FITNESS & HEALTH
Baru Lahiran Tapi Perut Berasa 'Balon'? Gak Usah Panik, Ini Lho Penyebabnya!
Yatin Suleha
Senin 16 Februari 2026 / 19:54
- Setelah melahirkan, tubuh tidak langsung kembali seperti sebelum hamil.
- Salah satu keluhan yang sering muncul adalah perut terasa penuh, kembung, sering bersendawa.
- Gas pasca melahirkan sebenarnya merupakan kondisi yang sangat umum terjadi dan, kabar baiknya, bersifat sementara.
Jakarta: Setelah melahirkan, tubuh tidak langsung kembali seperti sebelum hamil. Banyak perubahan terjadi dalam waktu yang relatif singkat, dan sebagian di antaranya bisa terasa cukup mengganggu.
Salah satu keluhan yang sering muncul adalah perut terasa penuh, kembung, sering bersendawa, atau buang gas lebih sering dari biasanya.
Bahkan, rasa tidak nyaman pada perut bisa muncul akibat penumpukan gas yang berlebihan. Kondisi ini bukan hanya membuat tubuh terasa kurang nyaman, tetapi juga dapat memengaruhi suasana hati karena terasa memalukan atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gas pasca melahirkan sebenarnya merupakan kondisi yang sangat umum terjadi dan, kabar baiknya, bersifat sementara. Seiring waktu, tubuh akan menyesuaikan diri kembali.
“Setelah melahirkan, tubuh kamu mengalami banyak perubahan fisik dan hormonal yang sangat mendadak dan beberapa hasilnya, seperti peningkatan gas, tidak terlalu menyenangkan,” kata Shannon Smith, M.D., seorang dokter kandungan dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter.
Masa transisi dari kehamilan menuju periode pasca persalinan membuat sistem pencernaan juga harus beradaptasi. Perubahan hormon, kondisi fisik setelah persalinan, serta pengaruh obat-obatan dapat memperlambat kerja saluran cerna.
Dilansir dari BabyCenter berikut adalah tiga hal yang juga dapat menjadi penyebab utama gas dan kembung:
.jpg)
(Shannon Smith, M.D., seorang dokter kandungan dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter mengatakan bahwa setelah melahirkan kamu bisa merasakan perubahan fisik salah satunya seperti rasa peningkatan gas. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Saat terjadi sembelit, pergerakan usus menjadi lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini membuat bakteri di dalam usus menumpuk dan menghasilkan lebih banyak gas, sehingga perut terasa kembung dan tidak nyaman.
Kurangnya aktivitas fisik setelah melahirkan, perubahan hormon yang signifikan, serta kurangnya asupan cairan dapat memperburuk sembelit pada masa ini.
Selama kehamilan dan proses persalinan, otot-otot dasar panggul meregang untuk mendukung pertumbuhan janin dan proses kelahiran. Pada beberapa kasus, saraf dan otot di area tersebut dapat mengalami cedera ringan hingga sedang.
Jika terjadi robekan perineum atau episiotomi, kondisi ini dapat semakin melemahkan otot-otot tersebut. Ketika otot di sekitar sfingter anus melemah atau terasa nyeri, proses buang air besar maupun mengeluarkan gas dapat menjadi lebih sulit dan tidak nyaman, sehingga gas terperangkap dan menyebabkan kembung.
“Mungkin sulit untuk buang air besar selama beberapa hari setelah persalinan, Kamu mungkin takut buang air besar karena rasa sakit akibat wasir atau robekan di perineum. Kamu juga mungkin buang gas tanpa sengaja atau tanpa mengharapkannya,” kata American College of Obstetricians and Gynecologists.
Beberapa jenis obat pereda nyeri yang diberikan setelah persalinan dapat memperlambat sistem pencernaan. Anestesi yang digunakan selama proses persalinan maupun obat penghilang rasa sakit setelahnya juga dapat memengaruhi pergerakan usus.
Selain itu, suplemen zat besi yang sering diberikan untuk membantu pemulihan akibat kehilangan darah saat melahirkan dapat menyebabkan sembelit, yang kemudian berkontribusi pada gas dan kembung.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Salah satu keluhan yang sering muncul adalah perut terasa penuh, kembung, sering bersendawa, atau buang gas lebih sering dari biasanya.
Bahkan, rasa tidak nyaman pada perut bisa muncul akibat penumpukan gas yang berlebihan. Kondisi ini bukan hanya membuat tubuh terasa kurang nyaman, tetapi juga dapat memengaruhi suasana hati karena terasa memalukan atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca Juga :
Yuk Simak, Ini Fakta Tentang Epidural
Gas pasca melahirkan sebenarnya merupakan kondisi yang sangat umum terjadi dan, kabar baiknya, bersifat sementara. Seiring waktu, tubuh akan menyesuaikan diri kembali.
Penyebab gas dan kembung pasca melahirkan
“Setelah melahirkan, tubuh kamu mengalami banyak perubahan fisik dan hormonal yang sangat mendadak dan beberapa hasilnya, seperti peningkatan gas, tidak terlalu menyenangkan,” kata Shannon Smith, M.D., seorang dokter kandungan dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter.
Masa transisi dari kehamilan menuju periode pasca persalinan membuat sistem pencernaan juga harus beradaptasi. Perubahan hormon, kondisi fisik setelah persalinan, serta pengaruh obat-obatan dapat memperlambat kerja saluran cerna.
Dilansir dari BabyCenter berikut adalah tiga hal yang juga dapat menjadi penyebab utama gas dan kembung:
1. Sembelit
.jpg)
(Shannon Smith, M.D., seorang dokter kandungan dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter mengatakan bahwa setelah melahirkan kamu bisa merasakan perubahan fisik salah satunya seperti rasa peningkatan gas. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Saat terjadi sembelit, pergerakan usus menjadi lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini membuat bakteri di dalam usus menumpuk dan menghasilkan lebih banyak gas, sehingga perut terasa kembung dan tidak nyaman.
Kurangnya aktivitas fisik setelah melahirkan, perubahan hormon yang signifikan, serta kurangnya asupan cairan dapat memperburuk sembelit pada masa ini.
2. Panggul
Selama kehamilan dan proses persalinan, otot-otot dasar panggul meregang untuk mendukung pertumbuhan janin dan proses kelahiran. Pada beberapa kasus, saraf dan otot di area tersebut dapat mengalami cedera ringan hingga sedang.
Jika terjadi robekan perineum atau episiotomi, kondisi ini dapat semakin melemahkan otot-otot tersebut. Ketika otot di sekitar sfingter anus melemah atau terasa nyeri, proses buang air besar maupun mengeluarkan gas dapat menjadi lebih sulit dan tidak nyaman, sehingga gas terperangkap dan menyebabkan kembung.
“Mungkin sulit untuk buang air besar selama beberapa hari setelah persalinan, Kamu mungkin takut buang air besar karena rasa sakit akibat wasir atau robekan di perineum. Kamu juga mungkin buang gas tanpa sengaja atau tanpa mengharapkannya,” kata American College of Obstetricians and Gynecologists.
3. Obat-obatan dan/atau suplemen
Beberapa jenis obat pereda nyeri yang diberikan setelah persalinan dapat memperlambat sistem pencernaan. Anestesi yang digunakan selama proses persalinan maupun obat penghilang rasa sakit setelahnya juga dapat memengaruhi pergerakan usus.
Selain itu, suplemen zat besi yang sering diberikan untuk membantu pemulihan akibat kehilangan darah saat melahirkan dapat menyebabkan sembelit, yang kemudian berkontribusi pada gas dan kembung.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)