d'Masiv (Foto: instagram)
d'Masiv (Foto: instagram)

Pilih Jadi Band Indie, d'Masiv Jamin Pisah Baik-Baik dengan Musica Studios

Elang Riki Yanuar • 21 Mei 2026 07:27
Ringkasnya gini..
  • dMasiv resmi pisah dari Musica Studios setelah hampir 20 tahun dan kini memilih jalur independen.
  • Rian dMasiv sebut perpisahan dengan Musica Studios berlangsung emosional namun tetap penuh dukungan.
  • dMasiv buka era baru dengan logo pesawat kertas dan lagu bahasa Inggris demi pasar internasional.
Jakarta: Band d'Masiv memutuskan pisah jalan dengan Musica Studios, label musik yang membesarkan nama mereka di industri musik selama 20 tahun. Rian memastikan keputusan untuk mengakhiri kerjasama berjalan dengan baik tanpa adanya konflik. 
 
Musica Studios merupakan label yang turut melahirkan d'Masiv, termasuk band lain seperti Geisha, Nidji, Peterpan hingga NOAH. Namun, setelah kontrak d'Masiv dengan Musica Studios berakhir bulan Mei 2026, band asal Ciledug itu memutuskan berpisah. 
 
"Kami tahun 2007 menang festival musik terus hadiahnya dikontrak sama Musica. Sejak itu hampir setiap dua tahun rilis album. Sampai album 8 kemarin, kontrak kami habis terhitung dua tahun setelah album terakhir dirilis tahun 2024 kemarin," kata Kiki gitaris d'Masiv di Jakarta. 

Personel d'Masiv mengakui jasa besar Musica Studios terhadap karier mereka. Sebagai bukti hubungan baik, Rian merasa terharu ketika diadakannya acara perpisahan d'Masiv dengan Musica. 
 
"Komunikasinya baik, ada exit letter juga, bahkan ada acara perpisahan. Mereka ikut dukung kami, ya memang cukup emosional ya," kata Rian. 
Setelah tak lagi bergabung dengan Musica Studios, d'Masiv memutuskan mendirikan label sendiri. Diakui Rian, keputusan d'Masiv menjadi band indie membuat mereka bisa lebih leluasa menentukan arah musik band seperti yang diinginkan. Kesempatan berkolaborasi dengan banyak pihak pun semakin terbuka lebar. 
 
"Kami sekarang mandiri tapi tidak bisa sendiri, jadi semakin melibatkan banyak orang dan kolaborasi dengan banyak pihak," ucap Rian.

Logo Baru d'Masiv

Sebagai simbol perjalanan baru, d'Masiv memperkenalkan logo baru berupa pesawat kertas. Logo ini punya simbol berupa masih panjangnya perjalanan d'Masiv mewujudkan mimpi mereka di dunia musik.
 
"Jadi namanya pesawat kertas ya. Ini cukup panjang, cukup panjang kita akhirnya bisa membuat atau menentukan ikon atau logo yang baru. Karena buat kita logo itu juga menjadi doa, menjadi satu karakter yang memang bisa mencerminkan sebuah band," jelas Rian.
 
"Akhirnya kita menentukan bahwa ada satu ikon, satu simbol di logo d'Masiv, yaitu di bagian apostrof-nya itu diubah menjadi paper plane atau pesawat kertas. Kenapa pesawat kertas? Karena buat kita pesawat kertas itu adalah satu hal yang sederhana, yang bisa kita terbangkan ke mana pun," lanjutnya. 
Lagu "On Our Own" mengawali langkah d'Masiv sebagai band indie. Dalam lagu ini, mereka berkolaborasi dengan musisi Amerika agar bisa mempermudah jalan menembus kancah musik internasional. 
 
"Tapi ya mungkin perbedaannya adalah kita lagunya sekarang Bahasa Inggris, mungkin akan sedikit tidak terbiasa ya yang biasa dengerin d'Masiv lagu-lagu Indonesia gitu. Nah ini kita mencoba memberanikan diri untuk membuat lagu Bahasa Inggris dan plannya nanti satu album Bahasa Inggris," ungkap Rian.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA