Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin tegaskan tidak akan mundur. Foto: AFP
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin tegaskan tidak akan mundur. Foto: AFP

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin Tegaskan Tidak Akan Mundur

Internasional Anwar Ibrahim malaysia politik malaysia Sultan Abdulllah Shah Muhyiddin Yasin
Fajar Nugraha • 04 Agustus 2021 12:15
Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa dia tidak akan mengundurkan diri. Dia pun menegaskan akan mengajukan mosi percaya di Dewan Rakyat pada September.
 
“Usulan itu sudah mendapatkan persetujuan dari Yang di-Pertuan Agung (Sultan Abdullah Shah),” sebut Muhyiddi, seperti dikutip The Star, Rabu 4 Agustus 2021.
 
Baca: UMNO Tarik Dukungan untuk PM Malaysia Muhyiddin Yassin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Muhyiddin tiba di Istana Negara untuk audiensi dengan Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah pagi ini.
 
Pidatonya ini mementahkan permintaan mundur, khususnya setelah Selasa 3 Agustus, United Malays National Organisation (UMNO) Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi mengumumkan bahwa setelah pertemuan Dewan Tertinggi khusus, UMNO memutuskan bahwa mereka akan mendukung Yang di-Pertuan Agong dan mereka tidak akan berpihak pada pemerintah Perikatan.
 
"Pemerintah yang dipimpin Muhyiddin jelas gagal," katanya seraya menambahkan bahwa keputusan itu sejalan dengan Pasal 3.3 UUD UMNO yang menjabarkan perannya dalam menegakkan posisi Islam.

Mosi tidak percaya

Sebelumnya Anwar Ibrahim sebelumnya telah mengajukan mosi tidak percaya di parlemen. Sementara UMNO meminta Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mengundurkan diri.
 
Perkembangan terakhir ini terjadi ketika raja menegur pemerintah karena mencabut peraturan darurat tanpa persetujuannya pada Kamis 29 Juli.
 
Baca: Anwar Ibrahim Ajukan Mosi Tidak Percaya kepada PM Malaysia.
 
Mosi Anwar berbunyi: "Bahwa dewan membuat resolusi tentang hilangnya kepercayaan pada Mahiaddin Md Yasin, MP (Perdana Menteri Malaysia dan anggota parlemen) untuk Pagoh, dan diberhentikan dari posisinya sebagai perdana menteri sesegera mungkin menurut Konstitusi Federal."
 
Anwar yang merupakan anggota parlemen dari Port Dickson mengatakan, dalam konferensi pers di parlemen bahwa perdana menteri, menteri hukum de facto Takiyuddin Hassan dan Ketua Majelis Rendah Azhar Azizan Harun harus mengundurkan diri dari posisi mereka.
 
"Kami menyerahkan kepada kebijaksanaan raja untuk memutuskan apa yang terbaik untuk menyelamatkan negara ini dari krisis saat ini," tambahnya, seperti dikutip The Straits Times, Jumat 30 Juli 2021.
 
Anwar menyesalkan bahwa segera setelah mosinya diterima oleh pembicara di parlemen pada Kamis, reses diumumkan. "Bagaimana kita bisa menjalankan parlemen dengan semua trik dan skema ini?" dia bertanya.
 
Istana Negara mengatakan pada Kamis bahwa Sultan tidak memberikan persetujuan untuk mencabut peraturan darurat covid-19. Raja menggambarkan pernyataan menteri di parlemen sebagai "kontradiksi dan menyesatkan".
 
Keputusan UMNO untuk menarik dukungannya kepada pemerintah, membuat 11 anggota parlemennya tidak lagi tergabung dalam koalisi Perikatan Nasional. Koalisi PN sekarang hanya memiliki 104 anggota parlemen, kurang delapan dari 112 anggota parlemen yang dibutuhkan untuk membentuk mayoritas sederhana. Sementara ada 107 anggota parlemen di bangku oposisi.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif