Makanya, penting bagi guru untuk memikirkan berbagai upaya agar bisa mengasah kompetensi tersebut pada peserta didiknya. Guru perlu memiliki komunikasi yang efektif dalam proses mengembangkan kompetensi siswa.
Berikut ini 10 strategi membangun kemampuan komunikasi yang efektif pada siswa, dikutip dari laman quipper.com:
1. Menjadi Komunikator yang Andal
Syarat pertama adalah guru harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, dan menjadi seorang komunikator yang andal. Dengan begitu, guru dapat menjadi contoh sekaligus sosok inspiratif bagi peserta didiknya.Agar bisa menjadi komunikator andal, pastikan untuk melakukan persiapan yang baik sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Susun alur pembelajaran yang baik agar tidak membosankan dan kuasai materi pembelajaran yang akan diberikan.
2. Mengajukan Pertanyaan
Guru dapat pula mempersiapkan beberapa pertanyaan yang siap diajukan kepada siswa terkait materi yang disampaikannya. Pertanyaan seperti ini akan mendorong siswa untuk lebih berani bicara. Meski waktu siswa untuk berbicara singkat, tapi hal ini akan sangat membantu mereka untuk membiasakan diri bicara di depan umum.Baca: 3 Cara Membuat Magnet Sederhana, Lengkap dengan Penjelasannya
Pastikan untuk memberi kesempatan pada setiap siswa untuk menjawab pertanyaan atau mengemukakan pendapat mereka. Jangan terlalu fokus pada siswa tertentu saja, melainkan dorong setiap siswa untuk bisa menjawab atau menanggapi, sehingga memiliki kesempatan yang sama.
3. Menerapkan Metode Belajar Diskusi
Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk mendorong siswa aktif berbicara adalah metode diskusi. Metode diskusi adalah kegiatan pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk dapat aktif menyampaikan pendapat atau gagasan yang ada untuk bisa memecahkan sebuah permasalahan.Dengan metode diskusi, siswa akan memiliki kesempatan lebih sering untuk bicara. Harapannya kemampuan komunikasi mereka juga turut berkembang. Selain itu, siswa juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan terkait masalah yang dibahas, berani mengeluarkan pendapat, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah.
4. Menerapkan Metode Belajar Debat
Bukan hanya metode diskusi, alternatif metode pembelajaran lainnya yang bisa diimplementasikan adalah debat. Debat atau adu argumentasi biasanya dilakukan antara dua kelompok atau lebih, bisa secara perorangan atau kelompok, untuk mengemukakan pendapat atas sikap yang diambil oleh kelompok tersebut.Tujuannya, peserta didik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bicara (public speaking) dan mengemukakan pendapat. Seharusnya, rasa percaya diri siswa untuk berbicara di depan umum dapat lebih berkembang dengan metode pembelajaran ini.
5. Menerapkan Metode Belajar Presentasi
Guru juga dapat menerapkan metode pembelajaran presentasi. Presentasi adalah kegiatan berbicara di depan banyak orang dengan menyajikan materi yang telah dipersiapkan sebelumnya secara terorganisasi dalam waktu tertentu. Untuk mempermudah proses presentasi, biasanya materi disajikan dengan menggunakan media yang menarik, salah satunya dengan power point.Contohnya, siswa dapat diberikan tugas untuk merangkum materi tertentu, dan diberikan waktu 15 menit untuk mempresentasikannya di depan kelas. Tujuannya, peserta didik akan menguasai lebih dalam materi yang disampaikan, serta meningkatkan kemampuan komunikasinya.
6. Menjadi Pendengar yang Baik dan Aktif
Di samping menerapkan beberapa metode pembelajaran tadi, guru juga perlu menjadi pendengar yang baik dan aktif. Artinya, mendengar untuk bisa mengerti apa yang dikatakan di balik setiap pesan.Ketika guru memberikan kesempatan pada siswa untuk berbicara, guru perlu menjadi pendengar yang baik untuk mereka. Selain itu, guru juga perlu menjadi pendengar yang aktif dengan merespons dan memberikan umpan balik yang sesuai dengan isi pesan yang ada. Perlu dipahami bahwa mendengarkan dan berbicara merupakan hal yang utama dalam berkomunikasi.
Baca: Tips Bikin Pewawancara Auto Terkesan dalam 3 Menit Awal Wawancara Kerja