April merupakan bulan kesadaran Autisme atau Austism Awareness Month. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
April merupakan bulan kesadaran Autisme atau Austism Awareness Month. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Bulan Kesadaran Austisme, Kenali Penyebab Autisme

Rona autisme
Torie Natalova • 12 April 2019 15:31
April merupakan bulan kesadaran Autisme atau Austism Awareness Month. Bulan kesadaran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan penerimaan akan ganguan spektrum autisme. Sejak gangguan ini pertama kali dideskripsikan pada 1943, para ilmuwan telah mengusulkan sejumlah faktor yang dapat menyebabkan berbagai gangguan komunikasi dan interaksi yang sekarang disebut gangguan spektrum autisme.
 

 
Jakarta:
Pemahaman dasar tentang apa penyebab autisme tetap sulit dipahami, hingga kini. Jadi, apa sebenarnya penyebab autisme? Pada awal psikolog anak Leo Kanner menggambarkan pertama kali anak-anak dengan kesepian autisme yang ekstrem pada tahun 1943, para peneliti menyalahkan pola asuh anak yang buruk atas gangguan tersebut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kini, setelah melalui beberapa penelitian, para ahli sekarang setuju bahwa strategi pengasuhan anak bukanlah penyebab autisme.
 
Tetapi, menyalahkan biologi dan perkembangan otak juga tidak memuaskan, begitu pula dengan vaksin yang diduga dapat sebabkan autisme. Ratusan penelitian dari ratusan ribu anak telah gagal menemukan hubungan antara vaksin atau bahan vaksin dengan austisme.
 
Kunci untuk memahami autsime adalah belajar lebih banyak tentang otak yang sedang berkembang. 
 
Para ilmuwan bekerja keras untuk menemukan penyebab autisme yang kemudian diduga berasal dari genetika, neurobiologi dan usia orang tua.
 
(Baca juga: Ketahui Tanda Autisme pada Anak Usia 1-2 Tahun)
 
Genetika paling besar diduga sebagai penyebab autisme. Salah satu indikator dari akar genetik untuk masalah ini adalah pengamatan bahwa keluarga dengan satu anak autisme kemungkinan 1-20 memiliki anak kedua dengan gangguan spektrum autisme.
 
Bulan Kesadaran Austisme, Kenali Penyebab Autisme
(Kunci untuk memahami autsime adalah belajar lebih banyak tentang otak yang sedang berkembang. Foto: Pexels.com)
 
Sementara itu, sekitar 20 gen telah dikaitkan dengan autisme dan hampir semua berperan dalam perkembangan otak dan komunikasi antara sel-sel otak. Salah satu target yang paling mungkin untuk penelitian genetik di masa depan adalah kromosom 17. 
 
Anak-anak dengan mutasi khusus pada kromosom telah terbukti 14 kali lebih mungkin untuk mengembangkan autisme daripada anak-anak lainnya.
 
Satu atau banyak dari gen-gen ini dan mutasi genetik yang mengubah otak yang berkembang dan memulai gangguan autisme. Studi pencitraan telah menunjukkan bahwa anak-anak dengan autisme menunjukkan perbedaan fisik dalam konsekuensinya adalah perubahan otak.
 
Penyebab mutasi genetik tersebut belum diyakini pasti oleh para ilmuwan. Satu teori yang dominan muncul adalah usia orang tua yang berkontribusi terhadap risiko mutasi secara menyeluruh. 
 
Orang tua yang lebih tua memiliki sel sperma dan sel telur yang lebih tua, dan mungkin lebih rentan terhadap mutasi perubahan sekuens DNA, yang terjadi di setiap sel ketika sel telur yang dibuahi membelah.
 
Ibu dengan usia di atas 40 tahun memiliki kemungkinan hingga 50 persen untuk memiliki anak dengan gangguan spektrum autisme. 
 
Namun, ada faktor-faktor lain termasuk faktor lingkungan, yang berkontribusi terhadap mutasi yang dianggap memunculkan perubahan otak yang pada akhirnya menyebabkan autisme.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif