NEWSTICKER
Pengobatan pasien TBC harus tetap berjalan dengan teratur sampai sembuh meski dengan munculnya covid-19. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Pengobatan pasien TBC harus tetap berjalan dengan teratur sampai sembuh meski dengan munculnya covid-19. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Pasien TBC Lebih Rentan Jika Terinfeksi Covid-19

Rona Virus Korona tbc
Raka Lestari • 25 Maret 2020 08:00
Jakarta: Covid-19 dapat menyerang siapa saja, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta sebelumnya seperti gangguan jantung, mantan pasien TBC, dan diabetes. Penyakit TBC sendiri masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia hingga saat ini. 
 
“Covid-19 menyadarkan kita betapa rentannya jika pasien TBC tidak berobat karena daya tahan tubuh dan kondisi paru mereka juga lebih rentan terinfeksi,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr. Wiendra Waworuntu saat telekonferensi dengan Kementerian Kesehatan RI, Selasa, 24 Maret 2019. 
 
Untuk pasien TBC yang dalam masa pengobatan, ia menekankan harus minum obat teratur dan tetap menjaga daya tahan tubuh. Oleh sebab itu, peran komunitas sangatlah penting dalam skema pengobatan TBC, terutama bagi pasien TBC resistan obat (TBC RO).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dr. Wiendra juga menambahkan bahwa rumah sakit harus menerapkan strategi Temukan-Pisahkan-Obati (Tempo) untuk tatalaksana TBC dan dapat menjadi pembelajaran untuk covid-19. Dalam pengendalian TBC, ketika pasien batuk datang ke RS, harus dilakukan triase saat penerimaan awal berdasarkan gejala utama TBC.
 
Komite Ahli Tuberkulosis dr. Pandu Riono, MPH, PhD mengatakan modalitas penularan TBC dan covid-19 ini berdekatan atau mirip. Berbagai sumber daya yang sudah ada di manajemen pelayanan TBC bisa dimanfaatkan untuk penanganan covid-19.
 
“Pengobatan pasien TBC harus tetap berjalan dengan teratur sampai sembuh meski dengan munculnya covid-19. Saya tentunya khawatir akan situasi covid-19, tetapi peran warga untuk menjaga kesehatan masyarakat justru semakin diperlukan sekarang. Terutama untuk pasien TBC resistan obat,” ujar dr. Pandu.
 
Setiap tahun 100 juta penduduk dunia jatuh sakit akibat Mycobacterium Tuberculosis dan 845.000 di antaranya berada di Indonesia, negara dengan beban TBC tertinggi ketiga setelah India dan Tiongkok.
 
“Menyadari besarnya permasalahan TBC di Indonesia, saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada setiap orang yang berkontribusi agar pelayanan TBC tetap berjalan dalam kondisi saat ini. Saya juga mengapresiasi kerja keras tenaga kesehatan yang melawan covid-19, karena upaya mereka menjaga kita semua, termasuk para pasien TBC. Sebagian tenaga kesehatan yang berjuang pun juga terlibat dalam eliminasi TBC,” tutup dr. Wiendra. 
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif