FITNESS & HEALTH
Integrated CT-LINAC: Kenapa Teknologi Ini Jadi Harapan Besar Buat Pejuang Kanker?
Yatin Suleha
Kamis 22 Januari 2026 / 19:09
Jakarta: Di era digital saat ini, teknologi telah menjadi tulang punggung utama dalam dunia kesehatan, terutama dalam pengobatan kanker.
Sebuah mesin radioterapi canggih bernama Integrated CT-LINAC kini hadir di Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi menjanjikan pengobatan yang lebih akurat, efisien, dan aman.
Mesin ini tidak hanya mengurangi jumlah sesi radiasi yang diperlukan pasien, tetapi juga meminimalkan risiko efek samping, sehingga pasien tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit berulang kali.
"Dengan treatment CT-LINAC ini, selain akurasi, dia bisa adaptasi, waktu treatment jadi lebih pendek. Efisien dari treatment, efisien dari off-cost, efisien dari segala hal," kata dr. Denny Handoyo Kirana SpOnkRad (K), Radiation Oncologist MRCCC Siloam Semanggi dalam acara Kolaborasi Indonesia–Tiongkok: Perkuat Layanan Kanker, MRCCC Siloam Semanggi Perkenalkan Integrated CT-LINAC Pertama di Asia Tenggara pada Kamis (22/01/26).
Ia menambahkan bahwa mesin ini memungkinkan dosis radiasi per sesi lebih besar, sehingga pasien tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit terlalu sering.
Zaman dulu, radiasi bisa memakan waktu hingga 25, 30, atau bahkan lebih dari 35 kali. Namun, dengan teknologi canggih ini, jumlah sesi berkurang drastis.
Faktor lain termasuk perubahan posisi selama beberapa sesi radiasi dan penyusutan target tumor. Teknologi AI dalam CT-LINAC memungkinkan penyesuaian real-time yang membuat pengobatan lebih akurat dan singkat.
Contohnya, kanker prostat yang biasanya memerlukan 37 atau 38 kali, kini hanya butuh 20 kali. Begitu pula dengan kanker payudara, yang sebelumnya 25 hingga 30 kali, sekarang cukup 15 kali.
.jpg)
(Teknologi AI dalam CT-LINAC memungkinkan penyesuaian real-time yang membuat pengobatan lebih akurat dan singkat. Foto: Dok. Medcom.id/Secillia Nur Hafifah)
Menurut dr. Denny, kesembuhan yang maksimal dengan efek samping seminimal mungkin adalah prioritas.
"Dengan mesin ini dia bisa lebih aman. Radioterapi saat ini adalah salah satu modalitas pengobatan paling penting dalam menangani kanker," jelasnya.
CT-LINAC mampu menangani semua kasus yang sebelumnya ditangani oleh radioterapi konvensional, bahkan beberapa yang tidak bisa diatasi mesin lama.
Salah satunya adalah radiosurgery yang melibatkan dosis radiasi besar dalam satu kali pengobatan, mirip operasi tanpa membuka kepala.
Implementasi di MRCCC Siloam Semanggi dimulai setelah izin kelayakan alat terbit pada akhir Desember 2025. Dalam satu hari, mesin ini mampu menangani hingga 25 pasien dengan variasi kasus.
"Pasien pertama kami lakukan treatment adalah tanggal 5 Januari 2026. Jadi baru ini masuk minggu ke-3," kata dr. Denny.
Saat ini, CT-LINAC adalah satu-satunya mesin tipe ini di Indonesia.
Waktu per sesi juga efisien hanya sekitar 20 menit untuk sesi pertama termasuk persiapan, dan 3 hingga 5 menit untuk sesi berikutnya karena adaptasi sudah dilakukan.
Dr. Denny menjelaskan bahwa tanpa adaptasi, radiasi bisa meleset ke organ sehat jika posisi organ berubah, seperti kandung kemih yang penuh atau kosong. Dengan teknologi ini, titik radiasi mengikuti pergerakan tumor, bukan stagnan.
Inovasi seperti CT-LINAC menandai langkah maju bagi pengobatan kanker di Indonesia, membawa harapan bagi pasien untuk pengobatan yang lebih cepat, aman, dan efektif. dr. Denny mengajak semua pihak untuk terus mendukung kemajuan teknologi medis ini demi kesehatan masyarakat.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Sebuah mesin radioterapi canggih bernama Integrated CT-LINAC kini hadir di Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi menjanjikan pengobatan yang lebih akurat, efisien, dan aman.
Mesin ini tidak hanya mengurangi jumlah sesi radiasi yang diperlukan pasien, tetapi juga meminimalkan risiko efek samping, sehingga pasien tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit berulang kali.
"Dengan treatment CT-LINAC ini, selain akurasi, dia bisa adaptasi, waktu treatment jadi lebih pendek. Efisien dari treatment, efisien dari off-cost, efisien dari segala hal," kata dr. Denny Handoyo Kirana SpOnkRad (K), Radiation Oncologist MRCCC Siloam Semanggi dalam acara Kolaborasi Indonesia–Tiongkok: Perkuat Layanan Kanker, MRCCC Siloam Semanggi Perkenalkan Integrated CT-LINAC Pertama di Asia Tenggara pada Kamis (22/01/26).
Ia menambahkan bahwa mesin ini memungkinkan dosis radiasi per sesi lebih besar, sehingga pasien tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit terlalu sering.
Zaman dulu, radiasi bisa memakan waktu hingga 25, 30, atau bahkan lebih dari 35 kali. Namun, dengan teknologi canggih ini, jumlah sesi berkurang drastis.
Faktor lain termasuk perubahan posisi selama beberapa sesi radiasi dan penyusutan target tumor. Teknologi AI dalam CT-LINAC memungkinkan penyesuaian real-time yang membuat pengobatan lebih akurat dan singkat.
Contohnya, kanker prostat yang biasanya memerlukan 37 atau 38 kali, kini hanya butuh 20 kali. Begitu pula dengan kanker payudara, yang sebelumnya 25 hingga 30 kali, sekarang cukup 15 kali.
.jpg)
(Teknologi AI dalam CT-LINAC memungkinkan penyesuaian real-time yang membuat pengobatan lebih akurat dan singkat. Foto: Dok. Medcom.id/Secillia Nur Hafifah)
Menurut dr. Denny, kesembuhan yang maksimal dengan efek samping seminimal mungkin adalah prioritas.
"Dengan mesin ini dia bisa lebih aman. Radioterapi saat ini adalah salah satu modalitas pengobatan paling penting dalam menangani kanker," jelasnya.
CT-LINAC mampu menangani semua kasus yang sebelumnya ditangani oleh radioterapi konvensional, bahkan beberapa yang tidak bisa diatasi mesin lama.
Salah satunya adalah radiosurgery yang melibatkan dosis radiasi besar dalam satu kali pengobatan, mirip operasi tanpa membuka kepala.
Implementasi di MRCCC Siloam Semanggi dimulai setelah izin kelayakan alat terbit pada akhir Desember 2025. Dalam satu hari, mesin ini mampu menangani hingga 25 pasien dengan variasi kasus.
"Pasien pertama kami lakukan treatment adalah tanggal 5 Januari 2026. Jadi baru ini masuk minggu ke-3," kata dr. Denny.
Saat ini, CT-LINAC adalah satu-satunya mesin tipe ini di Indonesia.
Waktu per sesi juga efisien hanya sekitar 20 menit untuk sesi pertama termasuk persiapan, dan 3 hingga 5 menit untuk sesi berikutnya karena adaptasi sudah dilakukan.
Dr. Denny menjelaskan bahwa tanpa adaptasi, radiasi bisa meleset ke organ sehat jika posisi organ berubah, seperti kandung kemih yang penuh atau kosong. Dengan teknologi ini, titik radiasi mengikuti pergerakan tumor, bukan stagnan.
Inovasi seperti CT-LINAC menandai langkah maju bagi pengobatan kanker di Indonesia, membawa harapan bagi pasien untuk pengobatan yang lebih cepat, aman, dan efektif. dr. Denny mengajak semua pihak untuk terus mendukung kemajuan teknologi medis ini demi kesehatan masyarakat.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)