FITNESS & HEALTH

Bukan Cuma Soal Budget, Ternyata Ini Alasan Real di Balik Tren Free Birth

Yatin Suleha
Minggu 19 April 2026 / 08:00
Ringkasnya gini..
  • Free birth adalah proses melahirkan, yang dilakukan tanpa keterlibatan tenaga kesehatan profesional.
  • Simpelnya, di metode ini semua prosesnya bener-bener mandiri.
  • Jadi, enggak ada tuh jadwal kontrol ke dokter, USG bulanan, atau bantuan bidan pas lahiran nanti.
Jakarta: Free birth adalah proses melahirkan, yang dilakukan tanpa keterlibatan tenaga kesehatan profesional, baik selama kehamilan maupun saat persalinan berlangsung. 

Simpelnya, di metode ini semua prosesnya bener-bener mandiri. Jadi, enggak ada tuh jadwal kontrol ke dokter, USG bulanan, atau bantuan bidan pas lahiran nanti. 

Dari awal hamil sampai bayinya lahir, semuanya dilakukan sendiri atau cuma ditemenin sama pasangan dan keluarga terdekat aja, jauh dari prosedur medis biasanya.
 
Meski sering dianggap berisiko, penting untuk dipahami bahwa ketertarikan terhadap free birth tidak muncul begitu saja. Banyak orang yang memilih jalur ini bukan tanpa alasan, melainkan karena pengalaman pribadi yang membentuk cara pandang terhadap sistem medis.

Bagi sebagian orang, keputusan untuk memilih free birth berawal dari pengalaman, yang kurang menyenangkan saat melahirkan di fasilitas kesehatan. 

Pengalaman tersebut bisa berupa rasa tidak didengar, kehilangan kendali atas tubuh sendiri, hingga intervensi medis yang dirasa tidak perlu. Kondisi seperti ini dapat meninggalkan kesan mendalam, dan membuat seseorang mencari alternatif yang dirasa lebih nyaman.

“Banyak orang tertarik pada persalinan bebas, setelah mengalami pengalaman negatif dengan persalinan rumah sakit sebelumnya,” kata Sara Holt, CNM, MS, PMH-C, bidan bersertifikat dan pemilik Byenveni Baby, LLC dalam BabyCenter.

“Banyak orang melaporkan hilangnya otonomi secara umum, dan bahwa preferensi persalinan mereka diremehkan atau diabaikan oleh staf rumah sakit,” tambahnya.


(Meski sering dianggap berisiko, penting untuk dipahami bahwa ketertarikan terhadap free birth tidak muncul begitu saja. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)

Selain itu, beberapa orang juga merasa dipaksa menjalani prosedur tertentu, seperti induksi tanpa indikasi medis atau percepatan persalinan menggunakan oksitosin.

Pengalaman menjalani operasi caesar, yang tidak diinginkan juga menjadi salah satu faktor penting. Di Amerika Serikat, angka persalinan dengan operasi caesar mencapai sekitar 32%, sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan angka ideal berada di kisaran 10-15%, seperti yang dijelaskan oleh Holt. 

Ketika prosedur ini dirasakan sebagai sesuatu, yang tidak perlu atau dilakukan tanpa persetujuan yang sepenuhnya dipahami, hal tersebut dapat menimbulkan trauma tersendiri.
 
Trauma atau pengalaman negatif inilah, yang kemudian membuat sebagian orang ingin mengambil kendali penuh, atas proses persalinan berikutnya. 

Bagi mereka, free birth dianggap sebagai cara untuk mendapatkan kembali rasa kontrol, kenyamanan, dan kepercayaan diri dalam menjalani proses melahirkan.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH