Rama mengaku menyukai mata pelajaran matematika. Bahkan, sang guru yang mengajar menjadi salah satu sosok yang mendukung hobinya bermusik.
D'Masiv sendiri dikenal sebagai salah satu grup musik populer Indonesia yang telah berkiprah lebih dari dua dekade. Yuk kenalan dulu dengan Rama dan D'Masiv.
Siapa itu Rama D'Masiv?
Mengutip laman musica.id, D'Masiv sebenarnya pertama kali dibentuk pada 2003 yang beranggotakan Rian Ekky Pradipta sebagai vokalis, Dwiki Aditya Marsall dan Nurul Damar Ramadan sebagai gitaris, Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata sebagai bassist, serta Wahyu Piadji sebagai drummer.Di balik perjalanan panjangnya bersama D'Masiv, Rama ternyata memiliki sosok guru yang memberikan pengaruh besar terhadap cara pandangnya dalam bermusik. Saat ditanya mengenai guru yang paling berkesan dalam perjalanan kariernya, Rama mengaku jawabannya mungkin cukup mengejutkan banyak orang.
Alih-alih menyebut guru seni musik, ia justru mengingat seorang guru matematika yang pernah mengajarnya semasa SMA. Rama mengungkapkan kedekatan itu bukan karena dirinya sangat unggul dalam pelajaran matematika, melainkan karena ia memang menyukai mata pelajaran tersebut sejak sekolah.
"Buat gue pribadi, anehnya adalah guru matematika, jauh kan dari perkiraan. Bukan maksudnya kayak sok-sokan jago matematika, enggak. Tapi karena dulu saya senang pelajaran matematika dan gurunya itu menurut gue sangat rock and roll," kenang Rama saat berbincang dengan Medcom.id di Kantor Media Group, Kamis, 25 Juni 2026.
Rama menuturkan karakter sang guru sangat berbeda dari kebanyakan pengajar yang pernah ditemuinya. Sosok tersebut menjadi orang yang paling sering memberikan dorongan agar dirinya terus mengembangkan kemampuan bermusik.
Rama mengatakan guru tersebut tidak hanya mendukung hobinya bermain musik, tetapi juga menanamkan mimpi yang jauh lebih besar. Dia bahkan masih mengingat pesan yang kerap disampaikan gurunya agar tidak membatasi karier musik hanya di Indonesia.
Hal itu semakin berkesan karena motivasi semacam itu justru tidak pernah ia dapatkan dari guru seni musik di sekolahnya. Karena itu, Rama menganggap sosok tersebut sebagai guru unik dan berbeda dari kebanyakan guru lain yang pernah ditemuinya.
"Jadi kayak malah dia yang menyuruh terus bawa, kamu tuh main musiknya bagus terusin, makanya dibilang gitu, kalau bisa main musiknya jangan cuma di Indonesia doang, itu harus keliling dunia yang ngomong guru matematika, sedangkan guru seni musik enggak pernah ngomong kayak gitu. Itu guru aneh itu, namanya Pak Nanang di SMA gue," kenang dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda