- Milia merupakan bintik-bintik kecil berwarna putih atau kekuningan yang sering muncul di area wajah, terutama di sekitar mata, hidung, dan pipi.
- Eksfoliasi membantu mengatasi milia dengan mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori yang tersumbat, dan mempercepat pergantian sel kulit.
- Milia bisa dihilangkan dengan rutin menggunakan skincare dan obat-obatan, atau menjalani prosedur medis dari dokter.
Jakarta: Kulit kita itu sebenarnya punya siklus regenerasi alami, lho. Tapi, kalau eksfoliasi kamu kurang maksimal, sel kulit mati bakal numpuk dan bisa bikin milia muncul, terus jadi betah banget di sana.
Fyi, milia itu bintik-bintik kecil warna putih atau kekuningan yang biasanya 'nangkring' di sekitar mata, hidung, atau pipi. Kondisi ini terjadi karena keratin atau sel kulit mati terperangkap di bawah permukaan kulit.
Terus, bisa ilang nggak sih? Bisa banget! Kalau pada bayi biasanya milia bakal ilang sendiri dalam hitungan minggu. Tapi buat kita yang udah dewasa, milia ini bisa stay lebih lama, bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kalau nggak ditangani.
Kabar baiknya, milia bisa diatasi lewat rutin pakai skincare, obat, atau prosedur medis. Penasaran gimana cara usir milia dari rumah? Yuk, cek caranya!

(Eksfoliasi membantu mengatasi milia dengan mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori yang tersumbat, dan mempercepat pergantian sel kulit. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Cara ini dapat menghilangkan sel kulit mati sekaligus mengangkat keratin yang terperangkap di bawah kulit wajah.
Kamu bisa menggunakan produk yang mengandung bahan eksfoliasi wajah, seperti retinol, asam salisilat, asam sitrat, atau asam glikolat, sebagai cara menghilangkan milia di wajah.
Agar hasilnya maksimal, Alodokter menyarankan untuk melakukan eksfoliasi dengan rutin. Cukup menggunakan produk eksfoliasi sebanyak 1 kali selama 1 minggu pertama. Lalu, tingkatkan penggunaannya menjadi 2–3 kali di minggu berikutnya bila tidak ada tanda-tanda iritasi.
Milia dapat bertambah banyak bila kulit terus-menerus terpapar sinar matahari. Agar tidak makin banyak dan menghilang, dianjurkan untuk menggunakan tabir surya setiap hari meskipun beraktivitas di dalam rumah.
Pilihlah produk sunscreen dengan SPF minimal 30 dan mengandung bahan berbasis mineral (physical sunscreen). Pasalnya, sunscreen ini lebih ramah di kulit dan tidak menyumbat pori-pori, sehingga dapat digunakan sebagai cara menghilangkan milia di wajah.
Produk ini efektif untuk mengangkat sel kulit mati dan membuka pori-pori. Namun, salep ini hanya bisa diperoleh setelah kamu berkonsultasi dengan dokter.
Pastikan menggunakan tabir surya di siang hari setelah menggunakan salep ini. Pasalnya, salep retinoid dapat membuat kulit menjadi lebih rentan terhadap efek samping paparan sinar UV.
Berkat kemampuan antiradangnya, madu, khususnya madu manuka, bisa dijadikan sebagai masker untuk mencegah milia terititasi, bahkan bertambah banyak. Bahan alami ini juga cocok untuk mengatasi atau meredakan jerawat berkat sifat antibakterinya.
Untuk memanfaatkan madu sebagai cara menghilangkan milia di wajah. Caranya, cukup mengoleskannya ke kulit wajah sebagai masker dan diamkan selama 10 menit. Lalu, bilas wajah hingga bersih menggunakan air hangat suam-suam kuku.
Toner atau face mist yang mengandung air mawar, bisa dijadikan sebagai cara untuk menghilangkan milia di wajah. Air mawar memiliki sifat antiradang yang mampu mencegah peradangan penyebab terbentuknya milia.
Selain itu, air mawar juga diketahui dapat mengatasi kemerahan dan mencegah kerutan di kulit. Setelah mencuci muka, semprotkan atau usapkan toner/face mist sebelum menggunakan pelembap.
Yang harus diperhatikan, jangan memencet atau memecahkan sendiri milia di wajah dengan jarum atau alat apa pun.
Hal ini bisa menyebabkan benjolan milia menjadi berdarah dan meninggalkan bekas luka. Bila milia tidak hilang atau justru semakin banyak setelah melakukan perawatan di rumah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Fyi, milia itu bintik-bintik kecil warna putih atau kekuningan yang biasanya 'nangkring' di sekitar mata, hidung, atau pipi. Kondisi ini terjadi karena keratin atau sel kulit mati terperangkap di bawah permukaan kulit.
Terus, bisa ilang nggak sih? Bisa banget! Kalau pada bayi biasanya milia bakal ilang sendiri dalam hitungan minggu. Tapi buat kita yang udah dewasa, milia ini bisa stay lebih lama, bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kalau nggak ditangani.
Kabar baiknya, milia bisa diatasi lewat rutin pakai skincare, obat, atau prosedur medis. Penasaran gimana cara usir milia dari rumah? Yuk, cek caranya!
1. Eksfoliasi kulit

(Eksfoliasi membantu mengatasi milia dengan mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori yang tersumbat, dan mempercepat pergantian sel kulit. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Cara ini dapat menghilangkan sel kulit mati sekaligus mengangkat keratin yang terperangkap di bawah kulit wajah.
Kamu bisa menggunakan produk yang mengandung bahan eksfoliasi wajah, seperti retinol, asam salisilat, asam sitrat, atau asam glikolat, sebagai cara menghilangkan milia di wajah.
Agar hasilnya maksimal, Alodokter menyarankan untuk melakukan eksfoliasi dengan rutin. Cukup menggunakan produk eksfoliasi sebanyak 1 kali selama 1 minggu pertama. Lalu, tingkatkan penggunaannya menjadi 2–3 kali di minggu berikutnya bila tidak ada tanda-tanda iritasi.
2. Pakai sunscreen
Milia dapat bertambah banyak bila kulit terus-menerus terpapar sinar matahari. Agar tidak makin banyak dan menghilang, dianjurkan untuk menggunakan tabir surya setiap hari meskipun beraktivitas di dalam rumah.
Pilihlah produk sunscreen dengan SPF minimal 30 dan mengandung bahan berbasis mineral (physical sunscreen). Pasalnya, sunscreen ini lebih ramah di kulit dan tidak menyumbat pori-pori, sehingga dapat digunakan sebagai cara menghilangkan milia di wajah.
3. Oleskan salep retinoid
Produk ini efektif untuk mengangkat sel kulit mati dan membuka pori-pori. Namun, salep ini hanya bisa diperoleh setelah kamu berkonsultasi dengan dokter.
Pastikan menggunakan tabir surya di siang hari setelah menggunakan salep ini. Pasalnya, salep retinoid dapat membuat kulit menjadi lebih rentan terhadap efek samping paparan sinar UV.
4. Gunakan masker madu
Berkat kemampuan antiradangnya, madu, khususnya madu manuka, bisa dijadikan sebagai masker untuk mencegah milia terititasi, bahkan bertambah banyak. Bahan alami ini juga cocok untuk mengatasi atau meredakan jerawat berkat sifat antibakterinya.
Untuk memanfaatkan madu sebagai cara menghilangkan milia di wajah. Caranya, cukup mengoleskannya ke kulit wajah sebagai masker dan diamkan selama 10 menit. Lalu, bilas wajah hingga bersih menggunakan air hangat suam-suam kuku.
5. Gunakan air mawar
Toner atau face mist yang mengandung air mawar, bisa dijadikan sebagai cara untuk menghilangkan milia di wajah. Air mawar memiliki sifat antiradang yang mampu mencegah peradangan penyebab terbentuknya milia.
Selain itu, air mawar juga diketahui dapat mengatasi kemerahan dan mencegah kerutan di kulit. Setelah mencuci muka, semprotkan atau usapkan toner/face mist sebelum menggunakan pelembap.
Yang harus diperhatikan, jangan memencet atau memecahkan sendiri milia di wajah dengan jarum atau alat apa pun.
Hal ini bisa menyebabkan benjolan milia menjadi berdarah dan meninggalkan bekas luka. Bila milia tidak hilang atau justru semakin banyak setelah melakukan perawatan di rumah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)