FITNESS & HEALTH
Tren Injak Garam Sebelum Tidur, Benarkah Bikin Tidur Lebih Nyenyak?
Yatin Suleha
Rabu 24 Juni 2026 / 16:42
- Tren kesehatan bernama "salt stomping" adalah kebiasaan menginjak atau berdiri di atas garam sebelum tidur.
- Banyak unggahan mengklaim metode sederhana ini mampu membuat tubuh lebih rileks, menurunkan stres, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
- Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menginjak garam secara langsung dapat memperbaiki kualitas tidur.
Jakarta: Belakangan ini media sosial, terutama TikTok, diramaikan oleh tren kesehatan bernama "salt stomping", yaitu kebiasaan menginjak atau berdiri di atas garam sebelum tidur.
Banyak unggahan mengklaim metode sederhana ini mampu membuat tubuh lebih rileks, menurunkan stres, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Karena terlihat mudah dilakukan di rumah, tren ini pun menarik perhatian banyak orang, yang sedang mencari cara alami untuk meningkatkan kualitas tidur.
Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menginjak garam secara langsung dapat memperbaiki kualitas tidur.
Menurut para ahli, rasa nyaman yang muncul setelah melakukan ritual ini lebih berkaitan dengan efek relaksasi, kebiasaan menenangkan diri sebelum tidur, serta jeda dari aktivitas yang melelahkan, bukan karena garam memiliki kemampuan khusus untuk membuat tubuh cepat terlelap.
Secara medis, ada beberapa alasan yang membuat aktivitas ini terasa menenangkan, meski manfaatnya tidak berasal langsung dari garam itu sendiri.

(Gesekan yang terjadi saat menginjak garam membantu mengangkat sel kulit mati, Foto: Dok. Pexels.com)
Butiran garam yang kasar, dapat berfungsi sebagai eksfoliator alami pada telapak kaki. Gesekan yang terjadi saat menginjak garam membantu mengangkat sel kulit mati, sehingga kaki terasa lebih halus dan segar.
Telapak kaki memiliki banyak ujung saraf yang sensitif terhadap tekanan. Saat berdiri di atas garam, tekstur kasar tersebut dapat memberikan stimulasi ringan, yang menghasilkan sensasi nyaman, mirip seperti efek pijat refleksi sederhana.
Salah satu manfaat yang paling mungkin dirasakan, justru berasal dari kebiasaan berhenti sejenak dari layar gadget. Saat melakukan ritual ini selama sekitar 5–10 menit, tubuh mendapat kesempatan untuk rileks tanpa paparan blue light, yang dapat mengganggu produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu proses tidur.
Sebagian orang menggunakan garam Epsom, karena dikenal kaya magnesium. Namun, anggapan bahwa magnesium dapat masuk ke tubuh, hanya dengan menginjak garam kering masih merupakan mitos.
Penyerapan mineral dari garam Epsom, umumnya dikaitkan dengan penggunaan dalam air hangat, bukan saat digunakan dalam kondisi kering.
Tren "salt stomping" mungkin dapat menjadi bagian dari rutinitas relaksasi sebelum tidur, tetapi manfaatnya lebih berasal dari momen menenangkan diri, dan mengurangi distraksi menjelang waktu istirahat.
Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, kebiasaan seperti menjaga jadwal tidur yang konsisten, mengurangi penggunaan gadget di malam hari, dan menciptakan suasana kamar yang nyaman, tetap menjadi langkah yang lebih terbukti efektif.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Banyak unggahan mengklaim metode sederhana ini mampu membuat tubuh lebih rileks, menurunkan stres, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Karena terlihat mudah dilakukan di rumah, tren ini pun menarik perhatian banyak orang, yang sedang mencari cara alami untuk meningkatkan kualitas tidur.
Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menginjak garam secara langsung dapat memperbaiki kualitas tidur.
Menurut para ahli, rasa nyaman yang muncul setelah melakukan ritual ini lebih berkaitan dengan efek relaksasi, kebiasaan menenangkan diri sebelum tidur, serta jeda dari aktivitas yang melelahkan, bukan karena garam memiliki kemampuan khusus untuk membuat tubuh cepat terlelap.
Fakta di balik tren "salt stomping"
Secara medis, ada beberapa alasan yang membuat aktivitas ini terasa menenangkan, meski manfaatnya tidak berasal langsung dari garam itu sendiri.
1. Membantu mengangkat sel kulit mati

(Gesekan yang terjadi saat menginjak garam membantu mengangkat sel kulit mati, Foto: Dok. Pexels.com)
Butiran garam yang kasar, dapat berfungsi sebagai eksfoliator alami pada telapak kaki. Gesekan yang terjadi saat menginjak garam membantu mengangkat sel kulit mati, sehingga kaki terasa lebih halus dan segar.
2. Memberikan sensasi mirip pijat ringan
Telapak kaki memiliki banyak ujung saraf yang sensitif terhadap tekanan. Saat berdiri di atas garam, tekstur kasar tersebut dapat memberikan stimulasi ringan, yang menghasilkan sensasi nyaman, mirip seperti efek pijat refleksi sederhana.
3. Mengurangi waktu bermain ponsel sebelum tidur
Salah satu manfaat yang paling mungkin dirasakan, justru berasal dari kebiasaan berhenti sejenak dari layar gadget. Saat melakukan ritual ini selama sekitar 5–10 menit, tubuh mendapat kesempatan untuk rileks tanpa paparan blue light, yang dapat mengganggu produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu proses tidur.
4. Magnesium tidak terserap dari garam kering
Sebagian orang menggunakan garam Epsom, karena dikenal kaya magnesium. Namun, anggapan bahwa magnesium dapat masuk ke tubuh, hanya dengan menginjak garam kering masih merupakan mitos.
Penyerapan mineral dari garam Epsom, umumnya dikaitkan dengan penggunaan dalam air hangat, bukan saat digunakan dalam kondisi kering.
Tren "salt stomping" mungkin dapat menjadi bagian dari rutinitas relaksasi sebelum tidur, tetapi manfaatnya lebih berasal dari momen menenangkan diri, dan mengurangi distraksi menjelang waktu istirahat.
Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, kebiasaan seperti menjaga jadwal tidur yang konsisten, mengurangi penggunaan gadget di malam hari, dan menciptakan suasana kamar yang nyaman, tetap menjadi langkah yang lebih terbukti efektif.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)