Dengan turut sertanya ayah dalam membesarkan buah hati, hal ini akan mendorong ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi mereka. (Foto Ilustrasi: Luis Quintero/Pexels)
Dengan turut sertanya ayah dalam membesarkan buah hati, hal ini akan mendorong ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi mereka. (Foto Ilustrasi: Luis Quintero/Pexels)

Peran Ayah dalam Pemberian ASI Eksklusif

Rona air susu ibu
Dhaifurrakhman Abas • 28 April 2019 16:23
Peran ibu dan ayah sama pentingnya. Misalnya, Ayah mesti mengembangkan bank pengetahuan mereka dengan memelajari metode pengasuhan tentang menyusui dan membesarkan anak.
 

Jakarta: Menyusui bayi dengan air susu ibu (ASI) memiliki manfaat istimewa. Sebab kandungan ASI memenuhi hampir seluruh nutrisi yang dibutuhkan bayi sejak dilahirkan ke bumi.
 
Misalnya saja, bayi dianjurkan segera menenggak ASI saat baru lahir. Hal ini agar bayi mendapat asupan kolostrum yang merupakan vaksin pertama untuk tubuh si kecil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kolostrum merupakan cairan bening kekuningan pekat yang biasanya keluar pertama kali sebelum ASI mengalir untuk beberapa hari. Cairan ini mengandung antibodi yang memberikan kekebalan atau kekuatan untuk melawan banyak infeksi.
 
Selain kolostrum, memberikan ASI pada bayi juga dianjurkan hingga masa menyusui berakhir. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan adalah cara optimal untuk menyusui bayi. Setelah itu, bayi harus diberi makanan pendamping ASI dengan terus menyusui hingga usia 2 tahun atau lebih.

Baca juga: Pelukan Hangat untuk si Kecil yang Disisihkan

ASI mengandung vitamin, mineral, antibodi, protein, karbohidrat, lemak, hormon, probiotik, prebiotik, dan sel induk yang penting untuk dikonsumsi. Kandungan tersebut memiliki sifat anti-virus, anti-bakteri, anti-jamur dan kemampuan untuk melawan sel kanker.
 
ASI juga melindungi bayi dari penyakit menular dan kronis. Sehingga, menurut WHO pemberian ASI pada bayi mampu menyelamatkan 20.000 anak-anak dari risiko kematian setiap tahun. Selain itu, memberikan ASI eksklusif pada bayi mampu mendukung perkembangan sensorik dan kognitif pada bayi.
 
Sayangnya, menurut Times of India, secara global hanya 40 persen bayi di bawah enam bulan yang mendapat ASI eksklusif. Sang ibu enggan memberikan ASI eksklusif karena beberapa asalan, seperti sibuk bekerja, tidak ingin merusak bentuk payudara, kelelahan, maupun memanfaatkan kepraktisan susu formula.
 
Meski begitu, menurut Mangala Wani yang merupakan dokter kandungan, memberikan asupan ASI pada bayi merupakan sebuah keharusan. Namun para ibu tidak pula boleh dipaksa untuk memberikan ASI pada bayinya.
 
“Bahwa ibu membutuhkan dukungan dari orang-orang. Jadilah pilar dukungan dan dorongan yang dia butuhkan,” kata Mangala, dikutip Times of India.
 
Menurut dia, meskipun peran biologis pemberian ASI merupakan tanggung jawab dari ibu, bukan berarti peran ayah tidak dibutuhkan sama sekali. Utamanya dalam hal pengetahuan soal pemberian ASI dan tumbuh kembang bayi.
 
“Peran ibu dan ayah sama pentingnya. Misalnya, Ayah mesti mengembangkan bank pengetahuan mereka dengan memelajari metode pengasuhan tentang menyusui dan membesarkan anak,” sambung Mangala.
 
Selain itu, dia menganjurkan untuk mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya, baik pada informasi cetak maupun digital. Hanya saja, mereka mesti mencari informasi pada sumber-sumber terpercaya dan kredibel.
 
“Orang tua milenium harus tahu benar penggunaan ruang digital. Agar memudahkan mereka untuk mencari dukungan online, sang ayah bisa bergabung dengan komunitas online memungkinkan seseorang berbagi pengalaman serupa,” beber Mangala.
 
Dengan turut sertanya ayah dalam membesarkan buah hati, Mangala percaya, hal ini akan mendorong ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi mereka. Dengan begitu, persentase pemberian ASI pada bayi secara global akan meningkat.
 
“Dipercayai bahwa ayah dapat memengaruhi inisiasi menyusui yang berkontribusi pada keputusan mengenai keputusan untuk memberikan ASI pada bayi. Tanpa dukungan ayah, ibu cenderung menyusui dalam waktu yang lebih singkat,” tandas dia.
 
Profesor Inkubator, Penyelamat Sang Buah Hati

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif