FITNESS & HEALTH
Diet Doang tapi Gak Gerak? Siap-siap Kena Mental Sama 5 Efek Ini!
Mia Vale
Kamis 18 Juni 2026 / 17:52
- Diet buat nurunin berat badan itu memang yes banget, apalagi kalau caranya sehat.
- Tapi, kenapa ya banyak yang males banget kalau disuruh olahraga?
- Banyak yang milih diet doang biar BB turun, padahal efeknya gak selalu bagus buat tubuh.
Jakarta: Diet buat nurunin berat badan itu memang yes banget, apalagi kalau caranya sehat. Tapi, kenapa ya banyak yang males banget kalau disuruh olahraga? Banyak yang milih diet doang biar BB turun, padahal efeknya gak selalu bagus buat tubuh.
Ternyata, diet tanpa olahraga itu ada konsekuensinya, lho. Gak cuma soal angka di timbangan, tapi ada beberapa efek negatif yang mungkin gak kita sadari. Penasaran apa saja? Check this out!
Ketika kamu melakukan penurunan berat badan maka metabolisme tubuhmu akan melambat akibat dari pengurangan asupan kalori. Dan cara mengatasinya adalah dengan melakukan olahraga agar menjaga massa otot sehingga metabolisme terjaga.
Namun, ada saja orang yang malas olahraga dan hanya memilih diet. Hal ini akan membuat proses penurunan berat badanmu semakin sulit. Pasalnya, diet tanpa olahraga biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk melihat hasil yang signifikan.
.jpg)
(Dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes. dalam Hello Sehat memaparkan, diet tanpa olahraga memang bisa menurunkan berat badan karena terciptanya defisit kalori. Namun, cara ini berisiko menyebabkan berkurangnya massa otot (tubuh menjadi "lembek"). Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Salah satu akibat dari penurunan berat badan tanpa olahraga adalah penyusutan massa otot atau berat badan turun bukan karena lemak tapi karena massa otot turun.
Hal ini bisa terjadi karena tubuh memecah jaringan otot untuk dijadikan energi saat terdapat defisit kalori. Tentu saja kehilangan massa otot akan menyebabkan dampak lainnya, seperti penurunan tingkat metabolisme dan kekuatan tubuh atau fisik.
Olahraga, khususnya olahraga dengan menggunakan beban akan meningkatkan kesehatan tulang dan kepadatan tulang. Penurunan berat badan tanpa olahraga mungkin aja enggak bisa menyediakan stimulus untuk menjaga atau memperbaiki kepadatan tulang. Kalau kepadatan tulang nggak terjaga maka bisa timbul beberapa masalah, seperti osteoporosis.
Beberapa studi juga menunjukkan pola diet tertentu, misalnya rendah lemak tanpa aktivitas dapat memengaruhi hormon, seperti penurunan testosteron pada pria, dan gangguan hormon metabolik. Efek ini bisa berdampak pada energi, massa otot, dan kesehatan jangka panjang.
Melakukan diet tanpa olahraga mungkin bisa menurunkan berat badan. Tapi kondisi ini bisa membuat berat badanmu, naik kembali saat kamu berhenti menjalani diet.
Nah, sebuah studi dalam jurnal obesitas menunjukkan bahwa diet yang tidak seimbang dapat menurunkan massa otot, meningkatkan kembali lemak saat berat naik. Ini disebut yo-yo dieting, yang juga dikaitkan dengan risiko kesehatan jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Ternyata, diet tanpa olahraga itu ada konsekuensinya, lho. Gak cuma soal angka di timbangan, tapi ada beberapa efek negatif yang mungkin gak kita sadari. Penasaran apa saja? Check this out!
Hasil yang lebih lambat
Ketika kamu melakukan penurunan berat badan maka metabolisme tubuhmu akan melambat akibat dari pengurangan asupan kalori. Dan cara mengatasinya adalah dengan melakukan olahraga agar menjaga massa otot sehingga metabolisme terjaga.
Namun, ada saja orang yang malas olahraga dan hanya memilih diet. Hal ini akan membuat proses penurunan berat badanmu semakin sulit. Pasalnya, diet tanpa olahraga biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk melihat hasil yang signifikan.
Kehilangan massa otot
.jpg)
(Dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes. dalam Hello Sehat memaparkan, diet tanpa olahraga memang bisa menurunkan berat badan karena terciptanya defisit kalori. Namun, cara ini berisiko menyebabkan berkurangnya massa otot (tubuh menjadi "lembek"). Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Salah satu akibat dari penurunan berat badan tanpa olahraga adalah penyusutan massa otot atau berat badan turun bukan karena lemak tapi karena massa otot turun.
Hal ini bisa terjadi karena tubuh memecah jaringan otot untuk dijadikan energi saat terdapat defisit kalori. Tentu saja kehilangan massa otot akan menyebabkan dampak lainnya, seperti penurunan tingkat metabolisme dan kekuatan tubuh atau fisik.
Kepadatan tulang berkurang
Olahraga, khususnya olahraga dengan menggunakan beban akan meningkatkan kesehatan tulang dan kepadatan tulang. Penurunan berat badan tanpa olahraga mungkin aja enggak bisa menyediakan stimulus untuk menjaga atau memperbaiki kepadatan tulang. Kalau kepadatan tulang nggak terjaga maka bisa timbul beberapa masalah, seperti osteoporosis.
Bisa mengubah hormon
Beberapa studi juga menunjukkan pola diet tertentu, misalnya rendah lemak tanpa aktivitas dapat memengaruhi hormon, seperti penurunan testosteron pada pria, dan gangguan hormon metabolik. Efek ini bisa berdampak pada energi, massa otot, dan kesehatan jangka panjang.
Baca Juga :
Kopi + Lemon = Kurus? Cek Faktanya Sebelum FOMO!
Berat badan bisa naik kembali
Melakukan diet tanpa olahraga mungkin bisa menurunkan berat badan. Tapi kondisi ini bisa membuat berat badanmu, naik kembali saat kamu berhenti menjalani diet.
Nah, sebuah studi dalam jurnal obesitas menunjukkan bahwa diet yang tidak seimbang dapat menurunkan massa otot, meningkatkan kembali lemak saat berat naik. Ini disebut yo-yo dieting, yang juga dikaitkan dengan risiko kesehatan jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)