insomnia)
- Gampang emosi atau sewot
- Ngerasa capek berkepanjangan
- Hilang minat sama hal-hal yang tadinya disukai
- Sering ngerasa gak berdaya dan putus asa
- Nafsu makan drastis menurun
Cara mengatasi depresi pasca-operasi dapat dilakukan dengan dukungan psikososial, gaya hidup sehat, dan bantuan medis profesional. Kondisi ini sering muncul akibat efek obat bius, rasa nyeri, atau stres pemulihan.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Menurut psikolog Deborah Serani dari Psychology Today, wajar banget kalau kamu ngerasa cemas, takut, atau gampang moody baik sebelum maupun sesudah operasi.
Sebelum naik meja operasi, biasanya dokter bakal ngajak kamu dan keluarga buat nimbang-nimbang untung-ruginya.
Di sini penting banget buat tahu faktor risiko (kayak punya riwayat diabetes, darah tinggi, atau gangguan mental yang bikin proses pemulihan jadi lebih PR) serta faktor ketahanan (kayak dukungan keluarga serumah atau support system yang kuat).
Sebenarnya, apa sih depresi pasca-operasi itu?
.jpg)
(Depresi pasca-operasi (atau post-surgery depression) adalah jenis depresi situasional yang bisa dialami seseorang setelah menjalani prosedur pembedahan atau operasi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Kondisi ini masuk dalam kategori depresi situasional yang bisa muncul setelah seseorang menjalani tindakan bedah. Gangguan ini gak selalu langsung datang pas selesai operasi, tapi bisa aja baru muncul sampai setahun kemudian kalau pengalaman operasinya ninggalin trauma tersendiri.
Meskipun sering banget dibahas di kasus operasi jantung atau tulang (ortopedi), kondisi ini sebenarnya bisa dialami siapa aja yang baru ngejalanin operasi besar.
Sayangnya, gejalanya sering gak disadari karena dianggap sebagai capek biasa pasca-operasi. Yuk, kenali beberapa tandanya di bawah ini:
- Suka ketiduran terus atau malah susah tidur (insomnia)
- Gampang emosi atau sewot
- Ngerasa capek berkepanjangan
- Hilang minat sama hal-hal yang tadinya disukai
- Sering ngerasa gak berdaya dan putus asa
- Nafsu makan drastis menurun
Baca Juga :
Hari Pencegahan Bunuh Diri, Menkes: 'It’s Okay Not to Be Okay, and to Reach Out for Help'
Cara mengatasi depresi pasca-operasi
Cara mengatasi depresi pasca-operasi dapat dilakukan dengan dukungan psikososial, gaya hidup sehat, dan bantuan medis profesional. Kondisi ini sering muncul akibat efek obat bius, rasa nyeri, atau stres pemulihan.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)