Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Latihan Aerobik Percepat Pemulihan Pascastroke

Rona stroke
Anda Nurlaila • 27 Agustus 2019 11:04
Latihan aerobik dipercaya secara signifikan meningkatkan daya tahan dan kemampuan berjalan penderita stroke.
 
Jakarta: Serangan stroke dapat menyebabkan kecacatan terutama akibat kesulitan pergerakan anggota tubuh. Sebuah penelitian menemukan latihan aerobik secara signifikan meningkatkan daya tahan dan kemampuan berjalan penderita stroke.
 
Peneliti menganalisis 19 studi yang mencakup hampir 500 penderita stroke, berusia 54 hingga 71 tahun. Semua penderita menyelesaikan program latihan aerobik dengan struktur serupa dengan rehabilitasi jantung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para pasien melakukan dua atau tiga latihan aerobik seminggu selama sekitar tiga bulan. Berjalan adalah jenis aktivitas yang paling umum, diikuti bersepeda stasioner dan latihan aerobik campuran. Daya tahan pasien dan kecepatan berjalan diuji sebelum dan setelah mereka menyelesaikan program.
 
Secara keseluruhan, pasien mengalami perbaikan signifikan. Setelah menyelesaikan terapi, mereka berjalan rata-rata hampir setengah panjang lapangan sepak bola lebih jauh selama tes berjalan enam menit. Penderita stroke dengan gangguan gerakan ringan memperoleh hasil terbaik.
 
"Manfaat terlihat terlepas dari berapa lama sejak stroke mereka," kata pemimpin studi Elizabeth Regan, Ph.D. kandidat dalam ilmu olahraga di University of South Carolina.
 
Latihan aerobik campuran memberi hasil pemulihan tercepat, diikuti berjalan kaki, bersepeda, dan melangkah dalam posisi duduk. Studi ini dipublikasikan pada Journal of American Heart Association.
 
"Analisis kami mencakup penyintas stroke dalam rentang luas, dari kurang dari enam bulan hingga lebih dari satu tahun sejak stroke. Manfaatnya terlihat, terlepas apakah mereka memulai program latihan aerobik satu bulan atau satu tahun setelah mengalami stroke," jelas Regan dalam rilis berita jurnal seperti diberitakan WebMD.
 
Terapi fisik yang diberikan pada pasien stroke fokus pada peningkatan kemampuan untuk bergerak dan bergerak dengan baik daripada meningkatkan seberapa jauh dan lama Anda dapat bergerak. "Tidak masalah seberapa baik kamu bisa berjalan jika tingkat ketahananmu membuatmu tetap di rumah," kata Regan.
 
Rekan penulis studi dan profesor ilmu olahraga di University of South Carolina Stacy Fritz mengatakan bahwa program rehabilitasi jantung dapat menawarkan manfaat bagi pasien stroke  dengan risiko kesehatan dan kehilangan daya tahan yang mirip dengan peserta rehabilitasi jantung tradisional.
 
"Hampir setiap rumah sakit memiliki program rehabilitasi jantung, jadi ini adalah platform yang dapat digunakan untuk penderita stroke. Menyalurkan pasien stroke ke dalam program ini mungkin solusi mudah dan hemat biaya dengan manfaat jangka panjang," kata Fritz.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(YDH)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif