Kerja otak saat kondisi depresi. Foto: Science Daily
Kerja otak saat kondisi depresi. Foto: Science Daily

Studi Terbaru: Depresi Terbukti Ganggu Pembentukan Neuron Otak

Renatha Swasty • 26 Agustus 2026 13:06
Ringkasnya gini..
  • Penelitian Columbia University menemukan gangguan pembentukan neuron baru (neurogenesis) pada hippocampus penderita depresi mayor.
  • Gangguan pada hippocampus memicu peradangan seluler sehingga membuat otak kesulitan memisahkan emosi dan memori masa lalu.
  • Dampak kerusakan neurogenesis ini cenderung membuat seseorang menafsirkan pengalaman hidup secara lebih negatif.

Jakarta: Depresi ternyata tidak hanya berkaitan dengan perubahan suasana hati. Sebuah penelitian terbaru menemukan adanya perubahan pada kemampuan otak menghasilkan neuron baru pada orang dengan Major Depressive Disorder (MDD).

Temuan ini membuka pemahaman baru mengenai bagaimana depresi dapat memengaruhi fungsi otak, termasuk proses yang berkaitan dengan ingatan dan kemampuan beradaptasi terhadap pengalaman baru.
 
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons, menemukan bukti proses neurogenesis, yakni pembentukan neuron baru mengalami gangguan pada hippocampus orang dewasa dengan depresi mayor.
 
Melansir laman Science Daily, penelitian menunjukkan terdapat bagian tertentu dari otak orang dewasa yang masih memiliki kemampuan menghasilkan neuron baru, salah satunya adalah hippocampus.
  Maura Dupont, profesor psikiatri penelitian ini menyatakan hippocampus adalah wilayah otak yang memiliki peran penting untuk kemampuan manusia dalam membedakan antara memori yang mirip tetapi berbeda dan memisahkan konotasi emosional dan kenangan masa lalu serta peristiwa saat ini.

Hippocampus membangun memori emosional baru dan menunjukkan bukti peradangan dan stres seluler pada orang depresi. Temuan ini penting karena hippocampus tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan ingatan, tetapi juga kemampuan otak untuk beradaptasi terhadap pengalaman baru.
 
Gen-gen yang terkena termasuk gen yang terlibat dalam membangun koneksi baru antar neuron, mendukung komunikasi antar sel otak, memasok energi seluler, dan memindahkan material di dalam sel.
 
Kondisi depresi membuat otak berkontribusi pada kecenderungan untuk menafsirkan pengalaman secara lebih negatif. Ketika menjadi terganggu, memori individu dan emosi yang melekat padanya mungkin menjadi kurang jelas, memungkinkan pengalaman terpisah bercampur. (Adinda Kinanthi)
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan