FITNESS & HEALTH
Sugar Rush Berujung Nyesel? Ini 5 Tanda Kamu Sudah Kebanyakan Makan Manis
Mia Vale
Rabu 24 Juni 2026 / 20:20
- Suka banget sama yang manis-manis karena bisa bikin mood naik instan?
- Hati-hati, ya! Kalau kebanyakan, tubuh bisa kena resistensi insulin.
- Terlalu banyak konsumsi gula berbahaya, kenali tanda tubuhmu sebelum terlambat.
Jakarta: Suka banget sama yang manis-manis karena bisa bikin mood naik instan? Hati-hati, ya! Kalau kebanyakan, tubuh bisa kena resistensi insulin, yang artinya gula enggak bisa diproses jadi energi dengan maksimal.
Kalau sudah muncul tanda-tanda aneh, itu sinyal kalau kadar gula darahmu lagi enggak stabil dan harus segera dikontrol.
Jangan sampai berujung diabetes! Yuk, kenali tanda-tanda tubuhmu kalau sudah terlalu banyak asupan gula. Check this out!
Meski sudah makan, bahkan dalam porsi besar, kamu kerap merasa lapar lagi. Awas, bisa-bisa itu jadi tanda kalau kamu sudah terlalu banyak mengonsumsi gula.
Ingat, konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Pasalnya, kadar gula darah yang berlebihan tetap tidak dapat diolah menjadi energi.
Hal inilah yang membuat tubuh terus merasa lapar dan nafsu makan meningkat. Akibatnya kamu akan merasa lebih sering lapar dan terus-menerus mengidam makanan manis.
.jpg)
(Kebanyakan makan gula juga bisa bikin tubuh kamu lemas karena tubuh mengalami lonjakan gula darah yang cepat, lalu turun drastis (dikenal dengan sugar crash). Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Walau menjadi salah satu sumber energi, kadar gula yang tinggi dalam darah bisa mengganggu kemampuan tubuh dalam mengolah gula menjadi energi.
Itulah mengapa orang dengan kadar gula darah tinggi, termasuk penderita diabetes, biasanya lebih mudah merasa lelah daripada orang dengan kadar gula darah normal.
Kadar gula darah tinggi tidak dapat diproses dengan baik oleh tubuh dan dapat mengganggu fungsi insulin.
Kadar insulin yang tidak mencukupi atau tidak dapat bekerja secara efektif membuat glukosa dalam tubuh tidak dapat diproses dengan baik sehingga tidak dapat diubah menjadi energi. Kondisi ini membuat tubuh cepat lelah.
Selain sering merasa lapar, ternyata selalu merasa haus, meski banyak minum juga bisa menjadi tanda kalau tubuh sudah terlalu banyak mengonsumsi gula.
Hal ini terjadi karena fungsi ginjal kamu terganggu sesaat setelah tubuh tidak mampu mengontrol gula darah. Jika kadar gula darah melebihi kebutuhan gula harian, gula akan keluar bersama urine.
Kondisi ini akhirnya membuat kamu sering buang air kecil dan tubuh menjadi dehidrasi. Hilangnya banyak cairan lewat urine inilah yang menimbulkan rasa haus meski telah banyak minum.
Xerostomia atau mulut kering biasanya merupakan tanda gula darah tinggi. Kadar gula darah tinggi, menurut Alodokter, bisa menyebabkan kelenjar ludah terganggu sehingga tidak menghasilkan air liur secara normal.
Mulut kering ini akan meningkatkan risiko munculnya infeksi jamur dan bakteri pada mulut. Biasanya gejala lain yang dapat dialami saat mengalami kondisi ini adalah nyeri pada gusi dan gigi.
Ketika gula darah naik, tubuh tidak mampu menghasilkan energi yang seharusnya digunakan sebagai bahan bakar untuk semua jaringan tubuh, termasuk sistem saraf.
Dalam hal ini, sistem saraf pada indra penglihatan juga dapat terganggu. Akibatnya penglihatan menjadi menurun atau kabur.
Bila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa membuat lensa mata membengkak, merusak pembuluh darah di retina mata, bahkan menyebabkan kebutaan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Kalau sudah muncul tanda-tanda aneh, itu sinyal kalau kadar gula darahmu lagi enggak stabil dan harus segera dikontrol.
Jangan sampai berujung diabetes! Yuk, kenali tanda-tanda tubuhmu kalau sudah terlalu banyak asupan gula. Check this out!
1. Sering merasa lapar
Meski sudah makan, bahkan dalam porsi besar, kamu kerap merasa lapar lagi. Awas, bisa-bisa itu jadi tanda kalau kamu sudah terlalu banyak mengonsumsi gula.
Ingat, konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Pasalnya, kadar gula darah yang berlebihan tetap tidak dapat diolah menjadi energi.
Hal inilah yang membuat tubuh terus merasa lapar dan nafsu makan meningkat. Akibatnya kamu akan merasa lebih sering lapar dan terus-menerus mengidam makanan manis.
2. Mudah merasa lelah
.jpg)
(Kebanyakan makan gula juga bisa bikin tubuh kamu lemas karena tubuh mengalami lonjakan gula darah yang cepat, lalu turun drastis (dikenal dengan sugar crash). Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Walau menjadi salah satu sumber energi, kadar gula yang tinggi dalam darah bisa mengganggu kemampuan tubuh dalam mengolah gula menjadi energi.
Itulah mengapa orang dengan kadar gula darah tinggi, termasuk penderita diabetes, biasanya lebih mudah merasa lelah daripada orang dengan kadar gula darah normal.
Kadar gula darah tinggi tidak dapat diproses dengan baik oleh tubuh dan dapat mengganggu fungsi insulin.
Kadar insulin yang tidak mencukupi atau tidak dapat bekerja secara efektif membuat glukosa dalam tubuh tidak dapat diproses dengan baik sehingga tidak dapat diubah menjadi energi. Kondisi ini membuat tubuh cepat lelah.
3. Selalu merasa haus, tapi sering buang air kecil
Selain sering merasa lapar, ternyata selalu merasa haus, meski banyak minum juga bisa menjadi tanda kalau tubuh sudah terlalu banyak mengonsumsi gula.
Hal ini terjadi karena fungsi ginjal kamu terganggu sesaat setelah tubuh tidak mampu mengontrol gula darah. Jika kadar gula darah melebihi kebutuhan gula harian, gula akan keluar bersama urine.
Kondisi ini akhirnya membuat kamu sering buang air kecil dan tubuh menjadi dehidrasi. Hilangnya banyak cairan lewat urine inilah yang menimbulkan rasa haus meski telah banyak minum.
4. Mulut kering
Xerostomia atau mulut kering biasanya merupakan tanda gula darah tinggi. Kadar gula darah tinggi, menurut Alodokter, bisa menyebabkan kelenjar ludah terganggu sehingga tidak menghasilkan air liur secara normal.
Mulut kering ini akan meningkatkan risiko munculnya infeksi jamur dan bakteri pada mulut. Biasanya gejala lain yang dapat dialami saat mengalami kondisi ini adalah nyeri pada gusi dan gigi.
5. Penglihatan kabur
Ketika gula darah naik, tubuh tidak mampu menghasilkan energi yang seharusnya digunakan sebagai bahan bakar untuk semua jaringan tubuh, termasuk sistem saraf.
Dalam hal ini, sistem saraf pada indra penglihatan juga dapat terganggu. Akibatnya penglihatan menjadi menurun atau kabur.
Bila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa membuat lensa mata membengkak, merusak pembuluh darah di retina mata, bahkan menyebabkan kebutaan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)