FITNESS & HEALTH
Mengenal Distosia Bahu yang Mungkin Terjadi Saat Persalinan
A. Firdaus
Sabtu 17 Januari 2026 / 14:10
Jakarta: Distosia bahu merupakan komplikasi persalinan yang jarang terjadi namun serius. Kondisi ini terjadi ketika bahu bayi terjebak di belakang tulang kemaluan ibu selama persalinan. Meskipun ada beberapa faktor risiko distosia bahu, tidak ada gejala yang muncul sebelum persalinan.
Tanda 'kura-kura' selama persalinan adalah ketika kepala bayi keluar tetapi kemudian kembali masuk merupakan tanda bahwa bahu bayi mungkin terjebak. Jika hal ini terjadi pada ibu hamil, dokter atau bidan akan menggunakan manuver distosia bahu untuk membebaskan bahu bayi sehingga persalinan dapat berlangsung dengan aman.
Distosia bahu bisa sangat menegangkan bagi ibu hamil dan keluarga, tetapi penting untuk mengetahui bahwa tenaga medis biasanya siap menangani situasi ini dengan cepat.
Kondisi ini terjadi karena panggul ibu atau posisi bayi tidak sesuai sempurna saat kelahiran, sehingga bahu bayi sulit melewati tulang kemaluan. Dengan pemahaman yang baik, ibu hamil dapat merasa lebih tenang dan mempersiapkan diri untuk persalinan yang aman.
Dilansir dari BabyCenter, distosia bahu berarti bahu bayi terjebak di belakang tulang kemaluan ibu selama persalinan vagina. Selama persalinan, 'tanda kura-kura' adalah indikasi bahwa bahu bayi mungkin terjebak.
Ketika ini terjadi, kepala bayi keluar tetapi kemudian kembali masuk tanpa bahu mengikuti. Distosia bahu adalah keadaan darurat obstetri, dan tenaga medis akan bertindak cepat untuk mengatasinya.
Untuk memahami lebih lanjut, bayangkan proses persalinan normal di mana kepala bayi keluar terlebih dahulu, diikuti oleh bahu dan tubuh lainnya. Namun, dalam distosia bahu, bahu bayi tersangkut, seperti macet di pintu yang sempit.
Tanda 'kura-kura' ini mirip dengan kepala kura-kura yang muncul dan masuk kembali ke dalam cangkangnya. Ini adalah sinyal penting bagi dokter untuk segera intervensi karena jika tidak ditangani, bisa berisiko bagi kesehatan bayi dan ibu.
Shoulder dystocia atau distosia bahu tidak terlalu umum. Kondisi ini terjadi pada 0,2 hingga 3% kehamilan. Meskipun angka ini terlihat kecil, itu berarti sekitar 2 hingga 30 dari setiap 1.000 persalinan vagina bisa mengalami distosia bahu.
Risiko ini lebih tinggi pada kehamilan dengan faktor tertentu, seperti bayi yang besar atau ibu dengan diabetes. Namun, banyak kasus terjadi tanpa peringatan sebelumnya, sehingga persiapan dan pemantauan oleh tenaga medis sangat penting untuk mengurangi risiko.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Tanda 'kura-kura' selama persalinan adalah ketika kepala bayi keluar tetapi kemudian kembali masuk merupakan tanda bahwa bahu bayi mungkin terjebak. Jika hal ini terjadi pada ibu hamil, dokter atau bidan akan menggunakan manuver distosia bahu untuk membebaskan bahu bayi sehingga persalinan dapat berlangsung dengan aman.
Distosia bahu bisa sangat menegangkan bagi ibu hamil dan keluarga, tetapi penting untuk mengetahui bahwa tenaga medis biasanya siap menangani situasi ini dengan cepat.
Kondisi ini terjadi karena panggul ibu atau posisi bayi tidak sesuai sempurna saat kelahiran, sehingga bahu bayi sulit melewati tulang kemaluan. Dengan pemahaman yang baik, ibu hamil dapat merasa lebih tenang dan mempersiapkan diri untuk persalinan yang aman.
Dilansir dari BabyCenter, distosia bahu berarti bahu bayi terjebak di belakang tulang kemaluan ibu selama persalinan vagina. Selama persalinan, 'tanda kura-kura' adalah indikasi bahwa bahu bayi mungkin terjebak.
Ketika ini terjadi, kepala bayi keluar tetapi kemudian kembali masuk tanpa bahu mengikuti. Distosia bahu adalah keadaan darurat obstetri, dan tenaga medis akan bertindak cepat untuk mengatasinya.
Untuk memahami lebih lanjut, bayangkan proses persalinan normal di mana kepala bayi keluar terlebih dahulu, diikuti oleh bahu dan tubuh lainnya. Namun, dalam distosia bahu, bahu bayi tersangkut, seperti macet di pintu yang sempit.
Tanda 'kura-kura' ini mirip dengan kepala kura-kura yang muncul dan masuk kembali ke dalam cangkangnya. Ini adalah sinyal penting bagi dokter untuk segera intervensi karena jika tidak ditangani, bisa berisiko bagi kesehatan bayi dan ibu.
Seberapa umum distosia bahu?
Shoulder dystocia atau distosia bahu tidak terlalu umum. Kondisi ini terjadi pada 0,2 hingga 3% kehamilan. Meskipun angka ini terlihat kecil, itu berarti sekitar 2 hingga 30 dari setiap 1.000 persalinan vagina bisa mengalami distosia bahu.
Risiko ini lebih tinggi pada kehamilan dengan faktor tertentu, seperti bayi yang besar atau ibu dengan diabetes. Namun, banyak kasus terjadi tanpa peringatan sebelumnya, sehingga persiapan dan pemantauan oleh tenaga medis sangat penting untuk mengurangi risiko.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)