FAMILY
Road to Motherhood: Menghadapi Fase Transisi Persalinan Tetap Calm
Yatin Suleha
Senin 02 Februari 2026 / 11:24
- Fase transisi ditandakan dengan kontraksi menjadi lebih lama, lebih kuat, dan lebih sering.
- Fase transisi ini sering disebut sebagai "badai sebelum tenang" karena intensitasnya yang tinggi.
- Jika ada komplikasi, seperti bayi dalam posisi telentang, dokter mungkin menggunakan teknik seperti pijatan.
Jakarta: Fase transisi ditandakan dengan kontraksi menjadi lebih lama, lebih kuat, dan lebih sering. Ini bisa menjadi bagian paling sulit dari persalinan, tetapi juga sudah dekat dengan akhir.
Dilansir dari BabyCenter, bagian terakhir dari persalinan aktif karena kontraksi mencapai puncaknya dan leher rahim sepenuhnya terbuka agar bayi dapat melewatinya.
Fase transisi ini sering disebut sebagai "badai sebelum tenang" karena intensitasnya yang tinggi, tetapi biasanya berlangsung singkat, sekitar 15-30 menit.
Masa saat tubuh ibu hampir siap untuk mendorong bayi keluar. Yes, dipastikan Moms juga deg-degan. Apalagi jika ini adalah kelahiran pertama ya Moms.
Banyak wanita merasa lega setelah fase ini berakhir, karena tahap kedua persalinan dimulai. Dukungan dari pasangan atau doula bisa sangat berharga di sini, dengan memberikan kata-kata penyemangat atau membantu dengan teknik pernapasan.
Jika ada komplikasi, seperti bayi dalam posisi telentang, dokter mungkin menggunakan teknik seperti pijatan atau posisi tertentu untuk membantu bayi berbalik. Selalu penting untuk mendengarkan instruksi dari tenaga medis untuk memastikan proses berjalan lancar.
Serviks akan membuka dari 8 sentimeter menjadi 10 sentimeter sepenuhnya.
Bagian paling intens dari persalinan karena kontraksi biasanya sangat kuat, datang setiap 2,5 hingga 3 menit, dan berlangsung selama 1 menit atau lebih. Mungkin mulai gemetar dan menggigil.
3. Tekanan pada rektum
.jpg)
(Proses melahirkan normal umumnya terdiri dari tiga tahap utama: pembukaan serviks (leher rahim) dari 1 hingga 10 cm, mengejan dan kelahiran bayi, serta pengeluaran plasenta. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Saat leher rahim sepenuhnya terbuka dan fase transisi berakhir, bayi biasanya sudah turun ke panggul. Inilah saat mungkin mulai merasakan tekanan pada rektum, seolah-olah ingin buang air besar.
Sering kali ada pendarahan yang cukup banyak saat Moms melewati fase transisi ini.
Mungkin Moms akan merasa mual atau bahkan muntah karena merasakan rasa yang tidak nyaman di perut.
Beberapa bayi turun lebih awal dan ibu merasa dorongan untuk mendorong sebelum leher rahim sepenuhnya terbuka. Bayi lain turun lebih lambat dan ibu mencapai pembukaan penuh tanpa merasa tekanan.
Jika mendapatkan epidural, tekanan yang dirasakan akan bergantung pada jenis dan jumlah obat yang diterima serta seberapa rendah bayi di panggul.
Dokter mungkin meletakkan beberapa ikat karet di perut untuk memantau detak jantung bayi dan kontraksi. Banyak yang tidak melakukannya, asalkan persalinan berlangsung normal.
Posisi tengkurap adalah cara paling umum bayi lahir, tetapi beberapa bayi tiba pada tahap ini dalam posisi miring atau telentang. Jika bayi dalam posisi telentang, mungkin mengalami kontraksi yang lebih intens.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Dilansir dari BabyCenter, bagian terakhir dari persalinan aktif karena kontraksi mencapai puncaknya dan leher rahim sepenuhnya terbuka agar bayi dapat melewatinya.
Fase transisi ini sering disebut sebagai "badai sebelum tenang" karena intensitasnya yang tinggi, tetapi biasanya berlangsung singkat, sekitar 15-30 menit.
Masa saat tubuh ibu hampir siap untuk mendorong bayi keluar. Yes, dipastikan Moms juga deg-degan. Apalagi jika ini adalah kelahiran pertama ya Moms.
Banyak wanita merasa lega setelah fase ini berakhir, karena tahap kedua persalinan dimulai. Dukungan dari pasangan atau doula bisa sangat berharga di sini, dengan memberikan kata-kata penyemangat atau membantu dengan teknik pernapasan.
Jika ada komplikasi, seperti bayi dalam posisi telentang, dokter mungkin menggunakan teknik seperti pijatan atau posisi tertentu untuk membantu bayi berbalik. Selalu penting untuk mendengarkan instruksi dari tenaga medis untuk memastikan proses berjalan lancar.
Hal yang terjadi
1. Serviks yang sepenuhnya terbuka
Serviks akan membuka dari 8 sentimeter menjadi 10 sentimeter sepenuhnya.
2. Kontraksi yang sangat kuat
Bagian paling intens dari persalinan karena kontraksi biasanya sangat kuat, datang setiap 2,5 hingga 3 menit, dan berlangsung selama 1 menit atau lebih. Mungkin mulai gemetar dan menggigil.
3. Tekanan pada rektum
.jpg)
(Proses melahirkan normal umumnya terdiri dari tiga tahap utama: pembukaan serviks (leher rahim) dari 1 hingga 10 cm, mengejan dan kelahiran bayi, serta pengeluaran plasenta. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Saat leher rahim sepenuhnya terbuka dan fase transisi berakhir, bayi biasanya sudah turun ke panggul. Inilah saat mungkin mulai merasakan tekanan pada rektum, seolah-olah ingin buang air besar.
4. Pendarahan
Sering kali ada pendarahan yang cukup banyak saat Moms melewati fase transisi ini.
5. Mual
Mungkin Moms akan merasa mual atau bahkan muntah karena merasakan rasa yang tidak nyaman di perut.
6. Dorongan untuk mendorong
Beberapa bayi turun lebih awal dan ibu merasa dorongan untuk mendorong sebelum leher rahim sepenuhnya terbuka. Bayi lain turun lebih lambat dan ibu mencapai pembukaan penuh tanpa merasa tekanan.
Jika mendapatkan epidural, tekanan yang dirasakan akan bergantung pada jenis dan jumlah obat yang diterima serta seberapa rendah bayi di panggul.
7. Mendapatkan pemantauan janin dengan alat listrik
Dokter mungkin meletakkan beberapa ikat karet di perut untuk memantau detak jantung bayi dan kontraksi. Banyak yang tidak melakukannya, asalkan persalinan berlangsung normal.
8. Bayi bisa berada dalam beberapa posisi
Posisi tengkurap adalah cara paling umum bayi lahir, tetapi beberapa bayi tiba pada tahap ini dalam posisi miring atau telentang. Jika bayi dalam posisi telentang, mungkin mengalami kontraksi yang lebih intens.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)