FAMILY
Ekspektasi vs Realita: Curhatan Jujur Ibu-ibu Saat Kontraksi
Yatin Suleha
Selasa 03 Februari 2026 / 22:49
Jakarta: Melahirkan adalah salah satu pengalaman paling mendalam dan transformatif dalam kehidupan seorang wanita, di mana tubuh menjalani proses alami yang penuh tantangan dan keajaiban.
Bagi ibu hamil pertama kali, rasa penasaran dan kecemasan tentang apa yang akan terjadi selama persalinan sering kali muncul, terutama ketika mendekati waktu kontraksi dimulai.
Kontraksi, sebagai tanda awal persalinan, bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng, karena sensasi yang ditimbulkannya bisa bervariasi dari satu orang ke orang lain, tergantung pada faktor seperti tahap kehamilan, kondisi fisik, dan bahkan pengalaman pribadi.
“Sangat penting untuk diingat bahwa rasa sakit ini memiliki tujuan, setiap kontraksi membawa kamu lebih dekat untuk bertemu bayi dan merupakan bagian yang diperlukan dari proses ini,” kata Kristin Cohen, DNP, seorang bidan bersertifikat, perawat spesialis kesehatan wanita bersertifikat, dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter.
Berikut adalah pengalaman nyata dari banyak ibu di BabyCenter, menunjukkan bahwa meskipun setiap persalinan unik, ada pola umum yang bisa membantu mengurangi ketakutan dan meningkatkan kepercayaan diri.
Gambaran umum tentang kontraksi adalah rasa sakit yang intens seperti gelombang melalui perut dan panggul.
Kontraksi bisa terasa tumpul atau tajam atau keduanya, tergantung seberapa jauh seseorang dalam proses persalinan, seperti sensasi kencang di rahim, atau seperti dipukul di perut.
1. Banyak ibu mengatakan bahwa kontraksi mereka terasa seperti kram menstruasi yang sangat parah, sementara yang lain membandingkannya dengan kram akibat gas, flu perut, atau kram otot.
“Kram dan kontraksi yang sangat menyakitkan yang dimulai di bagian atas rahim saya dan menyebar ke bawah dan melalui punggung saya.”
“Seperti kram yang seseorang rasakan saat flu perut yang parah, tetapi berlangsung lebih lama”
2. Beberapa wanita mengatakan bahwa kontraksi mereka lebih terasa seperti sensasi kencang daripada kram.
“Rasanya seperti seluruh perut saya mengencang menjadi bola kecil yang menyakitkan. Tapi kontraksi itu sama sekali tidak tak tertahankan.”
“Rasanya seperti seseorang menarik semua kulit di punggungku dengan sangat lambat hingga kencang, lalu menahannya selama satu menit sebelum melepaskannya.”
“Rasanya seperti ada yang memeras bagian dalam tubuhku sekuat tenaga.”
3. Beberapa wanita menggambarkan persalinan sebagai rasa pukulan atau tendangan yang kuat.
“Kontraksi terasa seperti dipukul dengan sesuatu yang sangat keras.”
“Setiap kontraksi terasa seperti dipukul di perut, tetapi jenis pukulan yang membuat semua udara keluar dari tubuhmu.”
“Rasanya seperti dipukul di punggung dan perut secara bersamaan, tapi hanya saat epidural mulai hilang.”
4. Persalinan tentu bukan seperti liburan di pantai, tapi banyak wanita menggambarkan efek gelombang pada kontraksi mereka.
“Setiap kontraksi terasa seperti gelombang rasa sakit yang naik, mencapai puncak, lalu mereda.”
“Saya bisa merasakan setiap kontraksi datang, semakin kuat dan kuat, lalu mencapai puncak dan mereda. Setelah kontraksi berakhir, saya merasa benar-benar baik-baik saja.”
“Saya mengalami gelombang rasa sakit yang sangat intens, datang berturut-turut tanpa henti.”
Dibalik semua cerita ada hal yang perlu kamu ketahui. Di internet banyak banget cerita persalinan yang dramatis. Ingat, setiap tubuh itu unik. Jangan telan mentah-mentah cerita yang bikin kamu makin parno. Kalau mau baca, cari yang labelnya "Positive Birth Story".
Kenalan sama "Gelombang Cinta"
Istilah Gen Z-nya: Rebranding. Daripada menyebutnya "Sakit Kontraksi", coba sebut sebagai "Gelombang Cinta".
Kenapa? Karena setiap kontraksi itu artinya selangkah lebih dekat buat ketemu si kecil. Kontraksi itu bukan tanda ada yang salah di tubuhmu, tapi tanda tubuhmu lagi bekerja dengan sangat keren. So, jangan dulu ketakutan ya calon Mama..
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Bagi ibu hamil pertama kali, rasa penasaran dan kecemasan tentang apa yang akan terjadi selama persalinan sering kali muncul, terutama ketika mendekati waktu kontraksi dimulai.
Kontraksi, sebagai tanda awal persalinan, bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng, karena sensasi yang ditimbulkannya bisa bervariasi dari satu orang ke orang lain, tergantung pada faktor seperti tahap kehamilan, kondisi fisik, dan bahkan pengalaman pribadi.
“Sangat penting untuk diingat bahwa rasa sakit ini memiliki tujuan, setiap kontraksi membawa kamu lebih dekat untuk bertemu bayi dan merupakan bagian yang diperlukan dari proses ini,” kata Kristin Cohen, DNP, seorang bidan bersertifikat, perawat spesialis kesehatan wanita bersertifikat, dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter.
Baca Juga :
Ini Fungsi dan Manfaat Vernix Caseosa
Berikut adalah pengalaman nyata dari banyak ibu di BabyCenter, menunjukkan bahwa meskipun setiap persalinan unik, ada pola umum yang bisa membantu mengurangi ketakutan dan meningkatkan kepercayaan diri.
Gambaran umum tentang kontraksi adalah rasa sakit yang intens seperti gelombang melalui perut dan panggul.
Kontraksi bisa terasa tumpul atau tajam atau keduanya, tergantung seberapa jauh seseorang dalam proses persalinan, seperti sensasi kencang di rahim, atau seperti dipukul di perut.
1. Banyak ibu mengatakan bahwa kontraksi mereka terasa seperti kram menstruasi yang sangat parah, sementara yang lain membandingkannya dengan kram akibat gas, flu perut, atau kram otot.
“Kram dan kontraksi yang sangat menyakitkan yang dimulai di bagian atas rahim saya dan menyebar ke bawah dan melalui punggung saya.”
“Seperti kram yang seseorang rasakan saat flu perut yang parah, tetapi berlangsung lebih lama”
2. Beberapa wanita mengatakan bahwa kontraksi mereka lebih terasa seperti sensasi kencang daripada kram.
“Rasanya seperti seluruh perut saya mengencang menjadi bola kecil yang menyakitkan. Tapi kontraksi itu sama sekali tidak tak tertahankan.”
“Rasanya seperti seseorang menarik semua kulit di punggungku dengan sangat lambat hingga kencang, lalu menahannya selama satu menit sebelum melepaskannya.”
“Rasanya seperti ada yang memeras bagian dalam tubuhku sekuat tenaga.”
3. Beberapa wanita menggambarkan persalinan sebagai rasa pukulan atau tendangan yang kuat.
“Kontraksi terasa seperti dipukul dengan sesuatu yang sangat keras.”
“Setiap kontraksi terasa seperti dipukul di perut, tetapi jenis pukulan yang membuat semua udara keluar dari tubuhmu.”
“Rasanya seperti dipukul di punggung dan perut secara bersamaan, tapi hanya saat epidural mulai hilang.”
4. Persalinan tentu bukan seperti liburan di pantai, tapi banyak wanita menggambarkan efek gelombang pada kontraksi mereka.
“Setiap kontraksi terasa seperti gelombang rasa sakit yang naik, mencapai puncak, lalu mereda.”
“Saya bisa merasakan setiap kontraksi datang, semakin kuat dan kuat, lalu mencapai puncak dan mereda. Setelah kontraksi berakhir, saya merasa benar-benar baik-baik saja.”
“Saya mengalami gelombang rasa sakit yang sangat intens, datang berturut-turut tanpa henti.”
Baca Juga :
Moms, Ini 7 Cara Atasi Kelelahan saat Hamil
Namun..
Dibalik semua cerita ada hal yang perlu kamu ketahui. Di internet banyak banget cerita persalinan yang dramatis. Ingat, setiap tubuh itu unik. Jangan telan mentah-mentah cerita yang bikin kamu makin parno. Kalau mau baca, cari yang labelnya "Positive Birth Story".
Kenalan sama "Gelombang Cinta"
Istilah Gen Z-nya: Rebranding. Daripada menyebutnya "Sakit Kontraksi", coba sebut sebagai "Gelombang Cinta".
Kenapa? Karena setiap kontraksi itu artinya selangkah lebih dekat buat ketemu si kecil. Kontraksi itu bukan tanda ada yang salah di tubuhmu, tapi tanda tubuhmu lagi bekerja dengan sangat keren. So, jangan dulu ketakutan ya calon Mama..
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)