Erupsi terjadi pada waktu yang berdekatan, namun kondisi tersebut bukan berarti gunung api tersebut saling memicu. Masing-masing gunung memiliki karakter letusan serta tingkat aktivitas berbeda-beda, tergantung pada kondisi dapur magma dan sistem vulkaniknya sendiri.
Salah satu yang menyita perhatian adalah Gunung Anak Krakatau di Lampung, yang kini berstatus Level III atau Siaga. Sebaran abu vulkaniknya tercatat paling luas di antara gunung-gunung lain, menjangkau wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.
Selain Anak Krakatau, ada beberapa gunung api lain yang turut mengalami peningkatan aktivitas dan berpotensi membahayakan warga di sekitarnya. Namun, sebelum mengetahui rincian kondisi masing-masing gunung api, yuk simak terlebih dahulu apa yang itu erupsi vulkanik berikut ini.
Apa Itu Erupsi Vulkanik?
Mengutip laman ifrc.org, erupsi vulkanik adalah proses ketika gunung api menyemburkan material dari dalam perut bumi ke permukaan atau ke udara. Material yang keluar bisa berupa gas, potongan batuan, abu vulkanik, hingga lelehan batu panas yang biasa kita kenal sebagai lava.Karakter letusannya bisa berbeda-beda pada setiap gunung. Ada erupsi yang tergolong tenang karena hanya melelehkan lava cair, tetapi ada juga yang berupa ledakan dahsyat hingga melontarkan abu panas dan batu pijar tinggi ke angkasa.
Gunung Api yang Sedang Erupsi di Indonesia
Berikut rincian kondisi dan tingkat aktivitas dari gunung-gunung api yang dilaporkan sedang mengalami erupsi serta peningkatan aktivitas di Indonesia:1. Gunung Anak Krakatau (Lampung) - Level III (Siaga)
Mengutip laman magma.esdm.go.id, Gunung Anak Krakatau di Lampung mencatat sebaran abu vulkanik paling luas hingga menjangkau wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu. Luasnya sebaran ini terjadi karena volume material letusan terlontar hingga menembus lapisan troposfer.Aktivitas kegempaan di gunung ini dilaporkan masih terus berfluktuasi dengan intensitas yang tergolong tinggi melalui rekaman gempa low frequency, hybrid, dan tremor menerus. Oleh karena itu, masyarakat serta wisatawan diimbau untuk tidak mendekati area kawah aktif dalam radius 3 kilometer.
2. Gunung Semeru (Jawa Timur) - Level III (Siaga)
Gunung Semeru di Jawa Timur terekam mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak. Letusan tersebut disertai aktivitas kegempaan yang didominasi oleh belasan kali gempa letusan serta gempa guguran.Potensi bahaya utama yang diwaspadai adalah perluasan awan panas guguran serta aliran lahar di sepanjang daerah aliran sungai Besuk Kobokan. Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dan radius 5 kilometer dari puncak.
3. Gunung Ili Lewotolok (Nusa Tenggara Timur) - Level II (Waspada)
Mengutip laman Media Indonesia, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali mengembuskan kolom abu kelabu tebal setinggi 500 meter dari puncak kawah. Erupsi ini terekam jelas pada instrumen seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 40 milimeter.Meskipun letusan terus terjadi, tingkat aktivitas gunung api ini masih dipertahankan pada status Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas di dalam zona bahaya radius 2 kilometer dari pusat erupsi serta sektoral 3 kilometer ke arah selatan dan tenggara.
4. Gunung Ibu (Halmahera Barat, Maluku Utara) - Level II (Waspada)
Mengutip tayangan Youtube Metro TV, Gunung Ibu di Halmahera Barat menunjukkan pola erupsi yang sangat rutin dengan interval letusan sekitar 30 menit sekali. Tinggi kolom erupsi yang dihasilkan bervariasi antara 200 hingga 1.000 meter di atas kawah utama.Tingginya frekuensi gempa letusan dan gempa vulkanik mengindikasikan bahwa suplai magma di dalam tubuh gunung masih berlangsung aktif. Masyarakat serta pengunjung dilarang memasuki area dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif dan sektoral 3,5 kilometer pada bukaan kawah utara.
5. Gunung Merapi (DIY dan Jawa Tengah) - Level III (Siaga)
Asap kawah utama berwarna putih teramati membubung setinggi 25 meter dari puncak gunung. Aktivitas gempa di dalam gunung juga masih tinggi, yang menandakan aliran magma terus bergerak dan berpotensi memicu bahaya hingga radius 7 kilometer.6. Gunung Lewotobi Laki-laki (Nusa Tenggara Timur) - Level III (Siaga)
Asap kawah utama berwarna putih teramati membumbung tinggi antara 50 hingga 100 meter di atas puncak gunung. Instrumen merekam adanya gempa hembusan hingga tremor non-harmonik, sehingga warga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.7. Gunung Sinabung (Sumatera Utara) - Level III (Siaga)
Pengamatan visual menunjukkan puncak gunung sering kali tertutup kabut tebal hingga asap kawah tidak teramati secara jelas. Meski demikian, statusnya tetap berada pada Level III (Siaga) dengan imbauan pengosongan radius radial 3 kilometer dari puncak serta area relokasi.Sobat Medcom, itulah informasi mengenai gunung api yang sedang erupsi di Indonesia. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)