FITNESS & HEALTH
Biar Gak Overthinking! Spill Prosedur Cek Cairan Ketuban (Amniocentesis)
Yatin Suleha
Senin 09 Maret 2026 / 17:02
- Amniocentesis merupakan salah satu prosedur medis, yang dilakukan selama kehamilan untuk memeriksa kondisi genetik janin.
- Pemeriksaan ini, dilakukan dengan mengambil sedikit cairan ketuban yang mengelilingi bayi di dalam rahim.
- Walaupun terdengar cukup menegangkan, prosedur amniocentesis sebenarnya dilakukan dengan pengawasan ketat.
Jakarta: Amniocentesis merupakan salah satu prosedur medis, yang dilakukan selama kehamilan untuk memeriksa kondisi genetik janin. Pemeriksaan ini, dilakukan dengan mengambil sedikit cairan ketuban yang mengelilingi bayi di dalam rahim.
Cairan tersebut kemudian dianalisis di laboratorium, untuk membantu mendeteksi kemungkinan kelainan kromosom atau gangguan genetik tertentu.
Walaupun terdengar cukup menegangkan, prosedur amniocentesis sebenarnya dilakukan dengan pengawasan ketat menggunakan ultrasonografi, sehingga dokter dapat melihat posisi bayi secara jelas selama tindakan berlangsung.
Prosesnya juga relatif singkat, dan biasanya hanya memerlukan waktu kurang dari setengah jam.
Prosedur amniocentesis umumnya berlangsung sekitar 20 hingga 30 menit. Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah tahapan yang biasanya dilakukan selama pemeriksaan.
Dokter melakukan USG untuk mengukur ukuran janin serta memeriksa kondisi anatomi dasar bayi. Di beberapa pusat kesehatan, pemeriksaan ini dilakukan tepat sebelum prosedur amniocentesis, sementara di tempat lain bisa dilakukan pada kunjungan sebelumnya.
.jpg)
(Jika golongan darah ibu hamil Rh-negatif, biasanya diperlukan suntikan imunoglobulin Rh setelah prosedur amniocentesis, kecuali jika ayah bayi juga memiliki golongan darah Rh-negatif. Foto: Ilustrasi/Dok. Pexels.com)
Ibu hamil akan diminta berbaring di meja pemeriksaan. Bagian perut kemudian dibersihkan menggunakan alkohol atau larutan yodium, untuk mengurangi risiko infeksi selama prosedur.
Dengan bantuan USG, dokter mencari kantong cairan ketuban yang posisinya aman dan cukup jauh dari janin serta plasenta.
Dengan panduan USG secara terus-menerus, dokter memasukkan jarum panjang, tipis, dan berongga melalui dinding perut hingga mencapai kantong cairan ketuban di sekitar janin.
Dokter kemudian mengambil sedikit cairan ketuban, biasanya sekitar satu ons atau kira-kira dua sendok makan.
Proses pengambilan cairan ini hanya berlangsung beberapa menit, bahkan sering kali kurang dari 30 detik. Setelah itu jarum akan dikeluarkan. Tubuh janin akan memproduksi kembali cairan ketuban untuk menggantikan cairan yang diambil.
Setelah prosedur selesai, dokter kembali menggunakan USG untuk memastikan detak jantung bayi tetap normal dan kondisi janin baik.
Selama prosedur berlangsung, sebagian ibu hamil mungkin merasakan sensasi seperti tertusuk, tekanan, atau kram ringan di area perut.
Namun, ada juga yang hampir tidak merasakan ketidaknyamanan sama sekali. Tingkat rasa tidak nyaman bisa berbeda pada setiap orang, bahkan dapat berbeda pada setiap kehamilan.
Beberapa orang memilih menggunakan anestesi lokal untuk membius area perut, sebelum jarum dimasukkan. Namun dalam banyak kasus, rasa sakit dari suntikan anestesi justru terasa lebih kuat dibandingkan prosedur amniocentesis itu sendiri.
Oleh karena alasan ini, banyak ibu hamil memutuskan untuk menjalani prosedur tanpa anestesi tambahan.
Jika golongan darah ibu hamil Rh-negatif, biasanya diperlukan suntikan imunoglobulin Rh setelah prosedur amniocentesis, kecuali jika ayah bayi juga memiliki golongan darah Rh-negatif.
Hal ini dilakukan karena selama prosedur terdapat kemungkinan kecil darah janin bercampur dengan darah ibu.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Cairan tersebut kemudian dianalisis di laboratorium, untuk membantu mendeteksi kemungkinan kelainan kromosom atau gangguan genetik tertentu.
Walaupun terdengar cukup menegangkan, prosedur amniocentesis sebenarnya dilakukan dengan pengawasan ketat menggunakan ultrasonografi, sehingga dokter dapat melihat posisi bayi secara jelas selama tindakan berlangsung.
Prosesnya juga relatif singkat, dan biasanya hanya memerlukan waktu kurang dari setengah jam.
Bagaimana amniocentesis dilakukan?
Prosedur amniocentesis umumnya berlangsung sekitar 20 hingga 30 menit. Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah tahapan yang biasanya dilakukan selama pemeriksaan.
1. Pemeriksaan ultrasonografi (USG)
Dokter melakukan USG untuk mengukur ukuran janin serta memeriksa kondisi anatomi dasar bayi. Di beberapa pusat kesehatan, pemeriksaan ini dilakukan tepat sebelum prosedur amniocentesis, sementara di tempat lain bisa dilakukan pada kunjungan sebelumnya.
2. Persiapan area perut
.jpg)
(Jika golongan darah ibu hamil Rh-negatif, biasanya diperlukan suntikan imunoglobulin Rh setelah prosedur amniocentesis, kecuali jika ayah bayi juga memiliki golongan darah Rh-negatif. Foto: Ilustrasi/Dok. Pexels.com)
Ibu hamil akan diminta berbaring di meja pemeriksaan. Bagian perut kemudian dibersihkan menggunakan alkohol atau larutan yodium, untuk mengurangi risiko infeksi selama prosedur.
3. Menentukan posisi cairan ketuban
Dengan bantuan USG, dokter mencari kantong cairan ketuban yang posisinya aman dan cukup jauh dari janin serta plasenta.
4. Memasukkan jarum untuk mengambil cairan ketuban
Dengan panduan USG secara terus-menerus, dokter memasukkan jarum panjang, tipis, dan berongga melalui dinding perut hingga mencapai kantong cairan ketuban di sekitar janin.
5. Mengambil sampel cairan amnion
Dokter kemudian mengambil sedikit cairan ketuban, biasanya sekitar satu ons atau kira-kira dua sendok makan.
Proses pengambilan cairan ini hanya berlangsung beberapa menit, bahkan sering kali kurang dari 30 detik. Setelah itu jarum akan dikeluarkan. Tubuh janin akan memproduksi kembali cairan ketuban untuk menggantikan cairan yang diambil.
6. Memeriksa detak jantung janin
Setelah prosedur selesai, dokter kembali menggunakan USG untuk memastikan detak jantung bayi tetap normal dan kondisi janin baik.
Selama prosedur berlangsung, sebagian ibu hamil mungkin merasakan sensasi seperti tertusuk, tekanan, atau kram ringan di area perut.
Namun, ada juga yang hampir tidak merasakan ketidaknyamanan sama sekali. Tingkat rasa tidak nyaman bisa berbeda pada setiap orang, bahkan dapat berbeda pada setiap kehamilan.
Beberapa orang memilih menggunakan anestesi lokal untuk membius area perut, sebelum jarum dimasukkan. Namun dalam banyak kasus, rasa sakit dari suntikan anestesi justru terasa lebih kuat dibandingkan prosedur amniocentesis itu sendiri.
Oleh karena alasan ini, banyak ibu hamil memutuskan untuk menjalani prosedur tanpa anestesi tambahan.
Catatan!
Jika golongan darah ibu hamil Rh-negatif, biasanya diperlukan suntikan imunoglobulin Rh setelah prosedur amniocentesis, kecuali jika ayah bayi juga memiliki golongan darah Rh-negatif.
Hal ini dilakukan karena selama prosedur terdapat kemungkinan kecil darah janin bercampur dengan darah ibu.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)