Kei, yang berlatar belakang jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) saat Sekolah Menengah Atas (SMA), mengungkapkan bahwa mata pelajaran Fisika di kelas 10 merupakan 'musuh terbesar' yang paling menguras pikiran. Pengalaman bergelut dengan rumus-rumus rumit Fisika di masa awal SMA menjadi momen yang paling berkesan sekaligus membingungkan baginya.
“Karena dulu anak IPS, jadi pas kelas 10 belajar Fisika itu yang paling bikin pusing,” kata Vokalis HIVI!, Keisha Cinantya, di kantor Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis, 3 September 2026.
Sementara itu, Febrian mengaku selalu dibuat bingung oleh mata pelajaran Matematika. Baginya, perubahan materi Matematika dari sekadar berhitung angka saat Sekolah Dasar (SD) menjadi susunan huruf dan simbol di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan SMA adalah hal yang sangat membingungkan. Transisi materi yang semakin abstrak tersebut kerap membuatnya mengelus dada.
“Dulu Matematika kan angka, tapi semakin tumbuh SMP SMA kenapa ada huruf-huruf dan logo-logo. Kita tuh ngitung apa sih? Itu pusing banget,” kata Febrian.
Baca Juga :
Juara Dunia Bulu Tangkis Taufik Hidayat Ternyata Pernah Dapat 'Nilai Merah' di Mapel Penjaskes
Selain itu, Febrian juga membagikan sisi menarik mengenai perjalanan akademisnya yang tergolong berprestasi namun tetap tampil santai. Meski kerap terlihat santai dan tidak ngotot saat mengikuti pembelajaran di kelas, Febrian ternyata sering meraih nilai tinggi hingga mendapatkan beasiswa saat transisi dari SD ke SMP.
Kemampuan akademis Febrian yang impresif ini turut diakui oleh Ilham. Ilham menyebut sang gitaris sebagai sosok yang sangat pintar namun tetap rendah hati tanpa perlu memamerkan proses belajarnya.
“Febri tuh pinter banget. Kalau di kelas kayak orang enggak pernah belajar, tapi begitu dibagikan hasil tes, nilainya paling bagus,” ungkap Ilham.
Nostalgia kocak dari para personel HIVI! ini membuktikan bahwa kerumitan serta tekanan mata pelajaran sekolah tidak selalu berkesan menakutkan. Di balik itu semua, selalu ada kisah menggelitik yang menjadi kenangan manis dan menginspirasi saat beranjak dewasa. (Talitha Islamey)