FITNESS & HEALTH

Hati-hati! 4 Kebiasaan Daily Ini Bikin Kolesterol Kamu Naik

Mia Vale
Kamis 25 Juni 2026 / 20:21
Ringkasnya gini..
  • Kolesterol tinggi sering banget disebut silent killer karena emang jarang kasih gejala.
  • Padahal, kalau dibiarkan, penumpukan plak di pembuluh darah bisa memicu risiko penyakit jantung dan stroke.
  • Salah satunya pola makan yang keliru adalah faktor utama penyebab kadar kolesterol tinggi.
Jakarta: Kolesterol tinggi sering banget disebut silent killer karena emang jarang kasih gejala. Padahal, kalau dibiarkan, penumpukan plak di pembuluh darah bisa memicu risiko penyakit jantung dan stroke. 

Apalagi kalau ada faktor keturunan, kita memang gak bisa menyepelekannya. "Namun, kebiasaan sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, stres, dan pola tidur, semuanya dapat memengaruhi pengelolaan kadar kolesterol,” papar Drew Hemler, M.Sc., RD, CDN, FAND kepada Eating Well. 

Pola kebiasaan yang paling sering kita lakukan dapat mendukung kesehatan jantung atau justru membuat kadar kolesterol semakin sulit dikendalikan seiring berjalannya waktu. Apa saja itu?
   

1. Pola makan tidak sehat


Pola makan yang keliru adalah faktor utama penyebab kadar kolesterol tinggi. Mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan gula bisa membuat kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) meningkat, dan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) menurun. 

Beberapa jenis makanan yang menjadi pantangan antara lain, daging merah, susu atau produk susu penuh lemak lainnya, mentega, kerang, telur. 

Selain itu, satu jenis lagi yang harus dihindari adalah makanan dengan lemak trans. Lemak jenis ini juga bisa meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik. 

Kamu bisa cari alternatif makanan dengan rendah lemak trans seperti kue kering, kerupuk, dan margarin. 
 

2. Duduk dalam waktu lama  



(Aktivitas fisik ringan harian bantu jaga kesehatan jantung dan kolesterol optimal. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Berbagai penelitian secara konsisten mendukung aktivitas fisik rutin sebagai strategi utama maupun sekunder dalam mencegah penyakit kardiovaskular. 

Jika menyempatkan diri untuk berolahraga secara terstruktur terasa memberatkan, cobalah untuk fokus mengurangi waktu duduk atau minim gerak (sedentary time) sepanjang hari. 

Jeda singkat untuk berjalan kaki, memilih naik-turun tangga, atau melakukan gerakan penguatan otot yang cepat beberapa kali sehari dapat membantu menjaga kadar kolesterol yang lebih sehat serta kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan.
 

3. Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh 


Lemak jenuh meningkatkan kolesterol LDL dengan cara menghambat kemampuan hati untuk membuangnya dari aliran darah. 

Makanan seperti daging olahan, sosis, potongan daging sapi yang berlemak, kulit ayam, mentega, krim, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit semuanya mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi. 

Hal ini bukan berarti makanan-makanan tersebut harus dilarang sama sekali. Sebaliknya, tujuannya adalah menyusun pola makan yang lebih sering menyertakan makanan yang diketahui mendukung kesehatan jantung, seperti kacang-kacangan (termasuk lentil), biji-bijian, ikan, alpukat, dan minyak nabati tak jenuh. 

Perubahan sederhana ini dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap sehat tanpa harus mengorbankan cita rasa ataupun kepuasan saat makan.

 

4. Kurang tidur 


Kurang tidur itu masalah serius. Selain bikin energi drop, kebiasaan ini juga buruk buat kesehatan jantung dan bisa naikin kolesterol jahat. 

Tidur cukup itu kunci bagi tubuh untuk pulih, mengatur hormon, dan menjaga gula darah. Kalau sering begadang, risiko masalah metabolik dan jantung pun jadi makin tinggi.

Kesehatan kolesterol berawal dari kebiasaan sederhana: pilih makanan kaya serat, batasi lemak jenuh dan daging olahan, tetap aktif bergerak, dan penuhi kebutuhan tidur. 

Konsistensi dalam menjalani pola hidup sehat ini adalah langkah paling efektif untuk menjaga kesehatan jantung jangka panjang.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH