FITNESS & HEALTH
Waduh! Dokter Sebut Ponsel Lebih Kotor dari Kenop Pintu dan Toilet
Fatha Annisa
Selasa 12 Mei 2026 / 16:34
- Dokter mengungkapkan ponsel bisa menjadi sarang bakteri yang lebih kotor dibanding dudukan toilet atau kenop pintu publik.
- Bakteri pada ponsel dapat berpindah ke tangan dan makanan sehingga meningkatkan risiko gangguan pencernaan.
- Untuk mencegah infeksi, ponsel disarankan rutin dibersihkan hingga tidak digunakan saat makan.
Jakarta: Ponsel telah menjadi barang yang nyaris tak pernah terlepas, mulai dari menjadi alarm di pagi hari hingga teman scrolling sebelum tidur. Namun, ponsel nyatanya menyimpan risiko kesehatan tersembunyi yang sering kali terabaikan.
Dr. Saswata Chatterjee, seorang spesialis gastroenterologi, mengungkapkan betapa mengejutkannya tingkat kontaminasi pada ponsel. Menurutnya, ponsel adalah "sarang" bagi bakteri dan mikroorganisme berbahaya yang dapat memicu berbagai infeksi serius.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa ponsel bisa menjadi ancaman bagi kesehatan dan bagaimana cara mencegahnya.
"Penelitian menemukan bahwa layar ponsel biasanya menampung lebih banyak bakteri daripada permukaan kerja dapur, dudukan toilet, atau kenop pintu publik karena ponsel bersentuhan langsung dengan tangan, wajah, tas, dan berbagai permukaan lain yang ditemui selama aktivitas sehari-hari,” ungkap Saswata, dikutip dari Hindustan Times.
Masalah utamanya adalah frekuensi pembersihan. Jika permukaan publik dibersihkan secara berkala, ponsel jarang sekali mendapatkan perlakuan yang sama. Akibatnya, lapisan bakteri menumpuk dari waktu ke waktu dan dengan mudah berpindah ke wajah saat menelepon atau ke makanan saat kita bermain ponsel di meja makan.
Satu lagi hal yang sering disalahpahami adalah anggapan bahwa kuman akan mati karena suhu ponsel yang panas saat digunakan. Faktanya, kondisi hangat dan tertutup justru bisa mendukung umur kuman.
"Ini meningkatkan risiko terkena berbagai jenis infeksi, termasuk keracunan makanan atau 'flu perut', serta diare, mual, muntah, dan jenis infeksi usus terkait lainnya,” jelas Saswata.
Risiko ini kemudian meningkat drastis pada cuaca dengan kelembapan tinggi, seperti saat musim panas atau musim hujan, karena bakteri berkembang biak jauh lebih cepat dalam kondisi lembap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(PRI)
Dr. Saswata Chatterjee, seorang spesialis gastroenterologi, mengungkapkan betapa mengejutkannya tingkat kontaminasi pada ponsel. Menurutnya, ponsel adalah "sarang" bagi bakteri dan mikroorganisme berbahaya yang dapat memicu berbagai infeksi serius.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa ponsel bisa menjadi ancaman bagi kesehatan dan bagaimana cara mencegahnya.
| Baca juga: 3 Makanan Ini Bikin Ginjal Kamu 'Menjerit' |
Ponsel Lebih Kotor dari Toilet
Banyak orang sangat berhati-hati saat menyentuh pegangan pintu publik atau tiang di transportasi umum, namun segera memegang ponsel mereka tanpa mencuci tangan. Padahal, ponsel membawa lebih banyak bakteri, lho!"Penelitian menemukan bahwa layar ponsel biasanya menampung lebih banyak bakteri daripada permukaan kerja dapur, dudukan toilet, atau kenop pintu publik karena ponsel bersentuhan langsung dengan tangan, wajah, tas, dan berbagai permukaan lain yang ditemui selama aktivitas sehari-hari,” ungkap Saswata, dikutip dari Hindustan Times.
Masalah utamanya adalah frekuensi pembersihan. Jika permukaan publik dibersihkan secara berkala, ponsel jarang sekali mendapatkan perlakuan yang sama. Akibatnya, lapisan bakteri menumpuk dari waktu ke waktu dan dengan mudah berpindah ke wajah saat menelepon atau ke makanan saat kita bermain ponsel di meja makan.
Satu lagi hal yang sering disalahpahami adalah anggapan bahwa kuman akan mati karena suhu ponsel yang panas saat digunakan. Faktanya, kondisi hangat dan tertutup justru bisa mendukung umur kuman.
| Baca juga: Sayonara Asam Lambung! 5 Hack Simpel Biar Lambung tetap Aman Sampai Magrib |
Risiko Kesehatan bagi Pencernaan
Dari perspektif gastroenterologi, kontaminasi ini bukan sekadar masalah kebersihan kulit, melainkan ancaman langsung bagi sistem pencernaan. Bakteri yang menempel pada layar bisa berpindah ke tangan, lalu ke makanan, dan akhirnya masuk ke dalam tubuh."Ini meningkatkan risiko terkena berbagai jenis infeksi, termasuk keracunan makanan atau 'flu perut', serta diare, mual, muntah, dan jenis infeksi usus terkait lainnya,” jelas Saswata.
Risiko ini kemudian meningkat drastis pada cuaca dengan kelembapan tinggi, seperti saat musim panas atau musim hujan, karena bakteri berkembang biak jauh lebih cepat dalam kondisi lembap.
| Baca juga: Biar Makin Glow Up dari Dalam, Cobain 3 Jus Buah Ini & Cek Berapa Gelas yang Kamu Butuhin |
Cara Menjaga Higienitas Ponsel
Untuk mengurangi risiko infeksi, Dr. Chatterjee menyarankan beberapa langkah praktis yang bisa Anda terapkan mulai sekarang:- Bersihkan Ponsel Secara Rutin: Gunakan tisu desinfektan berbasis alkohol atau kain mikrofiber yang dibasahi sedikit larutan isopropil alkohol khusus elektronik.
- Jangan Lupakan Casing: Lepas dan bersihkan casing ponsel secara berkala karena bagian ini sering menumpuk keringat, debu, dan bakteri.
- Hindari Penggunaan Saat Makan: Jangan memegang ponsel saat sedang makan, terutama jika tangan belum dicuci, untuk mencegah transfer kuman ke makanan.
- Cuci Tangan Setelah dari Tempat Umum: Biasakan mencuci tangan atau menggunakan sanitizer setelah menggunakan transportasi publik sebelum Anda menyentuh ponsel kembali.
- Hindari Meletakkan Ponsel Sembarangan: Sebisa mungkin, jangan meletakkan ponsel di permukaan publik yang berpotensi terkontaminasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)