FITNESS & HEALTH
Sama-Sama Berkafein, Kenapa Efek Kopi dan Teh di Tubuh Bisa Berbeda?
A. Firdaus
Rabu 24 Juni 2026 / 16:32
- Kopi dan teh sama-sama menjadi minuman favorit, untuk membantu tubuh tetap segar dan fokus saat beraktivitas.
- Keduanya mengandung kafein yang berfungsi sebagai stimulan alami, tetapi efek yang dirasakan setelah mengonsumsinya ternyata tidak selalu sama.
- Perbedaan ini terjadi karena kandungan dalam kopi dan teh tidak hanya sebatas kafein.
Jakarta: Kopi dan teh sama-sama menjadi minuman favorit, untuk membantu tubuh tetap segar dan fokus saat beraktivitas. Keduanya mengandung kafein yang berfungsi sebagai stimulan alami, tetapi efek yang dirasakan setelah mengonsumsinya ternyata tidak selalu sama.
Sebagian orang merasa lebih berenergi dan terjaga setelah minum kopi, sementara yang lain merasakan sensasi lebih tenang, dan fokus setelah menikmati secangkir teh.
Perbedaan ini terjadi karena kandungan dalam kopi dan teh tidak hanya sebatas kafein. Teh mengandung senyawa lain seperti L-theanine dan tanin, yang memengaruhi cara tubuh menyerap kafein.
Akibatnya, respons tubuh terhadap kedua minuman ini bisa sangat berbeda, mulai dari tingkat energi, konsentrasi, hingga pengaruhnya terhadap suasana hati dan kesehatan secara keseluruhan.
Kopi dikenal memberikan dorongan energi yang lebih cepat. Kafein dalam kopi, biasanya mulai bekerja dan mencapai puncaknya dalam waktu sekitar 30–60 menit. Efeknya membuat tubuh terasa lebih segar dan waspada, tetapi pada sebagian orang dapat diikuti rasa lelah atau penurunan energi beberapa jam kemudian.
Sebaliknya, teh memberikan efek yang lebih bertahap. Kandungan L-theanine dan tanin membantu memperlambat penyerapan kafein, sehingga energi yang muncul terasa lebih stabil, fokus lebih terjaga, dan risiko mengalami energy crash menjadi lebih kecil.

(Teh mengandung senyawa lain seperti L-theanine dan tanin, yang memengaruhi cara tubuh, Foto: Dok. Pexels.com)
Meski daun teh mentah sebenarnya mengandung kafein cukup tinggi, jumlah kafein yang masuk ke tubuh saat diseduh, umumnya lebih rendah dibandingkan kopi.
Kopi: sekitar 95–200 mg kafein per cangkir.
Teh: sekitar 25–47 mg kafein per cangkir.
Kopi lebih berpotensi menimbulkan sensasi jantung berdebar, gelisah, atau jitters, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan atau oleh orang, yang sensitif terhadap kafein.
Sementara itu, teh cenderung memberikan efek yang lebih menenangkan. Kombinasi kafein dan L-theanine, dapat membantu meningkatkan fokus sekaligus membuat pikiran lebih rileks, sehingga sering dikaitkan dengan penurunan stres dan perbaikan mood.
Selain kafein, kedua minuman ini juga kaya antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Kopi mengandung polifenol yang berperan dalam menjaga kesehatan hati, membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2, serta mendukung pembentukan massa otot.
Teh terutama teh hijau, kaya akan katekin yang dikenal baik untuk kesehatan pembuluh darah, membantu proses pembakaran lemak, dan mendukung kesehatan kulit.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Sebagian orang merasa lebih berenergi dan terjaga setelah minum kopi, sementara yang lain merasakan sensasi lebih tenang, dan fokus setelah menikmati secangkir teh.
Perbedaan ini terjadi karena kandungan dalam kopi dan teh tidak hanya sebatas kafein. Teh mengandung senyawa lain seperti L-theanine dan tanin, yang memengaruhi cara tubuh menyerap kafein.
Akibatnya, respons tubuh terhadap kedua minuman ini bisa sangat berbeda, mulai dari tingkat energi, konsentrasi, hingga pengaruhnya terhadap suasana hati dan kesehatan secara keseluruhan.
1. Kecepatan dan lama efek kafein
Kopi dikenal memberikan dorongan energi yang lebih cepat. Kafein dalam kopi, biasanya mulai bekerja dan mencapai puncaknya dalam waktu sekitar 30–60 menit. Efeknya membuat tubuh terasa lebih segar dan waspada, tetapi pada sebagian orang dapat diikuti rasa lelah atau penurunan energi beberapa jam kemudian.
Sebaliknya, teh memberikan efek yang lebih bertahap. Kandungan L-theanine dan tanin membantu memperlambat penyerapan kafein, sehingga energi yang muncul terasa lebih stabil, fokus lebih terjaga, dan risiko mengalami energy crash menjadi lebih kecil.
2. Kandungan kafein dalam secangkir minuman

(Teh mengandung senyawa lain seperti L-theanine dan tanin, yang memengaruhi cara tubuh, Foto: Dok. Pexels.com)
Meski daun teh mentah sebenarnya mengandung kafein cukup tinggi, jumlah kafein yang masuk ke tubuh saat diseduh, umumnya lebih rendah dibandingkan kopi.
Kopi: sekitar 95–200 mg kafein per cangkir.
Teh: sekitar 25–47 mg kafein per cangkir.
3. Pengaruh terhadap jantung dan suasana hati
Kopi lebih berpotensi menimbulkan sensasi jantung berdebar, gelisah, atau jitters, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan atau oleh orang, yang sensitif terhadap kafein.
Sementara itu, teh cenderung memberikan efek yang lebih menenangkan. Kombinasi kafein dan L-theanine, dapat membantu meningkatkan fokus sekaligus membuat pikiran lebih rileks, sehingga sering dikaitkan dengan penurunan stres dan perbaikan mood.
4. Kandungan antioksidan dan manfaat kesehatan
Selain kafein, kedua minuman ini juga kaya antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Kopi mengandung polifenol yang berperan dalam menjaga kesehatan hati, membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2, serta mendukung pembentukan massa otot.
Teh terutama teh hijau, kaya akan katekin yang dikenal baik untuk kesehatan pembuluh darah, membantu proses pembakaran lemak, dan mendukung kesehatan kulit.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)