Oposisi Malaysia dipimpin Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad menuntut PM Muhyiddin Yassin mundur.  Foto: AFP
Oposisi Malaysia dipimpin Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad menuntut PM Muhyiddin Yassin mundur. Foto: AFP

Oposisi: Mustahil PM Muhyiddin Memerintah Mayoritas Parlemen

Internasional Anwar Ibrahim malaysia politik malaysia Sultan Abdulllah Shah Muhyiddin Yasin
Fajar Nugraha • 05 Agustus 2021 14:03
Kuala Lumpur: Koalisi Pakatan Harapan dan beberapa anggota parlemen Malaysia lainnya pada Rabu 4 Agustus menolak kepemimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin. Khususnya setelah Muhyiddin menyatakan bahwa ia terus memimpin mayoritas parlemen.
 
“Tidak mungkin Tan Sri Mahiaddin masih menguasai dukungan mayoritas anggota parlemen, setelah pengumuman kemarin bahwa sejumlah anggota parlemen pemerintah telah menarik dukungan mereka,” sebut pernyataan bersama oposisi Malaysia, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis 5 Agustus 2021.
 
Baca: Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin Tegaskan Tidak Akan Mundur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mempertahankan posisi kami bahwa Tan Sri Mahiaddin dan seluruh Kabinet harus mengundurkan diri," kata mereka dalam pernyataan bersama, Mahiaddin Md Yasin adalah nama resmi perdana menteri, meskipun ia dikenal luas sebagai Muhyiddin Yassin.
 
Pernyataan itu ditandatangani oleh Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim serta para pemimpin Partai Aksi Demokrat (DAP) dan Parti Amanah Negara (Amanah).
 
Sementara empat anggota parlemen lainnya, termasuk seorang politisi independen, dua anggota parlemen dari Parti Sarawak Bersatu (PSB) dan seorang anggota parlemen dari United Progressive Kinabalu Organization (UPKO), juga termasuk di antara para penandatangan.
 
Pada Selasa, presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) Ahmad Zahid Hamidi mengklaim bahwa ia telah mengumpulkan cukup banyak pernyataan resmi (SD) dari anggota parlemen partai yang menarik dukungan mereka untuk Muhyiddin. Dengan demikian, Muhyiddin telah kehilangan mayoritas parlemen.
 
Seorang menteri dari UMNO juga mengundurkan diri dari Kabinet pada Selasa. Shamsul Anuar Nasarah, anggota parlemen dari Lenggong mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia mengundurkan diri sebagai menteri energi dan sumber daya alam setelah mempertimbangkan keputusan partai.


Sidang 9 Agustus

Dalam pernyataan terpisah pada Rabu, anggota parlemen oposisi mengatakan pertemuan parlemen khusus harus diadakan selambat-lambatnya 9 Agustus untuk membahas mosi kepercayaan pada perdana menteri.
 

 
"Kami tidak dapat menerima bahwa masalah dukungan untuk perdana menteri ditunda hingga September. Sangat tidak masuk akal bagi pemerintah, yang legitimasi dan dukungan mayoritasnya dipertanyakan, menunda proses untuk menentukan dukungannya di parlemen," kata pernyataan itu.
 
“Mosi tersebut harus diajukan, diperdebatkan dan diputuskan sekarang juga untuk mengakhiri masalah legitimasi perdana menteri,” tambahnya.
 
Baca: Lolos dari Penggulingan, PM Malaysia Yakin Pimpin Mayoritas Parlemen.
 
Anggota DPR yang menandatangani pernyataan tersebut adalah Anwar Ibrahim, Mohamad Sabu (Amanah), Lim Guan Eng (DAP), Mohd Shafie Apdal (Parti Warisan Sabah, Warisan), Mukhriz Mahathir (Pejuang), Wilfred Madius Tangau ( UPKO), Baru Bian (PSB), Syed Saddiq Syed Abdul Rahman (MUDA) dan Maszlee Malik (independen).
 
Ahmad Zahid juga mengatakan pada Rabu bahwa perdana menteri harus segera mengadakan sidang parlemen khusus untuk membuktikan bahwa ia masih menikmati mayoritas di Parlemen.
 
Dalam sebuah pernyataan, dia mengatakan telah menyerahkan delapan SD dari anggota parlemen UMNO yang menarik dukungan mereka untuk Muhyiddin kepada Raja Malaysia Sultan Abdullah Shah pada 30 Juli. Sekarang ada lebih banyak SD dari anggota parlemen UMNO, menyusul keputusan dewan tertinggi partai untuk menarik dukungan untuk pemerintah Perikatan Nasional dan perdana menteri.
 

 
"Saya telah menulis surat kepada raja hari ini untuk memberikan tambahan SD, sebagai perpanjangan dari surat sebelumnya," katanya.
 
Ahmad Zahid mengatakan, pernyataan perdana menteri bahwa dia masih memimpin mayoritas adalah ‘tidak benar’. Dia menambahkan bahwa Perikatan Nasional (PN) hanya memiliki 114 anggota parlemen sebelum ini. Parlemen Malaysia memiliki 222 kursi tetapi dua anggota parlemen telah meninggal.
 
Dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya, Mohd Shafie, yang adalah Presiden Warisan, mengatakan dia dan tujuh anggota parlemen partai lainnya dengan suara bulat mendesak perdana menteri dan kabinet untuk segera mengundurkan diri.
 
"Kami juga ingin menekankan bahwa rapat parlemen untuk menentukan mayoritas Tan Sri Mahiaddin Yasin harus diadakan sesegera mungkin, tanpa harus menunggu sampai September," tegas Mohd Shafie.
 
Kepala Penerangan Parti Pejuang Tanahair Ulya Aqamah Husamudin menambahkan pada Rabu bahwa partai yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Mahathir Mohamad tersebut, tidak pernah menandatangani pernyataan resmi yang mendukung perdana menteri.
 
"Sebelumnya, Pejuang secara konsisten menyatakan bahwa kami tidak setuju dengan pemerintahan saat ini dan telah berulang kali meminta perdana menteri dan kabinetnya untuk mengundurkan diri," pungkas Shafie.
 
(FJR)
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif